NASIB Poppy Turun Jabatan Usai Dicopot Gubernur Bobby dari Kabiro Perekonomian Jadi Kabid Peternakan
Ilham Fazrir Harahap August 13, 2026 11:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib Poppy Marulita Hutagalung turun jabatan usai dicopot Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dari Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumatera Utara Menjadi Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan.

Poppy Marulita Hutagalung dicopot dan didemosi dari jabatannya usai ditegur Gubernur Sumut Bobby Nasution saat rapat pengendalian inflasi. 

Kepala Badan Kepegawaian Sumut, Chusnul Fanany Sitorus, tidak membenarkan dan tidak membantah pencopotan Poppy karena ditegur Bobby. 

Dia hanya menyebut pencopotan itu didasari karena kinerja Poppy tidak maksimal saat menjabat Kepala Biro Perekonomian. 

Baca juga: Fakta Baru Mencuat Dugaan Aliran Dana Korupsi Kuota Haji ke Anggota DPR, Kini Didalami KPK

"(Alasan pencopotan) Berdasarkan evaluasi penilaian kinerja beliau," ujar Chusnul dilansir Kompas.com, Rabu (12/8/2026). 

Namun, Chusnul tidak mendetailkan bentuk poin tidak maksimal yang dimaksudnya.

Setelah dicopot, selanjutnya Poppy dipindahkan ke jabatan yang lebih rendah, yakni bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pemprov Sumatera Utara. 

 Dia mulai menjabat di sana sejak Jumat (7/8/2026). 

"Untuk Ibu Poppy saat ini ditugaskan di kepala bidang peternakan di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan," ujar Chusnul.

Baca juga: Modus Serda Yosua Janji Loloskan Casis Masuk TNI, Raup Rp 250 Juta untuk Judol, Divonis Pemecatan

Sebelumnya, pencopotan tersebut terjadi dua hari setelah Bobby Nasution mengunggah video dirinya menegur Poppy saat rapat pengendalian inflasi pada Rabu (5/8/2026).

Di rapat itu juga dihadiri Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Bulog, dan OPD terkait. 

Saat rapat, Bobby mengkritik kinerja Poppy soal pengendalian inflasi. Bobby mengaku sudah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Poppy.

Namun, dia mengaku belum melihat perubahan seperti yang diharapkannya. 

"Sebenarnya Pak, kenapa saya minta Bapak-bapak datang ke sini, ini saya sebenarnya jujur sudah capek Pak memberi tahu mereka yang di depan Bapak ini," ujarnya. 

Baca juga: Mantan Dirut RSUD Pirngadi Suhartono Meninggal Dunia, Sempat Diperiksa Kejari Dugaan Korupsi

Bobby kemudian menyinggung posisi Poppy sebagai pejabat yang membidangi perekonomian.

Ia bahkan mengancam akan meminta pejabat lain mencopot Poppy jika yang bersangkutan tidak mengikuti arahannya. 

"Ibu kan bagian perekonomian, kan saya sudah bilang, saya capek lho Bu ngomong sama Ibu ini, kalau Ibu tidak mau memberi tahu clue-clue ya saya perintahkan orang lain untuk mencopot Ibu saja," kata Bobby.

Bobby tidak menjelaskan secara perinci persoalan yang membuatnya kecewa terhadap Poppy dalam video tersebut.

Selain itu, Bobby meminta Badan Kepegawaian dan Aset Daerah (BKAD) mengawasi kinerja Poppy. 

Ia juga meminta anggaran kerja bagian yang dipimpin Poppy dipertimbangkan untuk dipotong dan dialihkan untuk subsidi transportasi. 

"Saya sampaikan di sini ada BKAD, kalau anggaran-anggaran mereka tidak jelas, sudah potong saja pak uang-uang mereka ini nanti masukan ke subsidi transportasi," ungkap Bobby.

Profil Poppy Marulita Hutagalung

Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung saat diwawancarai beberapa waktu lalu. Pemprov sebut,  angka kemiskinan dan pengangguran di Sumut alami penurunan di tahun 2025.
Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung saat diwawancarai beberapa waktu lalu. Pemprov sebut,  angka kemiskinan dan pengangguran di Sumut alami penurunan di tahun 2025. (TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)

Poppy Hutagalung memiliki nama dan gelar lengkap Ir Poppy Marulita Hutagalung, MT.

Ia lahir di Medan, 2 Juli 1968.

Popy merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan (almarhum) DR. Dr Humala Hutagalung Sp Onk, dan (almarhum) Emmy Yohanna Lubis.

Baca juga: Profil dr Tamara Dewi Jasmine, Dokter yang Berkomentar Jahat Kini Dipecat RSU Pusri Palembang

Suaminya bernama (almarhum) Ronald Halasan Simanjuntak.

Dari pernikahannya dengan mendiang suaminya, ia dikaruniai satu orang anak laki-laki bernama Reynaldo Theodorus Halasan Simanjuntak.

Adapun latar belakang pendidikan Poppy, ia mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD St. Joseph II, Medan, Sumatera Utara, tamat tahun 1984.

Lalu, Poppy melanjutkan pendidikan di SLTA St. Thomas I Jurusan IPA, Medan, Sumatera Utara, tamat tahun 1987.

Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, dan mengambil jurusan Teknik Arsitektur dan meraih gelar sarjana pada tahun 1993.

Kemudian Poppy melanjutkan pendidikan dan meraih gelar S2 Manajemen Pembangunan Kota di USU dan tamat pada tahun 2004.

Tidak berhenti sampai disitu, Poppy pun meraih gelar S3 di USU pada Program Doktor Perencanaan Wilayah tamat bulan April 2024.

Karier Poppy

Dilansir dari repositori USU, Poppy memulai kariernya sebagai pegawai di PT Sumicon Utama (Sumitomo Corp.) Jakarta pada Desember 1993 hingga Februari 1996.

Setelah itu, ia kemudian bertugas di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Kabupaten Daerah Tingkat II Cianjur pada Maret 1997 hingga Oktober 1997.

Setelahnya, Poppy kemudian ditugaskan di Bappeda Kabupaten Daerah Tingkat II Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Januari 1998 hingga Desember 2001.

Dari sana, ia kemudian pindah ke Sumatera Utara.

Pada Januari 2002 hingga Mei 2018, Poppy kemudian bertugas di Bappeda Provinsi Sumatera Utara.

Lalu, di bulan Mei 2018 hingga September 2019, Poppy mendapat tugas baru di Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Provinsi Sumatera Utara.

Karena kariernya yang bagus, Poppy dipindah lagi ke Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara.

Ia menjabat dari September 2019 hingga April 2023.

Serelah itu, pada September 2023, ia ditarik ke Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Pada masa Gubernur Edy Rahmayadi, ia dilantik sebagai Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Namun, di masa Gubernur Sumut Bobby Nasution, Popy Hutagalung kehilangan jabatannya.

Ia dicopot oleh mantu Presiden RI ke 7, Joko Widodo karena alasan kinerja yang tidak maksimal.

(tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.