TRIBUNGORONTALO.COM --- Desakan warganet agar penggunaan uang nafkah anak Ruben Onsu diaudit mendapat respons positif dari pihak Ruben.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menyatakan siap menempuh langkah tersebut demi memperoleh kejelasan mengenai pengelolaan nafkah yang selama ini diberikan kepada anak-anaknya.
Hal itu disampaikan Minola melalui unggahan video reels di akun Instagram pribadinya, @minola6000, Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa audit dapat menjadi salah satu cara untuk memastikan uang nafkah yang diberikan Ruben benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Menurut Minola, Sarwendah selaku pihak yang memperoleh hak asuh anak seharusnya mampu memberikan penjelasan mengenai penggunaan dana tersebut.
Baca juga: Sarwendah Akhirnya Buka Suara soal Isu Anak Dibully, Ternyata Bukan di Sekolah
Terlebih, nominal nafkah yang disebut mencapai Rp200 juta setiap bulan menjadi sorotan karena Ruben sebelumnya telah meminta rincian pengeluarannya.
Minola menegaskan bahwa secara hukum, nafkah yang diberikan orang tua ditujukan untuk memenuhi kepentingan anak, bukan untuk kebutuhan pribadi mantan pasangan.
"Prinsipnya secara hukum uang nafkah itu untuk anak bukan untuk mantan. Itu sesuai sesuai dengan landasan hukumnya pasal 45 Undang-undang perkawinan juncto pasal 49 kompilasi hukum islam," tegas Minola.
Karena itu, ia berpandangan bahwa pengelolaan dana tersebut semestinya dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak yang memegang hak asuh.
Transparansi dinilai penting agar tidak muncul pertanyaan mengenai ke mana saja uang nafkah tersebut digunakan.
"Setiap pengeluaran yang diberikan ayah untuk anaknya, dikelola oleh walinya yang mendapatkan hak asuh harus bisa dipertanggungjawabkan."
Minola menyebut Ruben sebelumnya telah berulang kali meminta penjelasan secara langsung mengenai penggunaan uang nafkah.
Namun, menurutnya, permintaan tersebut belum memperoleh pertanggungjawaban yang dianggap memadai.
"Ini kan Ruben Onsu juga sudah mengulang-ulang bertanya langsung agar ada pertanggungjawaban soal uang Rp 200juta setiap kurang dan penggunaan kartu kredit. Tapi tidak dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya lagi.
Atas kondisi tersebut, pihak Ruben kini mempertimbangkan audit sebagai langkah lanjutan.
Permintaan tersebut nantinya dapat dimasukkan ke dalam materi gugatan terkait hak asuh anak yang masih berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Minola menjelaskan, audit dinilai dapat menjadi salah satu mekanisme untuk mengetahui secara transparan penggunaan nafkah yang selama ini diterima Sarwendah.
"Jadi kita bisa meminta dilakukannya audit."
"Audit bisa dilakukan dan ini akan masuk ke dalam dalil gugatan kita dalam persidangan, agar penggunaan uang itu bisa dipertanggungjawaban," tuturnya.
Menurutnya, terdapat berbagai mekanisme yang dapat digunakan untuk memberikan laporan mengenai pengeluaran nafkah anak.
Karena itu, pihak Ruben tidak menutup kemungkinan membawa persoalan audit tersebut ke dalam proses persidangan.
"Banyak cara memberikan laporannya, wajar saja. Kita akan berpikir ke arah sana untuk dilakukan audit," tutup Minola.
Sebelumnya, Minola juga mempertanyakan apakah nominal nafkah yang diberikan Ruben benar-benar sepenuhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya.
Ia menilai besaran dana tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan kebutuhan dua anak yang masih berusia di bawah umur.
Pihak Ruben pun meminta adanya keterbukaan mengenai penggunaan uang tersebut.
Minola mempertanyakan kewajaran pengeluaran hingga ratusan juta rupiah setiap bulan, terlebih jika masih terdapat penggunaan kartu kredit yang menurutnya juga perlu dijelaskan.
“Kira-kira masuk akal enggak sih, kita semuanya punya keluarga ya, punya anak,” ujar Minola kepada awak media, Kamis (13/8/2026).
“Masuk akal enggak sih pengeluaran seorang anak yang masih di bawah umur itu per bulannya Rp200 juta sampai Rp263 juta per bulan? Belum lagi biaya kartu kredit."
Atas dasar itu, Minola menilai audit diperlukan agar penggunaan dana dapat diketahui secara terbuka dan tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.
"Wajar dong kalau misalnya kemudian kita akan menggunakan audit ya agar pengeluaran itu bisa diaudit dan transparan," jelasnya. (*)