TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kualitas udara di Bengkulu sempat masuk kategori Sangat Tidak Sehat pada Kamis (13/8/2026) pagi berdasarkan data konsentrasi partikulat PM2.5 yang ditampilkan laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam grafik riwayat PM2.5 Bengkulu pada 13 Agustus 2026, konsentrasi partikulat mulai berada pada kategori Tidak Sehat sejak pukul 00.00 WIB.
Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 64 mikrogram per meter kubik (µg/m⊃3;).
Angka tersebut kemudian berada di kisaran 56-69 µg/m⊃3; hingga pukul 03.00 WIB.
Konsentrasi PM2.5 kemudian meningkat pada pagi hari.
Pada pukul 04.00 WIB, konsentrasinya sekitar 126 µg/m⊃3;, kemudian sekitar 128 µg/m⊃3; pada pukul 05.00 WIB.
Pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 112 µg/m⊃3;.
Kondisi terburuk tercatat pada pukul 07.00 WIB.
Konsentrasi PM2.5 mencapai sekitar 196 µg/m⊃3; dan masuk kategori Sangat Tidak Sehat.
Setelah itu, konsentrasi PM2.5 kembali menurun.
Pada pukul 08.00 WIB, angkanya sekitar 149 µg/m⊃3;, kemudian sekitar 81 µg/m⊃3; pada pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, pada pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Bengkulu tercatat 57,4 µg/m⊃3; dan masih berada dalam kategori Tidak Sehat.
Mengenal PM2.5
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring (BAM) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m⊃3;).
BMKG membagi kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 ke dalam lima kategori.
Kategori Baik berada pada rentang 0-15,4 µg/m⊃3;, Sedang 15,5-55,4 µg/m⊃3;, Tidak Sehat 55,5-150,4 µg/m⊃3;, Sangat Tidak Sehat 150,5-250,4 µg/m⊃3;, dan Berbahaya di atas 250,4 µg/m⊃3;.
Peringatan Dini Kualitas Udara Ekstrem
Selain pemantauan kualitas udara, BMKG juga menyediakan layanan Peringatan Dini Kualitas Udara Ekstrem untuk wilayah Indonesia hingga tiga hari ke depan.
Dalam layanan tersebut, kondisi ekstrem diartikan sebagai kualitas udara pada level Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, dan Berbahaya berdasarkan konsentrasi PM2.5.
Ketiga level tersebut masing-masing disajikan dengan warna kuning untuk Tidak Sehat, merah untuk Sangat Tidak Sehat, dan hitam untuk Berbahaya.
Informasi Peringatan Dini Kualitas Udara Ekstrem tersebut diperbarui setiap hari pada pukul 08.00 WIB.
Belum diketahui penyebab konsentrasi PM2.5 di Bengkulu meningkat tajam pada Kamis pagi tersebut.
TribunBengkulu.com masih mengonfirmasi kondisi ini kepada BMKG, termasuk faktor penyebab peningkatan konsentrasi PM2.5, kondisi cuaca yang memengaruhinya, potensi perubahan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan, serta imbauan bagi masyarakat.
Mencegah Dampak Polusi
Polusi udara merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya di seluruh dunia.
Data dari WHO menunjukkan polusi udara sebagai penyebab 7 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun.
Tak hanya membahayakan kesehatan manusia, polusi udara juga memicu pembentukan kabut asap dan hujan asam, merusak tanaman dan hutan, serta mencemari lingkungan.
Setelah memahami bahaya polusi udara bagi kesehatan dan lingkungan, penting bagi kita untuk mengambil langkah-langkah mencegah dan mengurangi dampak polusi udara.
Menurut laman Kemenkes, hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
1. Memantau Kualitas Udara
Pantau kualitas udara secara rutin melalui situs BMKG atau aplikasi pemantau kualitas udara lainnya.
Kurangi aktivitas di luar ruangan dan tutup ventilasi di rumah, kantor atau ruangan lainnya jika tingkat polusi udara tinggi.
2. Gunakan Masker
3. Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Emisi dari kendaraan merupakan salah satu penyumbang terbesar dari polusi udara.
Lakukan uji emisi dan pastikan mesin kendaraan dalam keadaan baik sebelum menggunakan kendaraan pribadi.
Lebih baik lagi jika Anda mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan menggunakan moda transportasi lainnya, seperti transportasi umum, bersepeda atau berjalan kaki untuk mengurangi polusi udara.
4. Bijak dalam Menggunakan Listrik
Pembangkit listrik juga merupakan salah satu penyumbang utama polutan dan zat kimia dalam polusi udara.
Anda bisa mengurangi pencemaran udara dengan membatasi pemakaian listrik, seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik jika sedang tidak digunakan.
5. Hindari Rokok dan Sumber Polusi Lainnya
Berhenti merokok akan mengurangi asap rokok yang dapat mencemari lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
Jauhi pula tempat-tempat yang tingkat polusi udaranya tinggi, seperti pabrik dan jalan raya dengan lalu lintas padat.
6. Pola Hidup Sehat
Jalankan perilaku hidup sehat dengan makan makanan bergizi, minum vitamin dan berolahraga rutin untuk menjaga daya tahan tubuh.
Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer dan pernapasan lebih lancar.
7. Memelihara Tanaman
Tanaman menyerap karbon dioksida dalam udara dan melepas oksigen ke udara, sehingga membuat udara lebih segar.
Perbanyak tanaman di rumah dan sekitarnya, terutama yang mampu mengurangi polusi, seperti palem bambu atau lidah mertua.
8. Bersihkan Rumah dengan Cara Aman
Hindari membakar sampah karena dapat menghasilkan asap yang mengandung zat-zat beracun.
Hindari pula penggunaan bahan pembersih rumah tangga yang berbahan kimia keras.
Ganti pengharum ruangan berbahan kimia dengan bahan alami seperti aromaterapi.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini