5 Hal Menarik dari Drama Twenty Five Twenty One, Asal Scene Ikonik Baek Yi-jin
Joko Widiyarso August 13, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Masih ingatkah Tribunners dengan drama “Twenty Five Twenty One”?

Empat tahun berlalu sejak ditayangkannya drama ini di dunia hiburan, tetapi drama ini seperti tidak pernah kehilangan ketenarannya hingga hari ini.

Yang membuat drama ini tidak pernah redup adalah scene ikonik ketika tokoh utama mengucapkan, “Meskipun terlambat, selamat atas pernikahanmu, Na Hee-do.”

Scene populer ini melibatkan dua tokoh utama, Baek Yi-jin (diperankan oleh Nam Joo-hyuk) dan Na Hee-do (diperankan oleh Kim Tae-ri) yang secara realistis harus berpisah setelah memulai hubungannya di usia 25 tahun dan 21 tahun.

Selain scene tersebut, banyak hal yang membuat drama ini terus melekat di ingatan penikmat k-drama.

Berikut adalah 5 hal menarik dari drama “Twenty Five Twenty One”: 

1. Bukan sekadar kisah cinta

Meskipun bergenre romantis, drama ini tidak melulu menceritakan tentang perjalanan kedua tokoh utama dalam mencari cintanya masing-masing.

Drama ini juga menceritakan tentang kehidupan di masa muda, perjuangan menggapai mimpi di masa-masa sulit, persahabatan yang terasa manis, hubungan dengan anggota keluarga, hingga proses transisi dari remaja menjadi dewasa.

Oleh karena itu, ketika tokoh utama tidak berakhir bersama, yang hilang bukan hanya pasangannya, tetapi juga bagian besar dari masa mudanya.

2. Berlatar belakang Krisis IMF

Krisis IMF yang sempat melanda Korea Selatan pada akhir abad 20 menjadi kisah yang akhirnya mempertemukan para tokoh.

Baek Yi-jin yang awalnya hidup berkecukupan harus banting tulang memenuhi kebutuhan keluarga hingga akhirnya bekerja di tempat yang dapat dijangkau oleh Na Hee-do.

3. Kisah cinta yang tidak dipaksakan

Tidak seperti drama romantis biasanya, kisah-kisah cinta yang diceritakan di drama ini terasa mengalir begitu saja.

Baik Hee-do dan Yi-jin atau Ji-woong dan Yu-rim, kedua kisah dimulai dari berteman, bersahabat dekat, hingga memutuskan untuk menjalin hubungan.

Memang kisah cinta bertipe friends to lovers memiliki magnet untuk menarik perhatian penonton.

4. Seluruh tokohnya berkembang 

Hampir semua tokoh utama di drama ini mengalami perubahan.

Hee-do yang awalnya impulsif dan keras kepala perlahan menjadi lebih dewasa.

Yi-jin yang awalnya kehilangan arah dan putus asa akhirnya menemukan jalan hidupnya.

Yu-rim belajar menghadapi rasa takut, tekanan, bahkan berani membuat keputusan sulit.

Ji-woong yang berkembang dari siswa yang kelihatannya cuma mengejar Yu-rim menjadi seseorang yang benar-benar serius dengan hidupnya.

5. Berakhirnya kisah tokoh utama yang realistis

Hal ini juga menjadi daya tarik dari drama Twenty Five Twenty One.

Kisah Baek Yi-jin dan Na Hee-do berakhir bukan karena salah satunya tiba-tiba jahat seperti selingkuh atau melakukan hal jahat lainnya.

Keduanya berpisah karena kurangnya komunikasi ketika menjalani hubungan jarak jauh dalam waktu yang lama.

Sebenarnya keduanya masih saling mencintai, tetapi memilih berpisah agar tidak terus-menerus saling menyakiti.

Konflik hubungan seperti ini adalah konflik yang realistis dan tidak dibuat-buat.


Meskipun kisah keduanya berhenti ditayangkan di tahun 2022, namanya tetap eksis hingga hari ini karena penonton yang senantiasa menyebut nama mereka dalam komentar atau konten.

Banyak penonton yang menolak berhenti berspekulasi tentang hubungan keduanya pada masa kini kecuali terdapat drama musim kedua yang menjelaskan hidup mereka di masa sekarang.

Scene ikonik Baek Yi-jin pun terus-terusan dijadikan bahan bercandaan oleh penonton, bahkan hampir selalu dilibatkan dalam konten-konten tentang hubungan orang lain.

Kira-kira, bagaimana perasaan Baek Yi-jin setiap membaca komentar netizen, ya?

(MG Hasna Aulia Syafitri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.