Bupati Donggala Luncurkan Batik Rando'o Nagaya, Motif Terinspirasi Pohon Donggala
Fadhila Amalia August 13, 2026 01:23 PM

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Bupati Donggala Vera Elena Laruni memperkenalkan sekaligus meluncurkan motif batik Donggala Rando'o Nagaya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Donggala di Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Rabu (12/8/2026).

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Donggala memperkuat identitas budaya daerah melalui pengembangan motif batik yang terinspirasi dari kekayaan alam dan kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Vera menjelaskan nama Rando'o Nagaya memiliki makna "gadis cantik Donggala". 

Baca juga: Harga HP Xiaomi Terbaru: Redmi 15R, Redmi Note 15 Series, Poco X8 Series, Xiaomi 17T Pro

Ide pembuatan motif itu muncul setelah dirinya menemukan pohon yang dikenal masyarakat setempat sebagai pohon Donggala.

Vera mengisahkan, saat mengunjungi Pantai Boneoge bersama suaminya dan tamu yang berencana membangun hotel di kawasan tersebut, ia melihat sebuah pohon dengan bunga-bunga kecil.

Rasa penasarannya membuat Vera bertanya kepada seorang kepala dusun mengenai nama pohon tersebut.

"Beliau mengatakan bahwa itu adalah pohon Donggala. Saya sempat kaget karena sebelumnya tidak mengetahui ada pohon yang memang bernama pohon Donggala," ujarnya.

Menurut penjelasan kepala dusun kepada Bupati Donggala pohon tersebut memiliki berbagai manfaat. Bunga, daun, dan bagian lainnya disebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional.

Setelah memastikan kembali nama pohon tersebut, Vera mengaku langsung mendapatkan inspirasi untuk mengangkatnya menjadi motif batik Donggala.

Sepulang dari kunjungan itu, ia meminta tim yang menangani pengembangan tenun Donggala untuk segera menyusun desain motif baru yang terinspirasi dari pohon tersebut.

Baca juga: Posisi Duduk Gibran Tak Berdampingan Prabowo Disorot, Jokowi Buka Suara: Enggak Ada Masalah

"Insya Allah motif ini nantinya akan kita kembangkan menjadi tenun khas Donggala," kata Vera.

Vera menegaskan, Batik Rando'o Nagaya bukan sekadar menghadirkan corak baru, tetapi diharapkan menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Donggala.

Menurutnya, motif tersebut lahir dari keindahan alam Donggala yang sederhana namun sarat makna, serta melambangkan kelembutan, harapan, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

"Dengan memperkenalkan Batik Rando'o Nagaya, kita tidak hanya menghadirkan sebuah simbol budaya, tetapi juga mengingatkan kembali jati diri masyarakat Donggala yang harus terus dijaga dan dilestarikan," tuturnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.