Kota Palu Jadi Wilayah No 1 Terpanas di Indonesia, BMKG Catat Kalimantan Mayoritas Bersuhu Panas
SERAMBINEWS.COM - Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi wilayah dengan suhu terpanas di Indonesia dalam 24 jam terakhir atau dalam periode pengamatan 12 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 13 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan pada Kamis (13/8/2026), Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Aljufri mencatat suhu maksimum mencapai 36,4 derajat Celsius.
Posisi kedua ditempati Stasiun Geofisika Lampung Utara, Lampung dengan suhu maksimum 36,2°C, disusul Stasiun Meteorologi Kalimarau di Berau, Kalimantan Timur, dengan suhu 36,1°C.
Selanjutnya, Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan di Bulungan, Kalimantan Utara mencatat suhu maksimum 36,0°C.
Sementara dua stasiun di Kalimantan Barat, yakni Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak dan Stasiun Meteorologi Tebelian, sama-sama mencatat suhu 35,6°C.
Suhu maksimum 35,5°C tercatat di Stasiun Meteorologi Pangsuma di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dan Stasiun Meteorologi Tanah Merah di Papua Selatan.
Dua stasiun lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar adalah Stasiun Meteorologi Nangapinoh di Melawi, Kalimantan Barat, dengan suhu 35,3°C, serta Stasiun Meteorologi Sanggau di Kalimantan Barat yang juga mencatat 35,3°C.
Dengan demikian, lima dari 10 stasiun dalam daftar BMKG berada di Kalimantan Barat.
Jika ditambah Berau di Kalimantan Timur dan Bulungan, Kalimantan Utara, terdapat tujuh stasiun dari Pulau Kalimantan yang masuk dalam daftar suhu maksimum tertinggi tersebut.
Berikut Daftar 10 Wilayah dengan Suhu Maksimum Tertinggi di Indonesia
*) periode pengamatan 12 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 13 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Data tersebut menunjukkan wilayah Kalimantan masih cukup dominan dalam daftar daerah dengan suhu maksimum tinggi.
Tingginya suhu maksimum dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang relatif cerah, minimnya tutupan awan, serta kuatnya radiasi matahari yang mencapai permukaan.
Ketika awan yang menghalangi sinar matahari berkurang, proses pemanasan permukaan menjadi lebih optimal sehingga suhu udara dapat meningkat.
Masyarakat di wilayah yang mengalami suhu tinggi diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga disarankan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari paparan matahari langsung terlalu lama, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta mengurangi aktivitas fisik berat pada periode terpanas.
Kondisi panas juga perlu diwaspadai oleh kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dan peringatan cuaca dari BMKG untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi atmosfer terkini.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)