Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Perkembangan teknologi membutuhkan material yang semakin kuat, ringan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Kuliah Poltekkes Kesuma Bangsa Mahasiswa Belajar Kembangkan Sistem Pendaftaran Pasien Digital
Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Teknik Material Institut Teknologi Sumatera (Itera) hadir untuk mencetak generasi engineer yang mampu merekayasa material sekaligus mengembangkan inovasi berbasis kekayaan alam Indonesia.
Koordinator Program Studi Teknik Material Itera, Nur Istiqomah Hamidy, menjelaskan bahwa teknik material merupakan bidang keilmuan yang mempelajari struktur, proses pembuatan, sifat, hingga performa berbagai jenis material.
“Di program studi ini, mahasiswa akan mempelajari bagaimana cara merekayasa material untuk berbagai macam aplikasi sehingga nantinya diperoleh material sesuai dengan kebutuhan,” jelas Nur, Kamis (13/8/2026).
Teknik Material memiliki cakupan keilmuan yang luas. Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami ilmu keteknikan, tetapi juga memiliki fondasi kuat dalam sains, khususnya matematika, fisika, kimia, dan biologi.
Pada tahun kedua, mahasiswa mulai memasuki mata kuliah yang menjadi jembatan antara ilmu sains dan keteknikan, seperti termodinamika, fenomena transport, serta kekuatan material.
Memasuki tahun ketiga dan keempat, mahasiswa semakin diarahkan pada mata kuliah inti teknik material dan penerapannya dalam berbagai persoalan engineering.
Mahasiswa juga mempelajari beragam kelompok material, mulai dari logam, keramik, polimer hingga komposit.
Menariknya, Teknik Material ITERA memiliki mata kuliah yang menjadi salah satu pembeda dibandingkan program studi sejenis di perguruan tinggi lain, yakni Mineral Industri.
Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai mineral yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, terutama potensi mineral yang terdapat di Pulau Sumatra.
“Mahasiswa akan belajar terkait kekayaan alam di Pulau Sumatra yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan,” ujar Nur.
Berbeda dengan program studi yang memiliki peminatan sangat spesifik, Teknik Material ITERA memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menentukan bidang yang sesuai dengan ketertarikannya melalui mata kuliah pilihan.
Pilihan tersebut antara lain berkaitan dengan proses pembuatan material, desain material, hingga analisis kegagalan material. Minat mahasiswa kemudian dapat tercermin dalam topik tugas akhir yang mereka pilih.
Pendekatan ini membuat mahasiswa memiliki kesempatan mengeksplorasi berbagai bidang sebelum menentukan fokus keahlian yang ingin dikembangkan.
Saat ini, Program Studi Teknik Material ITERA didukung oleh 13 dosen, termasuk dua dosen luar biasa yang merupakan pensiunan ITB.
Dari jumlah tersebut, empat dosen telah bergelar doktor (S3), sementara dosen lainnya bergelar magister (S2) dan dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan doktoral.
Tidak hanya diarahkan menjadi engineer di industri, lulusan Teknik Material ITERA juga dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan maupun membangun usaha berbasis teknologi.
Profil lulusan yang dikembangkan mencakup kemampuan menyelesaikan persoalan teknik di bidang material, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, serta mampu menggabungkan teknologi dengan jiwa kewirausahaan.
“Diharapkan nantinya mahasiswa atau lulusan kami bisa berkontribusi sebagai engineer di industri, melanjutkan studi, ataupun menjadi teknopreneur,” kata Nur.
Sejak mulai menghasilkan lulusan, Program Studi Teknik Material ITERA telah meluluskan empat angkatan dengan sekitar 200 lulusan.
Tingkat kelulusan tepat waktu tercatat sekitar 60 persen, dengan sekitar 10 persen di antaranya mampu menyelesaikan studi dalam waktu tiga setengah tahun.
Ruang inovasi di Teknik Material ITERA juga berkembang melalui berbagai penelitian dosen dan mahasiswa.
Sejumlah penelitian diarahkan pada pengembangan material baterai, material panel surya, sensor, serta material untuk aplikasi lingkungan.
Penelitian juga mencakup pengembangan proses pembuatan material menggunakan teknologi mutakhir, seperti 3D printing, electrospinning, dan autocombustion.
Fokus tersebut menunjukkan bahwa teknik material tidak berhenti pada mempelajari bahan, tetapi juga bagaimana menciptakan material dengan karakteristik baru untuk menjawab kebutuhan teknologi masa depan.
Kabar baik datang pada 2026. Program Studi Teknik Material ITERA berhasil memperoleh akreditasi unggul, menjadi salah satu pencapaian penting dalam perkembangan program studi tersebut.
Selain penguatan kualitas akademik, mahasiswa dan dosen Teknik Material ITERA juga telah menorehkan berbagai prestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, khususnya yang berkaitan dengan teknologi dan pengembangan material.
Berbagai capaian tersebut memperlihatkan bahwa Teknik Material ITERA terus membangun ekosistem pendidikan yang menggabungkan sains, engineering, riset, inovasi, serta semangat kewirausahaan.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)