Mahasiswa Tabrak Lari Polisi di Bandung, Sempat Pesta Miras dan Pinjam Mobil TNI, Ini Kronologinya
Talitha Daren August 13, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus tabrak lari yang menewaskan anggota Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara, menyeret seorang mahasiswa berinisial A sebagai tersangka.

Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebelum kecelakaan, A diketahui sempat mengonsumsi minuman beralkohol bersama sejumlah orang di sebuah kedai di kawasan Simpang Lima, Bandung.

A bahkan mengakui dirinya tetap mengemudikan mobil dalam kondisi mabuk setelah pesta minuman keras tersebut.

Mobil yang digunakan A ternyata bukan miliknya, melainkan kendaraan yang dipinjam dari seorang rekannya yang diketahui merupakan anggota TNI berinisial A.

A meninggalkan kedai dengan alasan hendak membeli rokok menggunakan mobil tersebut.

Dalam perjalanan, dua prajurit TNI, Prada A dan Prada V, juga berada di dalam kendaraan yang dikemudikan A.

Tak lama berselang, mobil tersebut melintas di Jalan Merdeka dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Aiptu Asep.

Saat itu, Aiptu Asep baru saja menjalankan patroli gabungan sebelum akhirnya terlibat dalam kecelakaan yang merenggut nyawanya.

Peristiwa tersebut kini ditangani polisi dan A telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tabrak lari tersebut.

Baca juga: Kecelakaan di Sukoharjo, McLaren Terbelah jadi 2, Pagar Warung Rusak, YouTuber Andra ST Bantah Mabuk

A Akui Mabuk

A menuturkan bahwa sebelum insiden kecelakaan, ia sempat berada di sebuah kedai di kawasan Simpang Lima bersama sejumlah orang, yang jumlahnya lebih dari lima. Ia juga membenarkan bahwa dirinya mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi minuman beralkohol sehingga berada dalam kondisi mabuk.

"Iya betul, malam itu saya mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Minumnya di kedai Simpang Lima. Saya datang ke kedai, minuman sudah ada di sana. Saat minum-minum ada lebih dari lima orang. Dari kedai, saya meminjam mobil yang merupakan teman saya yang anggota TNI inisial A untuk membeli rokok," kata A, dikutip dari TribunJabar.id

Kendaraan itu dipinjam A dari seorang rekannya yang diketahui merupakan anggota TNI. Setelah itu, A meninggalkan kedai dengan mobil tersebut untuk membeli rokok.

Dalam perjalanan, dua prajurit TNI, yakni Prada A dan Prada V, turut berada di dalam kendaraan yang dikemudikan A.

Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi menyebut insiden kecelakaan tersebut berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Merdeka, persis di depan El Royale, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Baca juga: Mabuk dan Mengamuk, Mahasiswa Rusak Palang Perlintasan KA di Yogyakarta, Tantang Petugas, Diamankan

MAHASISWA TABRAK LARI - Kronologi Mahasiswa Tabrak Lari Polisi di Bandung, Sempat Pesta Miras sampai Pinjam Mobil Anggota TNI (Tribun Trends/Kompas.com/Agie Permadi)

Korban Terseret

Saat kejadian, Aiptu Asep tengah mengendarai sepeda motor usai menjalankan patroli gabungan.

Di lokasi tersebut, mobil yang dikemudikan A kemudian menabrak sepeda motor yang dikendarai Aiptu Asep.

"Pada saat kejadian terjadinya laka lantas itu bertiga. Sudah kami mintakan keterangannya semua dua orang itu," kata Dedi saat rilis pengungkapan di Mapolrestabes Bandung.

Usai ditabrak mobil tersebut, korban disebut sempat terseret sejauh puluhan meter. Namun, A tidak berhenti setelah kejadian dan justru terus mengemudikan kendaraannya meninggalkan lokasi.

A mengaku tidak lagi mengingat dengan jelas kapan dirinya meninggalkan kedai untuk membeli rokok. Ia juga mengungkapkan bahwa saat mengemudikan mobil tersebut, dirinya tidak menyadari telah menabrak seseorang.

"Iya saya enggak merasa telah menabrak," katanya.

Polisi menduga kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh minuman beralkohol yang dikonsumsi A sebelum berkendara.

"Keterangan sementara pada saat di BAP kemarin, itu yang bersangkutan sadar atau tidak sadar bunyi seperti itu. Ya, ini akibat dalam keadaan kondisi di bawah pengaruh minuman alkohol," ucap Dedi

Usai insiden kecelakaan tersebut, A bersama rekannya kembali menuju kawasan Simpang Lima. Polisi kemudian memberikan klarifikasi mengenai video yang beredar yang memperlihatkan empat orang berada di dalam mobil.

Menurut keterangan kepolisian, rekaman itu dibuat setelah kecelakaan terjadi. Sementara ketika peristiwa tabrak lari berlangsung, hanya terdapat tiga orang di dalam kendaraan.

"Jadi kami luruskan bahwasanya itu adalah pascakejadian karena kami punya bukti-bukti otentik dengan CCTV," kata Dedi.

Setelah itu, A kembali ke tempat kosnya dengan diantar oleh salah seorang temannya. A mengaku saat tiba di kos, dirinya masih berada dalam kondisi mabuk.

Sementara itu, pemilik kendaraan sempat menanyakan kerusakan pada mobil yang terjadi setelah mobil tersebut dipakai oleh A.

"Ketika siang harinya pada Minggu itu saya dijemput polisi. Saat malam itu pulang ke kosan saya diantar oleh teman dalam kondisi mabuk. Iya saya juga sempat ditegur oleh pemilik mobil terkait kondisi mobil yang rusak. Saya jawab enggak tahu," katanya.

Baca juga: Tak Cuma Main HP di Jam Kerja, ASN Bandung Barat Dikritik Gegara Minta Fee Proyek, DPRD: Sanksi!

Dua Prajurit TNI di Dalam Mobil

Polisi kemudian menjemput A pada Minggu siang setelah melakukan serangkaian penyelidikan.

Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmudin membenarkan adanya dua prajurit TNI yang berada di dalam mobil saat kecelakaan berlangsung. Kedua anggota tersebut diketahui berinisial Prada A dan Prada V.

"Yang mengendarai adalah saudara A, berinisial A. Kemudian di dalamnya itu tadi yang disampaikan sama Pak Kapolres bahwa ada dua orang anggota kita yang berinisial adalah Prada A dan Prada V," kata Mahmudin, dikutip dari Kompas.com.

Kepolisian menegaskan bahwa kedua anggota TNI tersebut tidak berada di balik kemudi saat kecelakaan terjadi. Keduanya juga sudah diperiksa oleh Polisi Militer dan hingga kini masih berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut.

"Dua orang kebetulan hasil pemeriksaan dari POM kami selalu berkoordinasi, kami memeriksa bersama-sama, dua dari teman TNI, satu dari sipil. Cuma yang mengendarainya yang sipil, ya ini kami luruskan," ujar Dedi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap dua prajurit tersebut dilakukan melalui mekanisme internal TNI.

"Dua orang sebagai oknum anggota TNI dari Pussenkav yang menemani dan sekarang informasinya dijadikan saksi untuk proses pemeriksaan. Tentu, jajaran TNI akan menjunjung tinggi supremasi hukum, hanya bedanya kalau ini memang bukan anggota harus dengan peradilan sipil, sedangkan yang TNI di internal TNI prosesnya," katanya.

Polisi berhasil mengungkap identitas A setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Penyidik juga menggali keterangan dari sejumlah saksi melalui pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI) serta menelusuri rekaman CCTV milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian yang dikenakan tersangka saat kejadian, STNK, dokumentasi dari lokasi kecelakaan, serta kendaraan yang digunakan. Hingga saat ini, sebanyak tujuh saksi telah dimintai keterangan.

Atas perbuatannya, A dijerat dengan Pasal 105 juncto Pasal 106 ayat (1) juncto Pasal 312 dan juncto Pasal 311 ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, Aiptu Asep meninggal ketika menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat Kota Bandung.

"Almarhum meninggal dunia dalam keadaan melaksanakan tugas dan tugasnya itu merupakan garis SOP yang disepakati bersama TNI, Polri, Pemerintah Daerah untuk memperkuat keamanan di Kota Bandung dan seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat," katanya.

Dedi turut menyambangi rumah duka yang berada di Gang Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Setelah kejadian tersebut, ia meminta aparat TNI dan Polri untuk terus melaksanakan patroli serta memastikan situasi keamanan tetap terjaga.

"Saya memiliki tanggung jawab membangun semangat bagi seluruh anggota jajaran Polri dan TNI supaya terus memacu tetap berpatroli, jangan sampai peristiwa ini menurunkan semangat menjaga keamanan Kota Bandung," katanya.

Aiptu Asep meninggalkan seorang istri dan empat anak. Jenazahnya telah dimakamkan di wilayah Gumuruh, Kota Bandung.

(TribunTrends.com/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.