TRIBUNJAMBI.COM — Pemerintah Provinsi Jambi bersama PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan proyek jalan tol Trans-Sumatera (JTTS) yang melintasi wilayah Jambi.
Dua proyek raksasa, yakni Tol Betung–Tempino–Jambi (arah Palembang, Sumatera Selatan) dan Tol Jambi–Rengat Fase I (arah Riau), menjadi fokus utama interkoneksi logistik guna mengatasi kemacetan parah di jalan lintas nasional.
Pembangunan tol yang menghubungkan Provinsi Jambi ke arah Sumatera Selatan (Betung) ditargetkan rampung sepenuhnya dan beroperasi pada awal tahun 2027.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang sempat meninjau langsung area konstruksi di Bayung Lencir menegaskan pentingnya percepatan proyek ini demi memperkuat arus perdagangan kawasan.
Saat ini, pengerjaan fisik Seksi 1B (Babat Supat–Tungkal Jaya) sepanjang 31,58 km yang digarap oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) telah mencapai progres 31 persen.
Kehadiran tol Betung–Jambi ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari semula 5 hingga 7 jam via jalur nasional menjadi hanya 2 jam.
Efisiensi ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha menyusul kerap terjadinya kemacetan puluhan jam di ruas Palembang–Betung akibat perbaikan jalan.
Bergerak ke arah utara menuju Riau, Pemerintah Provinsi Jambi tancap gas mempersiapkan pengerjaan Tol Jambi–Rengat Fase I (Ruas Pijoan–Cinto Kenang–Merlung) sepanjang 67,45 kilometer.
Dalam rapat koordinasi percepatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, dipatok sejumlah target ketat untuk memastikan konstruksi berjalan lancar:
- 5 September 2026: Batas akhir penyelesaian revisi Penetapan Lokasi (Penlok).
Baca juga: Al Haris soal Lahan Tol Jambi-Rengat: Akhir Desember Semua Sudah Klir
Baca juga: Penjaga Malam Kantor Dinas di Batang Hari Jambi Ditemukan Meninggal Telentang
- Desember 2026: Target lahan harus bersih total (clear and clean).
Anggaran pembayaran "ganti untung" untuk lahan masyarakat serta relokasi fasilitas umum dan sekolah yang terdampak dipastikan sudah siap.
- Januari 2027: Eksekusi konstruksi fisik di lapangan resmi dimulai.
"Kita targetkan Penlok rampung awal September, lalu pembayaran ganti untung langsung berjalan. Kita ingin pastikan akhir Desember semua lahan sudah clear, sehingga Januari 2027 tim pelaksana proyek sudah bisa langsung action di lapangan," tegas Gubernur Al Haris.
Proyek Tol Jambi–Rengat Fase I ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 17 triliun.
Pendanaannya didukung melalui skema pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Jalur tol ini nantinya akan dilengkapi dengan dua simpang susun, yaitu Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung.
Salah satu paket pengerjaan utama yang paling diantisipasi adalah pembangunan Jembatan Batanghari yang akan menjadi struktur ikonik sekaligus penopang utama jalur bebas hambatan di atas sungai terbesar di Sumatera tersebut.
Dengan tersambungnya jalur tol dari arah selatan (Palembang) menuju utara (Riau) yang melintasi Jambi, pertumbuhan ekonomi baru diproyeksikan tumbuh pesat di sekitar gerbang tol, seperti area Pijoan dan Muaro Jambi.
Baca juga: Kualitas Udara di Indonesia Hari Ini: Pontianak Tidak Sehat, Jambi Masih Sensitif
Baca juga: Daftar Pemda Berprestasi Batch II 2026 - Ada Jambi, Sungai Penuh, Kerinci
Baca juga: Skandal Korupsi TPL Libatkan 2 Pegawai Pajak, Negara Rugi Rp2 Triliun