TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim), Irjen Pol Endar Priantoro, memimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas yang berlangsung di Lapangan GOR Sempaja Samarinda, pada Kamis (13/8/2026).
Apel akbar yang dihuni oleh berbagai lintas elemen ini digelar sebagai langkah antisipatif dalam menyikapi dinamika sosial kemasyarakatan di Kota Samarinda dan Kaltim secara umum.
Perkembangan daerah yang pesat dinilai bagai dua sisi mata pisau, di satu sisi mendorong kemajuan ekonomi, namun di sisi lain membuka celah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, organisasi masyarakat (ormas), kelompok adat, pemuda, elemen buruh, hingga komunitas ojek daring.
Baca juga: Bhayangkara 80 Tahun: Menjaga Kamtibmas, Merawat Kepercayaan, Mengawal Peradaban
Dalam arahannya, Kapolda Kaltim menegaskan pentingnya membangun benteng pertahanan sosial di tengah masyarakat guna menangkal berbagai ancaman, khususnya isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan.
Jenderal bintang dua tersebut menekankan bahwa institusi kepolisian tidak dapat berdiri sendiri dalam menjaga kondusivitas daerah tanpa adanya keterlibatan dan dukungan nyata dari warga.
"Kebanggaan sejati bagi institusi kepolisian adalah ketika berhasil mengubah mindset masyarakat agar mampu secara proaktif dan bersama-sama mencegah terjadinya kejahatan dari level akar rumput," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) serta memperkuat ketahanan informasi di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Gegana Satbrimob Polda Kaltim Patroli Kamtibmas di Balikpapan Selatan, Antisipasi Gangguan Keamanan
Dirinya juga menyampaikan kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kalimantan Timur dengan total peserta mencapai ribuan orang.
"Hari ini kami dari jajaran kepolisian bersama elemen masyarakat, Forkopimda, komunitas ormas, adat, dan pemuda se-Kaltim serentak melaksanakan Apel Besar Sabuk Kamtibmas. Untuk tingkat provinsi kita laksanakan di sini dengan 2.000 peserta, sementara target secara keseluruhan di Kaltim mencapai lebih dari 3.000 peserta," ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama agenda ini adalah menyamakan visi dan merapatkan barisan bahwa menjaga kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas TNI dan Polri.
"InsyaAllah kegiatan ini adalah salah satu wujud kebersamaan kita. Ada sekitar 30 komponen kelompok komunitas yang hadir hari ini. Ini menandakan optimisme kita bahwa Kalimantan Timur akan tetap damai dan aman," lanjutnya.
Baca juga: KKSS dan Dewan Adat Kutai Barat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Melalui perpaduan antara ketegasan penegakan hukum dan partisipasi aktif warga, Apel Besar Sabuk Kamtibmas ini ditutup dengan pembacaan ikrar bersama untuk saling menjaga lingkungan serta menyelesaikan setiap permasalahan sosial melalui musyawarah. (*)