Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Pemprov Papua Tengah menggelar Monitoring Meja Semester I Tahun Anggaran 2026 di Aula RRI Nabire, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini bertujuan mengawal pelaksanaan dan penyerapan APBD.
Pj Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule, menegaskan bahwa monitoring merupakan bagian penting dalam pengendalian pembangunan agar program berjalan efisien dan tepat sasaran.
"Tanpa monitoring yang baik, kita berhadapan dengan risiko kesalahan, penundaan, hingga kegagalan pelaksanaan program," kata Silwanus.
Baca juga: Disdik Jayawijaya Gelar Lomba Minat dan Bakat untuk Siswa SMA dan SMK
Silwanus menyoroti rendahnya serapan anggaran daerah yang per 11 Agustus 2026 baru mencapai 33,37 persen. Ia menilai kondisi ini memerlukan perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
Guna mengatasi hal tersebut, ia menginstruksikan para Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan pimpinan OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan, khususnya pengadaan barang dan jasa, dengan tetap mematuhi regulasi dan mengutamakan produk dalam negeri.
"Masih ada beberapa OPD yang realisasi anggarannya di bawah 50 persen. Saya minta kepala OPD segera mempercepat sisa kegiatan. Keterlambatan pelaporan tidak hanya menghambat monitoring, tetapi juga berdampak pada evaluasi kinerja," tegasnya.
Baca juga: Cegah Judi Online dan Pinjol, Propam Polresta Jayapura Razia Ponsel Personel
Sebagai upaya percepatan, Pemprov Papua Tengah menyiapkan aplikasi E-Monitoring melalui tautan https://dalevbang.papuatengahprov.go.id. Platform ini dirancang untuk memantau perkembangan penyerapan dana secara real-time, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas.
Silwanus menambahkan, setelah monitoring meja selesai, seluruh OPD wajib menyampaikan laporan perkembangan realisasi anggaran dan pencapaian target sebagai instrumen utama penilaian kinerja.
"Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Papua Tengah Emas yang Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan," pungkasnya.(*)