Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Salah seorang juru parkir di Puskesmas Sangkrah, Slamet Waluyo, mengaku bisa mendapat omzet Rp100.000–Rp200.000 per hari sebelum aturan larangan pungutan parkir diterapkan.
Ia pun mengklaim tak mematok harga untuk pengunjung.
“Sukarela. Kadang kalau dikasih, umpamanya Rp2.000, dikembalikan Rp1.000. Sudah tidak usah, ini rezeki,” ungkapnya saat ditemui Kamis (13/8/2026).
Ia mengaku sering kali mengikhlaskan jika para pengunjung tak memiliki uang receh.
Menurutnya, para pengunjung secara sukarela memberikan uang.
“Kalau uang ratusan saya lepas. Nggak matok. Sukarela,” jelasnya, Kamis (13/8/2026).
Sudah dua hari ini Pemerintah Kota Solo memberlakukan larangan menarik uang parkir di kantor pemerintahan.
Sejumlah kantor pemerintahan, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga puskesmas, pun dipasang keterangan parkir gratis.
Sejak saat itu, Slamet mengaku penghasilannya turun drastis.
Meski begitu, sejumlah pengunjung tetap sukarela memberi uang meski tahu kalau parkir di Puskesmas Sangkrah gratis.
Baca juga: Dilarang Tarik Uang Parkir, Kantor Wilayah di Solo Mulai Pasang Plang Parkir Gratis
Baca juga: Kesaksian Ayah Korban Tewas di SMPN 2 Sumberlawang Sragen : Lihat Anak Terbujur Kaku di Puskesmas
“Nggak ada penghasilan. Alhamdulillah kadang ada buat jajan. Buat beli rokok,” jelasnya.
Ia sendiri memang mengandalkan penghasilan hanya dari parkir. Pihak puskesmas telah memberi arahan agar tidak ada pungutan untuk parkir.