Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 69 kelompok peserta dari berbagai paguyuban, instansi dan etnis ikut mewarnai Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya NTT, Kamis (13/7/2026) siang.
Puluhan kelompok peserta itu memulai star dari depan Rumah Jabatan Gubernur NTT dan berakhir di depan Katedral Kota Kupang. Para peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis.
Pawai diawali dengan penampilan drum band oleh anggota Polda NTT.
Setiap peserta mengikuti pawai dengan menggunakan pakaian adat dari daerah masing-masing.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Pemprov NTT Siapkan Pawai Pembangunan Bernuansa Budaya
Ketua Panitia kegiatan Benyamin Nahak diikuti mengatakan, kegiatan itu bukan sekadar perhelatan untuk mempertontonkan kemeriahan dan keindahan budaya, budaya.
"Kegiatan ini sebuah ruang refleksi tentang siapa kita, darimana kita berasal dan kemana hendak berjalan sebagai masyarakat NTT," kata Beny, Kamis siang ketika menyampaikan laporan panitia.
Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT itu berkata, kegiatan ini juga menggambarkan keragaman yang terjalin di NTT. Masyarakat NTT, kata dia, terdiri dari berbagai suku, etnis, budaya dan agama yang terus hidup berdampingan dengan kerukunan.
Agenda ini, menurut dia, hendaknya dimaknai sebagai perjalan simbolik dari keberagaman menuju persatuan dan dari indentitas menuju kebersamaan dan menuju kemajuan.
Baginya setiak langkah peserta dalam kegiatan ini menyiratkan pesan bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan manusia dan kebudayaan.
Beny mengklaim antusias masyarakat yang memadati rute menunjukkan kegiatan ini sangat dinantikan masyarakat.
"Puluhan ribu warga dari berbagai usia dan pelosok hadir untuk menyaksikan kreativitas dan ekspresi budaya yang ditampilkan," ujarnya.
Kehadiran masyarakat juga, kata dia, memperkuat bahwa budaya mampu mempertemukan antar manusia, menciptakan kegembiraan bersama dan membangun rasa memiliki. Beny menyebut, kegiatan ini juga memberi efek ekonomi.
"Ketika masyarakat bergerak, berkumpul dan merayakan kebudayaan, maka terjadi pula keberadaan ekonomi, pelaku UMKM memperoleh ruang untuk tumbuh dan mendapat manfaat ekonomi dari kegiatan ini," ujarnya.
Ia mencontohkan dampak langsung bisa diperoleh dari penyewaan pakaian adat, tata rias, dekorasi hingga transportasi serta kuliner. Semua itu bergerak saat agenda berlangsung. Dia mengatakan, kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antar lintas sektor.
Kolaborasi menjadi sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang dilakukan bersama. Baginya, pembangunan merupakan kerja sama dan kebudayaan adalah milik bersama dan masa depan NTT merupakan tanggung jawab semua orang.
Beny berharap, Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya ini menjadi momentum meneguhkan keragaman. Ia menyebut, kegiatan ini juga untuk memeriahkan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi NTT.
"Memperkenalkan hasil pembangunan yang telah dicapai selama ini. Sebagai pelestarian dan promosi budaya NTT, sebagai wahana silahturahmi etnis budaya di NTT, memberikan hiburan sehat dan edukatif bagi masyarakat," ujarnya.
Dia menjelaskan, kegiatan ini diikuti pelajar hingga etnis di NTT yang terdiri dari SMA/SMK berjumlah 7 kelompok peserta, Perguruan Tinggi 2 kelompok, OPD 38 kelompok peserta, etnis NTT 2 kelompok, perbankan 2 kelompok, BUMD 2 kelompok, Dekranasda 1 kelompok dan sisanya komunitas lainnya, dengan total 79 kelompok peserta.
"Semoga kegiatan ini terus dilakukan agar segala hasil pembangunan serta budaya NTT terus dilestarikan dan dipromosikan ke masyarakat luas," ujarnya.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu. Ia menyampaikan ada sejumlah pihak yang meminta agar diundang dalam kegiatan selanjutnya. Secara khusus Melki menyoroti ihwal waktu pelaksanaan.
"Kegiatan ini dibuat siang, saya minta buat sore. Tapi karena ini usulan peserta juga, saya minta air standby di semua titik, kesehatan juga. Karena ini jalannya siang, menantang alam," ujarnya.
Melki mengatakan, kegiatan semacam ini selalu dinantikan setiap tahun. Sebab, pelaksanaannya menampilkan seluruh etnis dan pembakaran di NTT dari semua instansi. Dia menyampaikan terima kasih atas semua yang telah berpartisipasi.
"Semoga kita di NTT terus melahirkan banyak produk andalan melalui program OSOP, OCOP, OVOP, yang bisa dilahirkan dari berbagai institusi, paguyuban, BUMN/BUMD, TNI/Polri, semua," ujarnya.
Melki juga menyinggung program jam belajar yang digagas Pemerintah Provinsi NTT agar bisa disukseskan bersama.
Paling tidak pukul 18.00 wita hingga pukul 19.30 wita ada waktu ruang yang digunakan untuk anak-anak bisa belajar.
Dia menyebut, acara ini akan terus berlanjut dan puncaknya adalah upacara HUT ke-81 RI. Berdasarkan arahan Pemerintah Pusat, apel Kemerdekaan RI berlangsung pukul 07.00 pada tanggal 17 Agustus 2026. (fan)