Sejumlah Siswa SD Negeri 5 Giritontro Wonogiri Mual Diduga Usai Santap MBG, Begini Penjelasan SPPG
Putradi Pamungkas August 13, 2026 05:16 PM

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sebanyak 5 siswa SD Negeri 5 Giritontro, Wonogiri, Jawa Tengah mengeluhkan mual saat jam sekolah pada Rabu (12/8/2026).

Kelima siswa kemudian menjalani pemeriksaan di Puskesmas Giritontro.

Informasi yang beredar menyebut keluhan mual muncul setelah siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada hari tersebut.

Menu yang menjadi perhatian yakni telur.

5 Siswa Diperiksa di Puskesmas

Asisten Lapangan SPPG Giritontro, Wahyu Catur Nugroho, membenarkan pihaknya menerima informasi mengenai lima siswa tersebut dari Puskesmas Giritontro.

"Dapat informasi dari Puskesmas ada 5 siswa yang diperiksakan ke sana sekitar jam 10.00, informasinya setelah mengonsumsi MBG," katanya, Kamis (13/8/2026).

Ia menjelaskan menu MBG pada hari itu terdiri dari telur, tahu, sayur brokoli dan wortel, serta buah apel.

Para siswa mengonsumsi makanan tersebut sekitar pukul 09.00. Sekitar 30 menit kemudian, mereka mulai mengeluhkan mual.

"Informasinya kemungkinan penyebab bukan dari MBG, tapi makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Melihat durasi konsumsi sampai waktu gejala itu hanya sekitar 15-30 menit," imbuhnya.

KERACUNAN MBG - Forkopimcam Giritontro meninjau SPPG Giritontro
KERACUNAN MBG - Forkopimcam Giritontro meninjau SPPG Giritontro usai adanya laporan siswa mengalami gejala keracunan. Sebanyak 5 siswa SD Negeri 5 Giritontro, Wonogiri, mengeluhkan mual saat jam sekolah pada Rabu (12/8/2026).

SPPG Cek 40 Sekolah Lain

Setelah menerima informasi tersebut, pihak SPPG Giritontro berkoordinasi dengan 40 sekolah lain yang mendapat layanan MBG untuk mengetahui apakah ada siswa yang mengalami keluhan serupa.

Hasil koordinasi menunjukkan tidak ada laporan gejala serupa dari sekolah lainnya. Menu yang dibagikan juga sama, meski proses pengolahan makanan berlangsung dalam dua kloter untuk pengiriman pagi dan siang.

"Tidak ada sekolah lain yang mengalami keluhan yang sama. Menu hari itu sama, kami memasak menjadi dua kloter pengolahan, untuk pengiriman pagi dan siang," jelasnya.

Pihak Puskesmas Giritontro kemudian melakukan observasi terhadap lima siswa tersebut.

Selama satu jam pemantauan, tidak ada siswa yang mengalami muntah maupun diare.

Pada sore harinya, pihak SPPG kembali berkoordinasi dengan orang tua melalui sekolah untuk memantau kondisi kelima siswa.

Berdasarkan keterangan orang tua, tidak ada anak yang kembali mengeluhkan mual maupun gejala keracunan.

"Sorenya itu sudah tidak mengeluhkan mual. Malam kita menghubungi lagi dan tidak ada yang bergejala. Alhamdulillah hari ini tadi 5 siswa sudah kembali ke sekolah," paparnya.

Baca juga: Cicipi Ayam Rempah MBG Bermasalah di Jati Karanganyar, Kepala SPPG Mual dan Muntah Tiga Kali

Sampel Makanan Dikirim ke Labkesda

Meski kondisi kelima siswa sudah membaik, pihak SPPG tetap melaporkan kejadian tersebut kepada Korwil BGN Wonogiri.

Pihak dapur SPPG juga terus berkoordinasi dengan Puskesmas Giritontro dan Polsek setempat untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Terpisah, Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma membenarkan adanya laporan lima siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Ia menyebut kelima siswa mengeluhkan sakit perut, mual, dan pusing.

Mereka kemudian menjalani pemeriksaan di Puskesmas Giritontro.

"Kemarin diperiksakan ke puskesmas giritontro diberi obat dan pulang. Sampai dengan pagi hari ini tadi kelima anak sudah masuk mengikuti jam olahraga di sekolah," jelasnya.

Menurutnya, sebanyak 74 siswa di SD Negeri 5 Giritontro menyantap menu MBG yang sama pada waktu yang sama.

Meski demikian, Forkopimcam bersama pihak puskesmas tetap melakukan monitoring ke SD Negeri 5 Giritontro dan SPPG Giritontro.

"Sampel makanan akan dikirim ke Labkesda oleh puskesmas giritontro. Belum bisa dipastikan apakah dari MBG, kita menunggu hasil Labkesda," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.