BANJARMASINPOST.CO.ID - Safar sudah berada di pengujung bulan. Tak lama lagi 1 Rabiul Awal 1448 Hijriah tiba bertepatan dengan 14 Agustus 2026.
Bulan Rabiul Awal menjadi lebih istimewa karena memasuki bulan kelahiran Rasululllah SAW.
Tak heran pula di Kalsel, banyak orang melaksanakan pernikahan di bulan Rabiul Awal.
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengingatkan ada beberapa amalan baik dibaca memasuki Rabiul Awal.
Penceramah Ustadz Abdul Somad menganjurkan kaum muslimin memperbanyak amal shaleh di bulan Rabiul Awal atau bulan kelahiran Nabi SAW, di antaranya merutinkan bersholawat.
Baca juga: Kemarau Melanda Binuang Tapin, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Raya Belanti Terdampak Kekeringan
Baca juga: Polsek Banjarmasin Tengah Amankan Karyawan Gudang, Diduga Curi 21 Rol Kabel
Diterangkan Ustadz Abdul Somad, di bulan Rabiul Awal biasanya terdapat acara maulid yang mana diisi dengan lantunan sholawat, keutamaan membaca sholawat bagi umat Islam adalah tanda mencintai Rasulullah SAW.
Ustadz Abdul Somad menuturkan orang yang menolak maulid Nabi adalah orang yang menolak sholawat, sebab di acara maulid Nabi SAW terdapat bacaan-bacaan sholawat.
Sholawat Nabi adalah doa atau kalimat-kalimat yang ditujukan kepada Rasulullah SAW sebagai wujud cinta dan hormat sebagai umat muslim.
Adapun jadwal Maulid Nabi 2026 yang diperingati tanggal 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah maka jatuh pada Selasa (25/8/2026).
Ustadz Abdul Somad menjelaskan keutamaan shalawat, yang mana tidak akan sampai doa seseorang yang tidak mengucapkan sholawat di awal doa.
"Tidak sah khutbah Jumat kalau tidak bersholawat, tidak diterima shalat kalau tidak bershalawat, jadi kalau orang yang tidak mau datang ke maulid, berarti menolak shalawat," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube TAMAN SURGA. NET.
Hal ini dikatakan Ustadz Abdul Somad, isi acara maulid Nabi adalah sholawat, suatu majelis yang tidak mengucap atau membaca sholawat maka majelis itu adalah majelis busuk berbau bangkai berulat.
Itulah mengapa jika bertemu dengan orang lain maka hendaknya ucapkan sholawat.
Orang yang paling dekat majelisnya dengan Nabi SAW adalah orang yang bersholawat.
Acara maulid Nabi Muhammad SAW adalah majelis sholawat, keutamaan shalawat diriwayatkan dalam hadits shahih.
Orang yang gemar bersholawat, Allah SWT telah berjanji akan membalasnya dengan kemuliaan luar biasa.
Keutamaan bershalawat kepada Nabi SAW diriwayatkan dalam hadist berikut:
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً صلَّى اللَّهُ عليهِ عشرَ صلَواتٍ ، وحُطَّت عنهُ عشرُ خطيئاتٍ ، ورُفِعَت لَهُ عشرُ درجاتٍ
“Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula'." (HR Ahmad).
Maka yang bingung beramal, perbanyak saja shalawat, selain dzikir lainnya, tasbih, tahmid, dan takbir.
Tak hanya di bulan Maulid saja, sholawat dapat dilantunkan kapan saja dan dalam kondisi atau sedang melakukan apapun.
Misalnya saat memasak, di sela-sela bekerja, ketika di pusat perbelanjaan dan tempat manapun.
"Sesuatu yang sering dibaca akan membuat terngiang misalnya saat tidur, andai malam itu adalah malam terakhir maka malam itu akan bernilai sholawat," terang Ustadz Abdul Somad.
Majelis maulid Nabi juga hendaknya menceritakan kelebihan-kelebihan Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Semarak REI Kalsel Expo 2026, Kegiatan Donor Darah Tarik Perhatian Pengunjung
Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ
“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.”
Shalawat Ibrahimiyah
Sholawat ini adalah yang dibacakan saat sholat yaitu ketika tasyahud akhir.
للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
“Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid”.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim.”
“Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”
(Banjarmasinpost.co.id)