Sabuk pengaman tetap menjadi salah satu fitur keselamatan terbaik yang tersedia bagi penumpang kendaraan saat ini, selama digunakan dengan benar—dan tentu saja dalam kondisi berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, menurut pengumuman penarikan kembali terbaru dari Stellantis, sejumlah besar pikap Ram kemungkinan dilengkapi sabuk pengaman yang tidak bekerja dengan semestinya.
Penarikan kembali yang diumumkan pada 31 Juli itu mencakup lebih dari 1.27 juta unit Ram 1500 model tahun 2019–2026 di seluruh Amerika yang kemungkinan diproduksi dengan jangkar pengait sabuk pengaman baris kedua tengah dan/atau sisi pengemudi baris kedua yang tidak terpasang dengan benar pada struktur bodi kendaraan. Dalam skenario tabrakan tertentu, Ram menyebut kinerja sabuk pengaman baris kedua dapat terpengaruh, sehingga meningkatkan risiko cedera.
Menurut Reuters, Stellantis mengetahui adanya satu cedera yang berpotensi terkait dengan penarikan kembali ini. Pabrikan tersebut menyatakan tidak ada korban jiwa yang berhubungan dengan masalah ini. Cakupan penarikan kembali juga melampaui Amerika Serikat, termasuk 156,000 unit di Kanada, 15,000 unit di Meksiko, dan sekitar 75,000 unit di luar Amerika Utara, sehingga total populasi kendaraan yang ditarik kembali mencapai lebih dari 1.5 juta truk.
Pemilik kendaraan yang terdampak akan diberi pemberitahuan oleh Stellantis selaku induk Ram, dan diarahkan untuk menghubungi diler setempat guna menjadwalkan inspeksi. Diler akan memeriksa jangkar pengait sabuk pengaman baris kedua tengah dan sabuk pengaman sisi pengemudi baris kedua, lalu jika diperlukan akan memasangnya dengan benar ke struktur bodi kendaraan. Layanan ini akan diberikan tanpa biaya.
Ini bukan pertama kalinya Ram terkait dengan penarikan kembali pada 2026. Pabrikan truk itu sebelumnya menarik sekitar 12,000 unit pikap Heavy Duty seri 2500 pada awal tahun ini karena sistem kalibrasi kecepatan kendaraan yang keliru, yang memungkinkan pikap tersebut melampaui batas maksimum rating kecepatan ban. Pabrikan kemudian memrogram ulang modul kontrol powertrain pada kendaraan terdampak agar kecepatan puncaknya tetap berada dalam batas kemampuan ban.