BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Di tengah semakin beragamnya pilihan moda transportasi, angkutan kota (angkot) trayek Kandangan-Rantau masih menjadi salah satu pilihan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Namun, keberadaan angkot lintas Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tapin itu kini menghadapi tantangan berat. Jumlah armada yang masih aktif terus menyusut seiring munculnya berbagai moda transportasi baru.
Salah seorang sopir angkot trayek Kandangan-Rantau, Uwel, mengungkapkan kondisi tersebut saat ditemui di Jalan Brigjen Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kamis (13/8/2026).
Uwel menuturkan, angkot trayek Kandangan-Rantau dulunya memiliki puluhan armada yang beroperasi melayani masyarakat.
Baca juga: Karhutla Hanguskan 50 Hektare Lahan di Pandahan Tapin Kalsel, Kebun Sawit Warga Ikut Terdampak
Baca juga: Daftar 10 Calon Sekda HSS yang Lolos Tahapan Administrasi, Ada dari Tapin dan Kotabaru
"Kalau dulu jumlahnya sekitar 83 unit. Sekarang yang aktif tinggal sekitar 10 unit," ujarnya.
Menurut Uwel, menurunnya jumlah penumpang mulai terasa sejak masyarakat semakin mudah memiliki kendaraan pribadi, terutama sepeda motor melalui sistem kredit.
Kondisi tersebut kemudian semakin berat dengan hadirnya bentor, mobil travel hingga layanan transportasi berbasis aplikasi.
"Sejak banyak kendaraan kredit, penumpang mulai berkurang. Terus menurun," ungkapnya.
Uwel mengatakan, kondisi itu membuat penghasilan sopir angkot ikut terdampak. Bahkan, sebagian sopir memilih meninggalkan pekerjaan sebagai sopir angkot dan beralih ke pekerjaan lain yang dinilai lebih menjanjikan.
"Kalau ada pekerjaan lain, bisa meninggalkan taksi ini," katanya.
Meski demikian, Uwel mengaku masih bertahan karena angkot tetap dibutuhkan masyarakat, khususnya warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Angkot jurusan Kandangan-Rantau juga masih menjadi salah satu moda transportasi bagi masyarakat yang hendak bepergian dari kedua wilayah tersebut.
Saat ini, keberangkatan dari Kandangan menuju Rantau juga hanya tersedia pada waktu tertentu. Salah satu armada yang tiba di Rantau sekitar pukul 11.00 Wita dijadwalkan kembali menuju Kandangan sekitar pukul 13.00 Wita.
Menurut Uwel, penumpang yang menggunakan jasa angkot tersebut mayoritas merupakan masyarakat dewasa hingga lanjut usia. Sementara kalangan muda lebih banyak memiliki atau menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi lainnya.
"Yang banyak penumpangnya usia 40 tahun ke atas. Kalau anak muda, banyak yang memakai kendaraan sendiri," tuturnya.
Berharap Armada Diremajakan
Di tengah kondisi tersebut, Uwel bersama para sopir angkot lainnya berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, mengingat trayek tersebut melayani masyarakat di dua kabupaten.
Salah satu harapan yang disampaikannya adalah adanya program peremajaan armada.
Menurutnya, kondisi kendaraan yang lebih baik dan nyaman dapat menjadi salah satu upaya untuk kembali menarik minat masyarakat menggunakan angkot.
"Harapan kami, taksi ini dipermajakan. Kalau mobilnya baru dan bagus, mungkin penumpang kembali tertarik naik," ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat membantu melalui skema yang memungkinkan, baik berupa subsidi maupun kemudahan pembiayaan atau cicilan kendaraan baru.
"Kami berharap ada bantuan, apakah subsidi atau cicilan, supaya mobil bisa diganti dengan yang baru," katanya.
Uwel menilai, peremajaan armada bukan hanya untuk kepentingan para sopir, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan transportasi umum yang masih dibutuhkan masyarakat.
Sebab, bagi warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi, keberadaan angkot tetap menjadi pilihan penting untuk bepergian antara Rantau dan Kandangan.
Ia pun berharap pemerintah di Kabupaten Tapin maupun Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat melihat kondisi para sopir angkot yang masih bertahan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Ini kan melayani warga dua kabupaten. Harapan kami cuma itu, armadanya diperbarui supaya kami bisa tetap melayani masyarakat dan penghasilan juga bisa bertambah," pungkas Uwel.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)