SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kiprah pembalap muda Indonesia Muhammad F.A. Wibowo meraih P1 pada IAME Series Asia Round 5 di LYL International Karting Circuit, Malaysia boleh jadi tak lepas dari doa keluarganya di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Muhammad merupakan cucu dari Imanullah M. Achmad, S.E., salah satu tokoh olahraga daerah di OKU Timur.
Imanullah mengaku bangga melihat prestasi yang terus ditorehkan cucunya, terlebih Muhammad mampu menunjukkan kemampuan di lintasan balap internasional, baik di Eropa maupun Asia.
Menurut Imanullah, pencapaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga yang menyaksikan perjalanan Muhammad dari jauh.
Ia mengatakan, setiap kali Muhammad bertanding, dirinya selalu mengikuti perkembangan balapan dan memanjatkan doa agar cucunya diberikan keselamatan, ketenangan, serta hasil terbaik.
Baca juga: Pembalap Muda Indonesia yang Juara Gokart di Italia Ternyata Keturunan Asli Bunga Mayang OKU Timur
“Bangga dengan prestasi yang diraih. Setiap laga berlangsung, saya selalu mendoakan yang terbaik untuk cucunda Muhammad F.A. Wibowo,” ujar Imanullah, Kamis (13/8/2026).
Bagi Imanullah, hasil di Malaysia bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses panjang yang harus dilalui Muhammad untuk berkembang menjadi pembalap yang semakin matang.
Ia berharap Muhammad terus menjaga semangat, disiplin, fokus, serta konsistensi dalam berlatih dan bertanding.
Harapan besarnya, sang cucu kelak mampu berkembang menjadi pembalap profesional dan mengukir prestasi lebih tinggi di tingkat internasional.
“Saya berharap Muhammad terus berkembang dan suatu saat bisa menjadi pembalap profesional,” katanya.
Meski menyaksikan perjuangan cucunya dari Kabupaten OKU Timur, Imanullah mengaku tetap merasakan ketegangan setiap kali Muhammad turun ke lintasan.
Baginya, setiap kemenangan Muhammad menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga sekaligus motivasi untuk terus memberikan dukungan.
Prestasi tersebut menjadi lanjutan dari penampilan apik Muhammad di Eropa.
Sebelumnya, ia sukses meraih juara pada IAME Series Italia, sebelum kembali menunjukkan ketangguhannya di lintasan Asia.
Di Malaysia, Muhammad tampil konsisten sejak sesi kualifikasi hingga babak final.
Pada Qualifying Time Trial (QTT), ia mencatat waktu 1:13.942 untuk menempati posisi P2.
Memasuki Heat 1, Muhammad langsung merebut posisi terdepan dan mempertahankannya hingga finis.
Performa tersebut kembali ditunjukkan pada Heat 2 dengan mengamankan P1.
Persaingan semakin ketat pada Heat 3.
Muhammad harus puas finis di posisi P2 setelah terlibat pertarungan sengit dengan para pesaingnya.
Hasil yang sama kembali diraih pada Super Heat, sekaligus memastikan posisi kompetitif untuk menghadapi babak final.
Pada babak final, persaingan perebutan posisi terdepan berlangsung ketat.
Posisi P1 dan P2 beberapa kali berganti sepanjang balapan, membuat Muhammad harus menjaga konsentrasi sekaligus membaca momentum dengan tepat.
Memasuki lap-lap terakhir, tekanan semakin tinggi.
Namun, Muhammad mampu tetap tenang dan menjaga ritme balapnya. Dengan sebuah manuver untuk merebut kembali posisi terdepan, ia akhirnya berhasil mengamankan P1 hingga melintasi garis finis.
Capaian tersebut memperlihatkan konsistensi Muhammad sepanjang rangkaian balapan.
Ia mampu bersaing di barisan depan sejak kualifikasi, mempertahankan posisi kompetitif pada setiap heat, hingga akhirnya keluar sebagai pemenang di final.
- QTT: P2 - 1:13.942
- Heat 1: P1
- Heat 2: P1
- Heat 3: P2
- Super Heat: P2
- Final: P1