Kakak Hilang Usai Kapal Putri Yasmin Terbakar, Delsi Bertahan di Padang Bai Bali: Semoga Selamat
Putu Dewi Adi Damayanthi August 13, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Mata dari Delsi (25) tampak masih sembab saat ditemui di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali, Kamis 13 Agustus 2026.

Sudah sehari, ia menanti kabar kakaknya, Selvina Rambu Mayi (29), yang hilang saat tragedi terbakarnya KMP Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia saat itu berbaring di Kantor ASDP, dan tampak resah menunggu kabar keadaan sang kakak. Bahkan air matanya menetes, karena khawatir dengan kakak sulungnya itu. 

"Semoga saja kakak saya selamat," ungkapnya.

Baca juga: Evakuasi Korban Kapal Penumpang Terbakar di Selat Lombok Masih Berlangsung, Korban Capai 173 Orang

Ia mengatakan, Selvina merupakan sulung dari 6 orang bersaudara. Selama ini ia bekerja di sebuah laundry di kawasan Nusa Dua. 

Bagi Delsi, kakaknya itu dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selama ini menjadi tulang punggung bagi keluarganya. 

Selvina sebenarnya hendak pulang kampung ke Sumba Barat dengan suaminya, untuk menjalani pernikahan adat. 

Ia saat itu berangkat dari Bali, bersama 4 orang kerabatnya yang lain.

Kerabat Selvina lainnya, Feri (29) tampak lebih tegar. Ia terus berkoordinasi dengan petugas di Padang Bai, untuk mencari tahu perkembangan pencarian 5 penumpang yang masih hilang.

"Keluarga saya berangkat 5 orang, 4 selamat dan dievakuasi ke Lembar kemarin. Sementara Selvina masih hilang kontak dengan kami. Masih proses pencarian," ujar Feri, Kamis 13 Agustus 2026.

Ia menceritakan, lima kerabatnya itu sempat berangkat dari Pelabuhan Padang Bai Rabu 12 Agustus 2026, sekitar pukul 02.00 Wita.

Sekitar pukul 04.00 Wita, adik kandungnya yang saat itu juga ikut menumpang KMP Putri Yasmin mengirim video suasana mencekam di atas kapal yang sedang terbakar.

"Jam setengah 4 pagi, adik saya yang di kapal (KMP Putri Yasmin) kirim video di grup WhatApps. Kami semua saat itu masih tidur," ungkapnya.

Dalam video itu, adiknya menangis dan mengatakan kapal akan meledak. 

Saat itu juga sang adik yang telah menggunakan jaket pelampung, diminta untuk terjun ke laut.

"Di video itu, ia mengatakan diminta terjun ke laut dan meminta doa agar selamat. Adik saya dan 3 orang lainnya selamat dievakuasi ke Lembar. Seorang lagi sepupu saya (Selvina) belum ada kabar," jelasnya.

Setelah mengetahui musibah itu, Feri langsung bergegas ke Pelabuhan Padang Bai, Rabu 12 Agustus 2026 pagi. 

Hingga Kamis 13 Agustus 2026, ia masih bertahan untuk menantikan kabar Sevina yang masih dalam proses pencarian.

"Informasi terakhir, Tim SAR masih mengerahkan beberapa tim untuk pencarian. Kami sangat berharap, ia (Selvina) bisa selamat," harapnya. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.