Konflik Lahan PT BSA Lampung Tengah, Muhammadiyah Dorong Dialog Selesaikan Permasalahan
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 13, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Tengah menanggapi prihatin atas insiden pembakaran yang terjadi di kantor PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Baca juga: Konflik Lahan PT BSA Lampung Tengah Memanas, DPRD Minta Pemda Segera Mediasi

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Tengah Ir H Sumaidi MM mengharapkan peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak agar aksi perusakan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

"Kami menaruh keprihatinan ini atas dinamika dan konflik yang kembali mencuat," kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Tengah Ir H Sumaidi MM saat diwawancarai via telepon whatsapp, Kamis (13/8/2026). 

Menurutnya, langkah antisipasi serta deteksi dini dari berbagai pihak sangat krusial agar gejolak di masyarakat tidak berbuntut pada aksi-aksi kerugian material.

​"Kami prihatin dengan kondisi yang terjadi, kami berharap di kemudian hari kalau bisa jangan sampai terjadi lagi. Perlu ada antisipasi terhadap hal-hal yang berpotensi memicu masalah," tutur Sumaidi.

Sehingga, lanjut dia, peristiwa yang tidak dikehendaki bisa dicegah. Sumaidi menilai bahwa deteksi sebelum adanya pergerakan massa menjadi kunci utama dalam mencegah benturan di lapangan.

Dirinya mendorong agar penyelesaian sengketa atau perselisihan yang ada diutamakan melalui jalur dialog dan musyawarah. 

"Mungkin sebelum ada gerakan itu sudah bisa diketahui untuk upaya pencegahan. Harapan kami ke depan, melalui jalur mana pun, semua pihak bisa duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini," ungkap Sumaidi. 

​Ia menambahkan, perselisihan di kawasan PT BSA ini bukanlah kali pertama terjadi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tegas, tepat, dan solutif dari pihak-pihak berwenang agar akar permasalahan dapat terselesaikan secara permanen.

​"Karena ini sudah beberapa kali terjadi, dulu juga pernah. Perlu ada kebijakan konkrit sehingga ada jalan keluar atas masalah ini, agar hal-hal yang tidak kita inginkan tak terulang lagi," beber Sumaidi. 

Muhammadiyah Lampung Tengah berharap situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat dapat segera pulih. Pihaknya menginginkan iklim investasi dan operasional perusahaan dapat kembali berjalan normal.

Sehingga mampu memberi dampak positif bagi kedua belah pihak. ​"Harapan Muhammadiyah bahwa masyarakat bisa kembali kondusif dan perusahaan dapat berjalan dengan normal, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat, baik bagi masyarakat sekitar maupun pihak perusahaan," kata Sumaidi.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.