TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus kebakaran lahan di Kota Pekanbaru sejak Januari hingga Agustus 2026, sudah 78 kasus.
Terbanyak di Kecamatan Payung Sekaki.
Data dari BPBD Pekanbaru, total ada 21 kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Payung Sekaki.
Kecamatan lainnya yang terbilang rawan kebakaran lahan yakni di Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Bukit Raya.
Ada 20 kejadian kebakaran lahan di Rumbai dan 10 kejadian kebakaran lahan di Bukit Raya. Luas lahan yang terbakar mencapai 42,14 hektar.
Kondisi ini berpengaruh cuaca Kota Pekanbaru dalam beberapa hari ini.
Karenanya, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri SE MM meminta masyarakat Kota Pekanbaru, tidak membakar lahan secara sembarangan.
"Angka 78 kasus ini sudah tinggi. Harus kita antisipasi bersama-sama, jangan sampai terjadi kebakaran lahan lagi," pinta Azwendi kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (13/8/2026).
Cukup tingginya angka kebakaran lahan di Pekanbaru, harus menjadi perhatian serius. Sebab, kebakaran lahan jika dibiarkan, berpotensi meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kualitas udara.
Makanya, legislator senior ini mengingatkan masyarakat, agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Terlebih, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat api lebih mudah menjalar ke area lain.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan bersama.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Sebenarnya pencegahan kebakaran lahan ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi juga butuh kesadaran seluruh masyarakat," sebutnya.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyebutkan, soal kebakaran lahan ini, pihaknya harus siap mengantisipasi ancaman kebakaran lahan yang merupakan satu dampak fenomena El Nino.
Menurutnya, selama dua hari ini memang belum ada kejadian kebakaran lahan yang terjadi. Kebakaran lahan terakhir berlangsung pada 9 Agustus 2026 kemarin.
Wako juga mengajak Ketua RT dan Ketua RW di seluruh kecamatan, untuk ikut mencegah kebakaran lahan di lingkungannya.
"Pemerintah kota bakal menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi ancaman El Nino di Kota Pekanbaru," janjinya.
Lebih dari itu, Wako menyampaikan bahwa saat ini puluhan personel BPBD Kota Pekanbaru siaga seiring penerapan Siaga Darurat Kebakaran Lahan di Kota Pekanbaru.
Ada 90 personel yang setiap hari melakukan monitoring kawasan rawan kebakaran lahan. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).