TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Keamanan pangan menjadi perhatian utama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pendampingan dan edukasi langsung kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Sofiani Chandrawati Anwar, mengatakan pengawasan keamanan pangan perlu dilakukan sejak proses persiapan bahan hingga makanan siap disajikan kepada penerima manfaat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penguatan inovasi ENCIKPUAN atau Edukasi dan Coaching Informasi Keamanan Pangan MBG Untuk Anak Negeri.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Tim BBPOM di Pekanbaru ke SPPG Brimob Polda Riau di Jalan Durian, Pekanbaru, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BBPOM dalam memastikan penerapan standar keamanan pangan berjalan secara konsisten di lingkungan SPPG.
Dalam kunjungan tersebut, tim BBPOM bertemu dengan ahli gizi dan jajaran mitra yayasan pengelola SPPG.
Edukasi difokuskan pada penerapan lima kunci keamanan pangan yang harus diperhatikan dalam setiap tahapan pengolahan makanan.
Baca juga: BBPOM Pekanbaru Perkuat Pencegahan Risiko Keracunan MBG Lewat Inovasi ENCIKPUAN
Lima kunci tersebut meliputi menjaga kebersihan operasional dan sanitasi dapur, memisahkan bahan makanan mentah dan makanan matang, memasak makanan hingga matang sempurna, menjaga makanan pada suhu yang aman, serta menggunakan air bersih dan bahan baku pangan yang aman.
Untuk memudahkan penerapan di lapangan, Tim BBPOM juga memasang Stiker 5 Kunci Keamanan Pangan di sejumlah area penting, mulai dari tempat persiapan, pengolahan hingga pemorsian makanan.
Stiker tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel SPPG dalam menjalankan prosedur keamanan pangan setiap hari.
Selain itu, BBPOM memasang Stiker Barcode WhatsApp Layanan BPOM untuk memudahkan pengelola SPPG berkonsultasi apabila menemukan persoalan atau membutuhkan informasi terkait keamanan pangan.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan komunikasi dan pendampingan agar potensi masalah dapat dicegah sejak awal.
Melalui pendampingan tersebut, BBPOM di Pekanbaru terus mendorong pengelola SPPG untuk konsisten menjaga higiene dan sanitasi selama proses penyediaan makanan MBG.
Dengan penerapan standar keamanan pangan secara menyeluruh, makanan yang disajikan diharapkan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman bagi masyarakat penerima manfaat.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)