Alih Kekuatan Manchester City, The Citizens Kini Ahli Poles Harga Jual Pemainnya
Dwi Setiawan August 13, 2026 06:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Manchester City sedang sibuk mempersiapkan tim untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027 yang akan bergulir tak lama lagi.

Persiapan Manchester City kali ini tak hanya soal mendatangkan pemain anyar saja untuk memperkuat tim mereka.

Tim berjuluk The Citizens itu juga sedang memilih pemain mana yang bisa dilepas untuk menambah keuangan klub.

Sejauh ini, beberapa pemain memang sudah dilepas Man City ke tim lain.

Pemain seperti John Stones, Manuel Akanji, Nathan Ake, Bernardo Silva, dan James Trafford sudah menemukan tim barunya.

Masih ada beberapa nama lagi yang santer dikabarkan bakal hengkang dari Etihad Stadium.

Nama seperti Rodri dan Tijjani Reijnders masih menunggu nasib mereka masing-masing.

Rodri menjadi incaran utama Barcelona setelah sang pemain sendiri, lewat sang agen, menyebut Barca adalah tim yang ingin ia tuju selanjutnya.

Sedangkan Tijjani Reijnders menjadi rebutan dari tim Liga Arab Saudi, Al Qadsiah.

Manchester City barangkali pernah dikenal sebagai tim yang sangat royal dan bisa mendatangkan pemain dengan banderol selangit.

Kedatangan Robinho dari Real Madrid pada 2008 silam menjadi awal pembukanya.

Mendatangkan Robinho dengan banderol 32,5 juta Poundsterling menjadikannya pemain yang paling disorot.

Baca juga: Community Shield 2026: Manchester City Layak Pede, Arsenal Babak Belur di Pramusim

Ia menjadi pemain pertama Manchester City yang didatangkan dengan mahar tinggi.

Setelah itu, ada banyak pemain yang datang dengan banderol tinggi lainnya.

Mulai dari Edin Dzeko, Sergio Aguero, Samir Nasri, Fernandinho mulai datang.

The Citizens masih terus melanjutkan belanja pemain mahal di era Pep Guardiola, mulai dari Jack Grealish, Elliot Anderson, Erling Haaland, Josko Gvardiol, dan John Stones bisa menjadi contoh nyata.

Namun dengan pergantian era, Manchester City juga perlahan menjelma sebagai tim dengan bisnis yang luar biasa baik.

Mereka bisa juga menumbuhkan citra menjual para pemainnya dengan harga mahal.

Mulai dari pemain akademi hingga pemain yang gagal bersinar bisa dijual dengan harga tinggi.

Brahim Diaz menjadi salah satu contohnya, di mana ia belum mencicip banyak laga di tim senior Man City tetapi sudah mendatangkan cuan 15 juta Poundsterling di tahun 2018 lalu.

Hal yang kurang lebih sama berlaku kepada Leroy Sane yang tak mendapatkan banyak kesempatan bermain tetapi bisa dijual dengan harga 54 juta Poundsterling pada 2020 lalu.

Pemain akademi seperti Taylor Harwood-Bellis yang tak familiar namanya bagi penggemar sepak bola pada umumnya ternyata juga bisa dijual dengan harga 20 juta Poundsterling pada 2024 lalu.

Hal yang tak jauh berbeda nampaknya akan terjadi musim ini.

Manchester City sudah berhasil menjual kiper kedua mereka, James Trafford, ke sesama tim Inggris, Leeds United, dengan mahar 40 juta Poundsterling.

Padahal kesempatan bermain Trafford sangat minim selama dirinya berada di Etihad.

Kala itu, Manchester City mendatangkannya dari Burnley hanya dengan merogoh kocek 27 juta Poundsterling.

Bisnis yang luar biasa dilakukan petinggi The Citizens dalam transfer keluar Trafford.

Baca juga: Diketawain Manchester City, Barcelona Rela Tawarkan Mahar Rp1,2 Triliun Demi Rodri

Kini mereka sedang gantian mengusahakan uang lebih besar untuk Tijjani Reijnders.

Reijnders yang benar-benar kesulitan bersinar di Liga Inggris, diperkirakan bakal dilepas dengan harga 60 juta Poundsterling.

Padahal ia dibeli dari AC Milan dengan harga 46,5 juta Poundsterling.

Profit yang diperoleh dari para pemain flop tersebut menjadi bukti bisnis luar biasa yang dijalankan Manchester City.

Mereka bisa mengubah gambaran diri dari tim yang hanya menghamburkan uang untuk belanja pemain menjadi tim yang bisa membuat klub lain melakukan hal tersebut kepada mereka.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.