Warga Kampung Uduwey, Papua Barat, menceritakan perjuangan mereka menyeberangi sungai selama enam tahun sebelum sebuah jembatan dibangun oleh TNI Angkatan Darat.
Jembatan tersebut kemudian diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8).
Tokoh agama Kampung Uduwey, Rumerus, menyampaikan kisah tersebut saat berdialog langsung dengan Presiden dalam acara peresmian.
Ia mengatakan warga harus melewati sungai selama bertahun-tahun untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Kami melewati sungai ini selama 6 tahun. Mungkin Bapak bisa rasakan apa yang kami rasakan," kata Rumerus.
"Maka kalau hujan lebat kami berada di kampung, kami tidak beraktivitas," imbuhnya.
Bahkan, anak-anak sekolah harus menuruni jalan dan melepas sepatu ketika hendak menyeberangi sungai.
Kondisi semakin sulit ketika hujan deras turun karena warga terpaksa menghentikan aktivitas di kampung.
Kini, keberadaan jembatan memberikan manfaat besar bagi sekitar 70 keluarga di Kampung Uduwey.
Akses pendidikan bagi anak-anak menjadi lebih mudah, begitu pula dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Rumerus pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo, TNI AD, dan Polri atas pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat di Papua Barat.