TRIBUNNEWSMAKER.COM - Demi memenuhi gaya hidup hedon dan bisa terus foya-foya, seorang mahasiswa berinisial EE (23) nekat merekayasa cerita penculikan terhadap dirinya sendiri.
Aksi tersebut dilakukan EE demi mendapatkan uang dari kedua orangtuanya. Ia bahkan membuat seolah-olah dirinya menjadi korban penculikan dan penyekapan.
Skenario tersebut sempat membuat orangtua EE panik.
Mereka bahkan sampai melaporkan dugaan penculikan tersebut secara resmi ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar pada awal Agustus 2026.
Dalam laporan yang dibuat, EE disebut menjadi korban penculikan dan penyekapan.
Ia kemudian meminta orangtuanya menyiapkan uang dalam jumlah besar agar dirinya bisa dibebaskan.
Baca juga: Respons Mengejutkan Dedi Mulyadi Usai Disindir soal Jabar Belum Masuk 10 Besar IPM: Perlu Waktu
Tak tanggung-tanggung, uang yang diminta mencapai Rp90 juta.
Kepanikan orangtua EE bermula ketika mereka menerima pesan dari seseorang yang mengaku telah menculik atau menyekap anak mereka.
Orangtua EE pun sempat percaya dengan kabar tersebut.
Pasalnya, beberapa hari sebelum menerima pesan misterius itu, mereka memang kesulitan menghubungi EE.
Kondisi tersebut membuat dugaan penculikan terasa semakin meyakinkan bagi orangtua EE.
Dalam pesan yang diterima, disebutkan bahwa EE disekap karena diduga memiliki utang senilai Rp90 juta.
Tak hanya meminta uang tebusan, pengirim pesan tersebut juga memberikan ancaman serius kepada keluarga EE.
Jika uang Rp90 juta tidak segera diserahkan, EE disebut akan dibunuh.
Baca juga: Artis Sali Irsalina Diduga Dihajar dan Diinjak-injak hingga Berdarah, Awalnya Hanya Cekcok di Mobil
Ancaman tersebut tentu membuat orangtua EE semakin cemas dan takut terjadi sesuatu terhadap anak mereka.
Namun, di balik kepanikan tersebut, ternyata tersimpan fakta lain. Skenario penculikan itu diduga sengaja direkayasa oleh EE sendiri demi mendapatkan uang dari orangtuanya.
Aksi tersebut diduga berkaitan dengan kebiasaan EE yang gemar menghamburkan uang untuk memenuhi gaya hidupnya.
Kasus ini pun kemudian ditangani pihak kepolisian untuk mengungkap bagaimana sebenarnya skenario penculikan tersebut dibuat dan ke mana uang yang diminta akan digunakan.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala mengatakan bahwa setelah penyelidikan panjang dengan mempelajari bukti-bukti yang ada EE pun akhirnya berhasil ditemukan.
"Kami bergerak berawal dari kami menerima adanya pengaduan terkait seorang mahasiswa dikabarkan hilang," ucap Sangkala dikonfirmasi awak media, Kamis (13/8/2026).
EE ditemukan oleh personel Unit Reaksi Cepat (URC) Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar di salah satu indekos mewah yang terletak di wilayah Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (12/8/2026).
"Setelah dilakukan pendalaman, tidak ditemukan fakta bahwa (EE) anak itu diculik dan sebagainya," jelasnya.
Penyelidikan polisi berujung bahwa EE ternyata diduga menjadi orang di balik skenario tersebut.
EE disebut membuat cerita seolah-olah dirinya diculik dan disekap agar orangtuanya percaya dan bersedia menyerahkan uang.
"Korban itu (EE) sendiri yang membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya," ungkap Sangkala.
Dari pemeriksaan polisi, EE mengaku membutuhkan uang untuk gaya hidupnya yang hedon.
"Dengan kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedon, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap," beber Sangkala.
Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap EE.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Reza Rifaldi)