Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang 2026, Ada Kuota untuk Untan
Maudy Asri Gita Utami August 13, 2026 07:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka kesempatan bagi mahasiswa kedokteran Indonesia untuk mendapatkan beasiswa pendidikan kedokteran di Jepang melalui program kerja sama dengan International University of Health and Welfare (IUHW).

Program tersebut memberikan kesempatan kepada kandidat Indonesia untuk menempuh pendidikan kedokteran di IUHW Jepang dengan masa pendidikan selama enam tahun.

Berdasarkan informasi resmi SIBK Kemenkes, program ini mencakup masa persiapan bahasa Jepang dan pendidikan kedokteran hingga peserta mengikuti ujian sertifikasi dokter nasional Jepang.

IUHW merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi di Jepang yang memiliki fokus pada bidang kesehatan, kedokteran, dan kesejahteraan. 

Kemenkes juga menyebut IUHW sebagai salah satu institusi Jepang yang diakui dalam Rekognisi Penyelenggara Pendidikan Tenaga Medis di Luar Negeri melalui Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/5/2026.

• Lowongan Magang Kemendagri 2026 Dibuka, Mahasiswa D4-S1 Bisa Daftar

Pendidikan Kedokteran Berlangsung 6 Tahun

Mahasiswa penerima beasiswa akan mengikuti rangkaian pendidikan kedokteran di Jepang. Sebelum masuk ke tahap pendidikan utama, peserta mengikuti program persiapan berupa kursus intensif bahasa Jepang selama sekitar empat hingga enam bulan.

Setelah tahap persiapan, mahasiswa menjalani pendidikan kedokteran selama enam tahun. Pada tahun pertama, pembelajaran menggunakan bahasa Inggris dengan materi yang berfokus pada ilmu biomedis dasar dan ilmu pengetahuan umum.

Memasuki tahun kedua hingga tahun keenam, proses pembelajaran menggunakan bahasa Jepang. Materi pendidikan kemudian berkembang ke patofisiologi berbasis organ, penalaran klinis, kepaniteraan klinik atau koas, serta pelatihan internasional dan antarprofesi.

Peserta juga diwajibkan mengikuti ujian sertifikasi dokter nasional Jepang yang diselenggarakan dalam bahasa Jepang sebagai salah satu syarat kelulusan.

Setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku, peserta diharapkan dapat kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan.

Benefit Beasiswa Kedokteran Jepang Kemenkes 2026

Program beasiswa ini menawarkan pembiayaan penuh selama masa pendidikan. Berdasarkan informasi pada portal SIBK Kemenkes, pendanaan program dapat mencapai sekitar ¥30 juta selama masa pendidikan.

Berikut sejumlah manfaat yang diberikan:

Pelatihan bahasa Jepang melalui program Japanese Language Proficiency (JLP) selama sekitar enam bulan.
Biaya pendidikan penuh, termasuk biaya pendaftaran, kuliah, laboratorium, dan materi pembelajaran sesuai ketentuan program.
Tempat tinggal berupa kamar tunggal di Narita International House.
Makan dua kali sehari, yakni sarapan dan makan malam di kafetaria.
Uang saku bulanan sesuai tingkat pendidikan peserta. Informasi SIBK mencantumkan kisaran ¥40.000 hingga ¥80.000 per bulan.

Dengan fasilitas tersebut, mahasiswa dapat lebih fokus menjalani pendidikan tanpa harus menanggung seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan dasar selama berada di Jepang.

Syarat Beasiswa Kedokteran IUHW Jepang 2026

Calon peserta harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan dalam program.

Persyaratan utamanya meliputi:

Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Berstatus sebagai mahasiswa kedokteran aktif pada semester gasal tahun akademik 2026/2027.
Memiliki prestasi akademik yang baik.
Mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi asal.
Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai untuk mengikuti pembelajaran.
Memenuhi ketentuan akademik dan administrasi yang ditetapkan program.

Portal resmi SIBK juga menjelaskan bahwa mahasiswa baru yang belum memiliki IPK dapat menggunakan hasil penilaian blok atau bentuk penilaian akademik lain yang berlaku di perguruan tinggi sebagai bagian dari dokumen akademik.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Kandidat perlu menyiapkan sejumlah dokumen untuk mengikuti proses seleksi.

Dokumen kandidat yang tercantum pada portal resmi antara lain:

Formulir pendaftaran atau application form dari IUHW.
Rapor SMA semester 1 sampai 6 beserta terjemahannya.
Ijazah SMA beserta terjemahannya.
Paspor.

Dokumen tertentu diwajibkan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang sesuai ketentuan program.

Selain dokumen dari kandidat, perguruan tinggi asal juga harus menyiapkan sejumlah dokumen pendukung, termasuk dasar rekomendasi kandidat, pemeringkatan akademik, transkrip atau capaian akademik, serta penjelasan mekanisme seleksi internal kampus.

Universitas Mitra dan Kuota Peserta

Program beasiswa IUHW Jepang melibatkan sejumlah perguruan tinggi kedokteran di Indonesia. Salah satunya adalah Universitas Tanjungpura (Untan) dengan kuota 3 orang berdasarkan daftar yang diberikan dalam informasi program.

Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi mahasiswa kedokteran di Kalimantan Barat yang menempuh pendidikan di Untan.

Selain Untan, sejumlah universitas lain juga masuk dalam daftar mitra, seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, dan perguruan tinggi lainnya.

Mahasiswa dari Kalimantan Barat yang memenuhi persyaratan dapat memperhatikan mekanisme rekomendasi internal perguruan tinggi sebelum mengikuti tahapan seleksi.

• Pemprov Kalbar Siapkan 550 Paket Sembako di Pasar Murah, Warga Cukup Bayar Rp50 Ribu per Paket

Tahapan Seleksi Beasiswa Kedokteran Jepang

Proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahap. Berdasarkan portal SIBK, rangkaian seleksi meliputi:

Pra-registrasi kandidat.
Pendaftaran online dan pengunggahan dokumen.
Seleksi administrasi.
Tes tertulis bagi kandidat yang lolos administrasi.
Tes wawancara.
Pengumuman hasil seleksi melalui email kandidat.

Kandidat perlu memastikan alamat email yang digunakan dalam pendaftaran aktif karena informasi mengenai tahapan seleksi akan disampaikan melalui email.

Jadwal Pendaftaran Beasiswa Kedokteran Jepang 2026

Pendaftaran: 10–25 Agustus 2026
Seleksi administrasi: 26–31 Agustus 2026
Tes tertulis dan wawancara: September 2026
Pengumuman: September 2026

Catatan: tanggal “31 September 2026” pada data awal tidak valid karena September hanya memiliki 30 hari. Karena itu, sebelum publikasi, tanggal pengumuman sebaiknya dikonfirmasi kembali melalui pengumuman resmi Kemenkes atau panitia IUHW.

Cara Daftar Beasiswa Kedokteran Jepang Kemenkes

Informasi dan proses pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi Sistem Informasi Beasiswa Kementerian Kesehatan (SIBK). Portal tersebut memang memuat informasi khusus mengenai Program Beasiswa Pendidikan Kedokteran IUHW Jepang.

Portal SIBK Kementerian Kesehatan

Mahasiswa yang berminat sebaiknya terlebih dahulu membaca persyaratan secara lengkap, berkonsultasi dengan perguruan tinggi masing-masing mengenai mekanisme rekomendasi, kemudian menyiapkan dokumen sebelum melakukan pendaftaran.

Bagi mahasiswa kedokteran di Kalimantan Barat, khususnya yang menempuh pendidikan di Universitas Tanjungpura, program ini dapat menjadi salah satu kesempatan untuk mendapatkan pengalaman pendidikan kedokteran di Jepang sekaligus memperluas wawasan dan kompetensi di bidang kesehatan.

Dengan adanya program tersebut, mahasiswa Indonesia tidak hanya memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga dipersiapkan untuk memahami sistem pendidikan dan praktik kedokteran dalam lingkungan internasional sebelum nantinya kembali berkontribusi di Indonesia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.