SURYA.co.id, Surabaya — Taiwan semakin serius membidik pasar wisatawan Indonesia menjelang libur akhir tahun dan Tahun Baru 2027. Surabaya dipilih sebagai salah satu lokasi utama promosi karena dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi wisata maupun bisnis. Bahkan, peluang pembukaan kembali penerbangan langsung Surabaya–Taiwan kembali terbuka, bergantung pada pertimbangan komersial maskapai dan permintaan pasar.
Director General of Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, David Lin, menegaskan Surabaya adalah pasar penting dengan potensi pariwisata dan bisnis yang kuat.
“Kami berharap seiring dengan terus berkembangnya pasar, akan ada lebih banyak peluang untuk memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya di masa mendatang,” ujarnya, Selasa (12/8/2026).
Baca juga: FK Unair Gandeng Ahli Kanker Taiwan, Resmi Kukuhkan Prof Peng-Hui Wang Jadi Adjunct Professor
Taiwan Tourism Administration membawa 16 institusi, termasuk maskapai dan agen perjalanan, dalam rangkaian promosi tujuh hari di Indonesia. Agenda dimulai dengan Taiwan Tourism Workshop di Sheraton Surabaya Hotel & Tower, dilanjutkan Taiwan Travel Fair di Jakarta.
Taiwan juga mengandalkan citranya sebagai destinasi ramah Muslim. Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, Taiwan menempati peringkat ketiga kategori destinasi non-OIC. Fasilitas halal, hotel, ruang salat, hingga restoran bersertifikat halal terus dikembangkan.
“Kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan ramah bagi wisatawan Muslim selama berada di Taiwan,” tegas David.
Baca juga: TETO Surabaya Promosikan Wisata Halal di Taiwan Tourism Workshop 2026
Director of Taiwan Tourism Information Center Jakarta, Abe Chou, menambahkan workshop ini bukan sekadar promosi, tetapi juga business matching antara pelaku industri Indonesia dan Taiwan.
Taiwan menawarkan pengalaman wisata beragam, mulai dari pegunungan Alishan, Sun Moon Lake, sumber air panas, kuliner lokal, hingga pasar malam.