Badung Bali Siapkan Rp 85 Miliar Untuk Incar Peluang Saham Tol, Kepemilikan Ditarget 15 Persen
Putu Dewi Adi Damayanthi August 13, 2026 08:39 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mengincar tambahan kepemilikan saham pada perusahaan pengelola jalan tol atau PT Jasamarga Bali Tol. Bahkan tambahan investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp 85 miliar.

Dengan adanya penambahan investasi, Pemkab Badung melalui Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menargetkan total kepemilikan saham Badung nantinya diproyeksikan mencapai sekitar 15 persen.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya Badung, Bali, melakukan diversifikasi sumber pendapatan daerah.

"Peluang menambah saham Tol Bali Mandara kini terbuka setelah adanya kebijakan pemerintah pusat. Jadi peluang buat kita untuk menambah saham di Jasa Marga Tol ini," ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Kamis 13 Agustus 2026

Baca juga: Dewan Soroti Kemacetan Akibat Mal Baru, Dorong Pembuatan Jalan dari KEK ke Tol Bali Mandara

Seperti diketahui, kebijakan pemerintah pusat menilai sejumlah pemegang saham yang dinilai tidak lagi memiliki kepentingan utama pada bisnis jalan tol. 

Menurut Bupati Adi Arnawa, rencana memperbesar kepemilikan saham tersebut juga berkaitan dengan ambisi Pemkab Badung melanjutkan jaringan jalan tol yang saat ini baru mencapai kawasan Nusa Dua. 

"Ke depan, kami di Badung ingin mendorong kelanjutan jalan tol hingga Sawangan," jelasnya.

Mantan Sekda Badung itu menyebutkan, jika peluang penambahan saham tersebut dapat direalisasikan, porsi kepemilikan Badung diperkirakan bisa mencapai sekitar 15 persen. 

"Kalau itu bisa diambil, mungkin total kita punya saham bisa sekitar 15 persen. Mungkin kita persiapkan anggaran sekitar Rp 85 miliar," sambungnya.

Lebih lanjut Bupati asal Desa Pecatu ini menjelaskan, investasi di sektor jalan tol bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. 

Namun dirinya melihat investasi tersebut sebagai salah satu strategi diversifikasi sumber pendapatan daerah, sehingga penerimaan daerah tidak terus bergantung pada sektor pajak. 

"Ini bagian daripada diversifikasi pendapatan. Tidak hanya di sektor pajak, juga di sektor-sektor perusahaan daerah kita dorong untuk bagaimana ikut meningkatkan penerimaan pendapatan, sehingga akan membantu peningkatan PAD kita," ucapnya.

Meski demikian, investasi jalan tol hingga kini belum memberikan dividen yang bisa dinikmati secara optimal oleh Badung. 

Kendati demikian pendapatan yang mulai muncul masih terserap untuk pembayaran utang, termasuk kewajiban pembiayaan pembangunan infrastruktur. 

"Saya optimistis dalam beberapa tahun mendatang, investasi tersebut mulai memberikan hasil. Bahkan, saya memperkirakan dalam tiga hingga empat tahun ke depan Badung berpeluang mulai menikmati dividen," jelasnya.

Namun kata Adi Arnawa, sejatinya saat ini sudah mulai ada dividen, hanya saja semua itu untuk dibayarkan utang pembiayaan pinjaman untuk infrastruktur kemarin. 

Lebih lanjut Adi Arnawa mengaku semua itu peluang besar, apalagi saat ini Pemkab Badung belum mengambil keputusan final untuk menambah saham. 

Kajian dan pertimbangan menyeluruh masih akan dilakukan, termasuk dari sisi kemampuan keuangan daerah. 

Rencana tersebut juga akan dibahas bersama DPRD Badung. Sebab, penambahan investasi sekitar Rp 85 miliar tersebut berkaitan dengan penggunaan APBD. 

"Tentu nanti kita akan kaji, kita akan pertimbangkan. Saya melihat secara umum ini potensi. Tentu nanti kita juga sampaikan dengan DPRD untuk langkah-langkah kita ini, karena bagaimanapun juga ini menyangkut pembebanan nanti kepada APBD kita," imbuhnya. 

Untuk diketahui, komposisi kepemilikan saham di PT Jasamarga Bali Tol saat ini adalah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 64,44 persen, PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/Pelindo 13,86 persen, Pemerintah Provinsi Bali 6,32 persen, Pemerintah Kabupaten Badung 6,32 persen, PT Angkasa Pura 6,31 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 0,79 persen, PT Hutama Karya (Persero) 0,79 persen, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) 0,79 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 0,40 persen. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.