Kantong populasi gajah Sumatera mengalami penyusutan yang signifikan. Dari semula ada 42 kantong, kini jumlahnya tinggal setengahnya yaitu sisa 21 kantong.
Tantangan terkait konservasi gajah menjadi semakin berat di masa depan. Dari sebelumnya terdapat sekitar 42 kantong populasi gajah, kini jumlahnya disebut tinggal 21 kantong.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat memperkuat rencana aksi konservasi yang tertuang dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera.
SRAK Gajah Sumatera menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan populasi dan habitat terhadap satwa karismatik tersebut. SRAK harus menjadi pedoman yang benar-benar dijalankan untuk perlindungan Gajah Sumatera, bukan hanya berhenti sebagai dokumen saja.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengatakan konservasi gajah tidak hanya membutuhkan pendekatan rasional, tetapi juga kepedulian terhadap makhluk hidup.
"Kita bareng-bareng kawal, supaya dia tidak menjadi dokumen yang hanya bersifat teoritis, tapi ini executable ya. Bisa dieksekusi di bawah, konsisten, istiqomah ya, untuk menjalankan strategi ini. Terus kita bekerjasama demi memperbaiki populasi ini, populasi dan habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan," ujar Menhut seperti dikutip Antara, Kamis (13/8/2026).
Implementasi SRAK diharapkan dapat memperbaiki populasi, sekaligus habitat Gajah Sumatera dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang memperkuat konservasi satwa di Indonesia.
Presiden Prabowo diketahui memberikan komitmennya dalam dunia konservasi, terutama terhadap populasi dan habitat Gajah Sumatera. Buktinya dengan project PECI (Peusangan Elephant Conservation Initiative) di Aceh dan terbitnya Inpres 8/2026 tentang Percepatan Perlindungan dan Penyelamatan Populasi serta Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan.
"Presiden Prabowo punya pesan yang sama dengan kita, saya merasa sangat konkret sekali terutama untuk gajah ini ya. Pertama ada inisiatif di Peusangan Aceh ya, yang sudah berjalan dengan teman-teman WWF luar biasa. Kemudian dalam perjalanannya kita minta Inpres, terbit Inpres ini, beliau sangat mendukung," ujar Raja Antoni.
Pemerintah juga mendorong penguatan upaya koeksistensi manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas. Caranya dengan pembangunan pagar sepanjang lebih dari 100 kilometer untuk mengurangi konflik gajah-manusia yang selama ini menimbulkan kerusakan harta benda hingga korban jiwa.





