TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Simposium dan workshop internasional bertajuk ‘Indoanalgesia 2026’ akan digelar di Sanur, Denpasar, Bali, pada 10 hingga 12 September 2026 mendatang.
Indoanalgesia Bali 2026 mengangkat tema "The Next Chapter in Pain Management: Redefining Analgesia Through Regenerative Medicine".
Forum ilmiah bertaraf internasional ini dihadiri pembicara dan ratusan peserta dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, India, Manila, Toronto dan beberapa negara lain.
Forum ini membahas perkembangan terkini dalam penatalaksanaan nyeri, khususnya melalui pendekatan regenerative medicine.
Baca juga: Kecelakaan, Motor vs Sepeda BMX di Jembrana Bali, IS Alami Patah Tulang, AD Lebam dan Shock
Indoanalgesia Bali 2026 ini telah terakreditasi Kementerian Kesehatan RI, dan turut didukung oleh Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia.
Ketua Panitia Indoanalgesia Bali 2026, dr. I Wayan Widana, Sp.An, FIPM, FIPP, CIPS, KMN, menyampaikan bahwa konferensi ini digagas sebagai ruang bertukar gagasan bagi para tenaga medis dalam menghadapi tantangan penatalaksanaan nyeri yang terus berkembang.
"Nyeri adalah persoalan klinis yang kompleks dan terus berkembang seiring kemajuan ilmu kedokteran. Melalui Indoanalgesia 2026, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu, agar pendekatan regeneratif dalam manajemen nyeri dapat dipahami dan diterapkan secara lebih komprehensif," ujar dr. Wayan Widana, Kamis 13 Agustus 2026.
Rangkaian acara akan diisi dengan pemaparan dari sejumlah pembicara kunci, workshop praktik langsung (hands-on), hingga sesi diskusi dan networking antar tenaga medis lintas disiplin ilmu.
Indoanalgesia 2026 Bali terbuka bagi tenaga medis dari berbagai bidang, mulai dari spesialis anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, orthopedi, bedah saraf, rehabilitasi medik, bedah, neurologi, radiologi, hingga dokter PPDS/residen.
Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai pendekatan regeneratif dalam manajemen nyeri, sekaligus memperluas jejaring keilmuan dengan sejawat dari berbagai institusi, baik nasional maupun internasional.
Pendaftaran workshop dan simposium Indoanalgesia 2026 Bali masih dibuka dengan kuota peserta terbatas.(*)