Liputan6.com, Jakarta - Alpukat yang terasa pahit tentu bisa membuat selera makan hilang. Padahal, buah yang satu ini biasanya memiliki rasa gurih, creamy, dan sedikit manis ketika sudah matang sempurna. Masalahnya, cara menyimpan alpukat agar tidak pahit ternyata tidak sekadar memasukkannya ke dalam kulkas.
Rasa pahit pada alpukat dapat berkaitan dengan tingkat kematangan, kondisi buah, hingga kerusakan selama penyimpanan. Karena itu, penting mengetahui kapan alpukat sebaiknya dibiarkan matang di suhu ruang dan kapan waktunya dipindahkan ke kulkas.
Menurut University of California, Davis Postharvest Research and Extension Center, alpukat merupakan buah klimakterik yang proses pematangannya berlangsung setelah dipanen. Produksi etilen meningkat ketika buah mulai matang sehingga tekstur buah perlahan menjadi lunak. Berikut ulasan Liputan6.com selengkapnya.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menyimpan alpukat yang masih sangat keras langsung di dalam kulkas dengan harapan buah akan lebih awet. Padahal, pendinginan terlalu dini dapat mengganggu proses pematangan dan membuat kualitas buah kurang optimal.
Untuk alpukat mentah, letakkan buah di suhu ruang, tetapi jauhkan dari sinar matahari langsung. Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa alpukat yang masih keras umumnya dapat matang dalam beberapa hari pada suhu ruang.
USDA Agricultural Research Service juga mencatat bahwa alpukat matang-hijau memiliki kondisi penyimpanan optimal yang berbeda dengan alpukat matang. Alpukat matang dapat disimpan pada suhu lebih rendah dibandingkan buah yang belum matang.
Jadi, jika ingin menyimpan alpukat agar tidak pahit, jangan mengandalkan kulkas untuk mematangkan buah yang masih mentah.
Jika alpukat masih keras sementara ingin segera mengonsumsinya, kantong kertas dapat membantu mempercepat proses pematangan.
Masukkan alpukat ke dalam kantong kertas bersama satu buah pisang atau apel, kemudian lipat bagian atas kantong. Pisang dan beberapa buah lainnya menghasilkan etilen yang dapat mempercepat pematangan alpukat. Harvard juga merekomendasikan metode ini untuk alpukat yang masih keras.
Setelah alpukat mulai terasa empuk ketika ditekan perlahan dengan telapak tangan, keluarkan dari kantong. Jangan menunggu sampai buah terlalu lunak karena teksturnya dapat berubah menjadi lembek dan kualitas rasanya menurun.
Hindari trik memasukkan alpukat ke microwave untuk mempercepat pematangan. Metode tersebut pada dasarnya hanya memanaskan atau memasak buah, bukan menjalankan proses pematangan alami.

Ini merupakan salah satu cara paling praktis untuk memperpanjang masa konsumsi alpukat yang sudah matang.
Ketika alpukat sudah empuk tetapi belum terlalu lembek, masukkan buah utuh ke dalam kulkas. Suhu rendah akan memperlambat proses pematangan sehingga alpukat tidak cepat berubah menjadi terlalu lunak.
UC Davis merekomendasikan suhu sekitar 2–4 derajat Celsius untuk penyimpanan alpukat yang sudah matang.
Di rumah, alpukat matang dapat ditempatkan di bagian dalam kulkas. Namun, jangan menyimpannya terlalu lama hanya karena kulitnya masih terlihat bagus. Tekstur, aroma, dan kondisi daging buah tetap perlu diperiksa sebelum dikonsumsi.
Alpukat yang sudah dipotong jauh lebih cepat berubah warna karena daging buah bersentuhan dengan oksigen. Proses ini disebut pencokelatan enzimatis.
Harvard menjelaskan bahwa paparan udara dapat membuat daging alpukat cepat berubah kecokelatan. Salah satu cara memperlambatnya adalah memberikan sedikit perasan lemon atau jeruk nipis, kemudian membungkus permukaannya dengan rapat atau memasukkannya ke wadah kedap udara sebelum disimpan di kulkas.
Untuk cara menyimpan alpukat agar tidak pahit, langkah ini penting bukan karena lemon atau jeruk nipis dapat menghilangkan rasa pahit, melainkan untuk membantu menjaga kualitas daging buah setelah dipotong.
Oleskan atau percikkan sedikit air perasan lemon pada permukaan daging alpukat. Jangan berlebihan karena rasa asam dapat mengubah cita rasa alami buah.

Setelah alpukat dipotong, masukkan ke wadah yang bersih dan tertutup rapat. Jika hanya menggunakan wadah terbuka, udara di dalam kulkas tetap dapat bersentuhan dengan permukaan daging buah.
California Avocado Commission juga menyarankan perlindungan terhadap paparan udara sebagai bagian dari teknik penyimpanan alpukat setelah dipotong.
Jika menggunakan plastik pembungkus makanan, tekan permukaannya hingga menempel langsung pada daging alpukat. Tujuannya adalah mengurangi ruang udara yang bersentuhan dengan buah.
Tidak semua rasa pahit disebabkan oleh kesalahan penyimpanan. Ada kalanya alpukat memang sudah mengalami kerusakan atau terlalu matang.
Menurut UC Davis, alpukat yang terlalu matang dapat mengalami perubahan kualitas dan bahkan mengembangkan off-flavors atau cita rasa yang tidak diinginkan. Kondisi tertentu sebelum dan setelah panen juga dapat memengaruhi munculnya rasa yang kurang enak.
Karena itu, jangan memaksakan mengonsumsi alpukat yang memiliki aroma tidak normal, daging berlendir, banyak bagian berwarna gelap, atau menunjukkan tanda pembusukan.
Jika hanya terdapat sedikit bagian kecokelatan akibat oksidasi, bagian tersebut dapat diperiksa dan dipisahkan. Namun, jika perubahan warna disertai bau tidak sedap, tekstur berlendir, atau tanda pembusukan lainnya, sebaiknya buah tidak dikonsumsi.

Di media sosial pernah beredar trik menyimpan alpukat dengan merendamnya di dalam air agar permukaannya tidak cepat cokelat. Cara ini sebaiknya tidak dijadikan metode penyimpanan di rumah.
Masalahnya bukan hanya soal perubahan warna, tetapi juga keamanan pangan. Beberapa sumber makanan dan keamanan pangan di Amerika Serikat telah mengingatkan mengenai risiko penyimpanan alpukat dalam air karena bakteri berpotensi berkembang dan masuk melalui permukaan buah.
Metode yang lebih aman adalah mengurangi kontak alpukat dengan udara menggunakan perasan lemon atau jeruk nipis, pembungkus yang menempel pada permukaan buah, serta wadah tertutup dan kulkas.
Hal yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa ada teknik penyimpanan tertentu yang bisa membuat alpukat pahit menjadi manis secara instan.
Cara menyimpan alpukat agar tidak pahit sebenarnya lebih berkaitan dengan menjaga buah tetap berada pada kondisi matang yang tepat. Alpukat yang dipanen atau dikonsumsi sebelum matang sempurna dapat memiliki cita rasa dan tekstur yang belum optimal. Sebaliknya, buah yang terlalu matang juga dapat mengalami penurunan kualitas.
Karena itu, jangan langsung membuang alpukat hanya karena masih keras dan rasanya belum enak. Berikan waktu untuk matang pada suhu ruang terlebih dahulu. Setelah teksturnya mulai empuk, barulah pindahkan ke kulkas jika belum ingin segera dikonsumsi.
Untuk alpukat yang sudah dibelah, prioritaskan perlindungan dari udara dan segera simpan dalam wadah tertutup di kulkas. Dengan begitu, tekstur, warna, dan cita rasanya dapat dipertahankan lebih baik tanpa mengandalkan trik penyimpanan yang belum terbukti.
1. Apakah alpukat pahit masih aman dimakan?
Belum tentu. Jika rasa pahit hanya muncul karena buah belum matang sempurna, alpukat dapat dibiarkan matang terlebih dahulu. Namun, jika rasa pahit disertai bau menyengat, tekstur berlendir, atau tanda pembusukan, sebaiknya jangan dikonsumsi.
2. Berapa lama alpukat matang bisa disimpan di kulkas?
Alpukat matang utuh umumnya dapat bertahan beberapa hari di kulkas, tergantung tingkat kematangan saat disimpan. Periksa tekstur, aroma, dan kondisi daging buah sebelum mengonsumsinya.
3. Mengapa alpukat yang disimpan di kulkas bisa tetap terasa pahit?
Kulkas tidak dapat mengubah rasa dasar alpukat. Jika buah sudah memiliki rasa pahit sebelum disimpan, pendinginan hanya memperlambat perubahan kematangan dan tidak menghilangkan rasa tersebut.