TRIBUN-BALI.COM - Penguatan Pengelolaan Produk Ekonomi Kreatif melalui Pameran Seni Rupa dan Sarasehan Cagar Budaya mengusung tema “Dari Warisan Budaya Menjadi Karya Bernilai: Penguatan Pengelolaan Produk Ekonomi Kreatif melalui Seni Rupa dan Pelestarian Cagar Budaya” diselenggarakan Minggu, 12 Juli 2026 bertempat di Wantilan Banjar Adat Kelodan, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) LSCC Universitas Udayana dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi budaya lokal.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti masyarakat Desa Nyalian, pelaku UMKM, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Nyalian.
Kegiatan diawali sesi sarasehan yang dimoderatori Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si., selaku Ketua Pokdarwis Dewi Nyalian. Sarasehan menghadirkan dua narasumber, yaitu I Ketut Sudila dan Ar. Ida Bagus Budartha Sidemen, S.T., IAI., yang membahas pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai aset desa sekaligus peluang dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Baca juga: Ruas Jalan Batumadeg–Batukandik Nusa Penida Mulai Ditangani, Akses Menuju Pantai Atuh dan Kelingking
Baca juga: Ada Dugaan Juara Gerak Jalan 45 Km Buleleng Pakai Siswa Bali Mandara, Ketua Lomba: Memang Benar
Dalam pemaparannya, I Ketut Sudila menekankan bahwa warisan budaya tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga dapat menjadi identitas dan kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ar. Ida Bagus Budartha Sidemen, S.T., IAI., menjelaskan bahwa pelestarian cagar budaya perlu berjalan beriringan dengan inovasi masyarakat dalam mengembangkan produk ekonomi kreatif.
"Warisan budaya bukan hanya untuk dijaga, tetapi juga dapat diolah menjadi karya yang bernilai ekonomi tanpa menghilangkan nilai dan identitas budayanya. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya untuk generasi mendatang," ujarnya.
Setelah sesi sarasehan dan diskusi interaktif bersama peserta, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan melukis capil sebagai bentuk implementasi pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis seni rupa. Peserta memeroleh arahan mengenai teknik melukis, kemudian secara berkelompok menuangkan kreativitas mereka pada media capil.
Seluruh hasil karya peserta, selanjutnya dipamerkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat sekaligus memperlihatkan potensi seni rupa lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Nyalian semakin memahami pentingnya menjaga dan memanfaatkan warisan budaya sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Tim PPK Ormawa LSCC Universitas Udayana, dalam mendorong kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan pelestarian budaya yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan produk ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (*)