Karhutla di Muara Medak Muba Meluas, Lahan Terbakar Capai 100 Hektare, Asap Ganggu Pengguna Tol
Welly Hadinata August 13, 2026 07:27 PM

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, masih berlangsung. 

Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (7/8/2026) tersebut diperkirakan telah membakar lahan hingga sekitar 100 hektare.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya terdapat tiga titik kebakaran di wilayah Dusun 9. Kepulan asap putih masih terlihat dari sejumlah lokasi yang terbakar.

Dalam video yang beredar, tampak asap membumbung dari kawasan lahan gambut. Sejumlah petugas juga terlihat melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.

Kepala Desa Muara Medak, Marudut Pandjaitan, membenarkan adanya karhutla di wilayahnya.

Menurutnya, kebakaran terjadi di Dusun 5 dan Dusun 9. Api di Dusun 5 telah berhasil dipadamkan, sedangkan dua titik api di Dusun 9 masih dalam penanganan.

"Dusun 5 sudah padam, Dusun 9 ada dua titik api. Diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 60 hektare. Upaya pemadaman saat ini masih terus dilakukan oleh tim," ungkap Marudut.

Namun, informasi lain menyebut luasan lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 hektare.

Kawasan yang terbakar diketahui merupakan lahan gambut. Sejumlah pohon kelapa sawit juga terlihat berada di sekitar lokasi kebakaran.

Asap Tercium hingga Kabin Mobil

Dampak kebakaran juga mulai dirasakan pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan tersebut.

Seorang pengendara, Andi Zen, mengaku mencium bau asap cukup kuat saat melintasi ruas Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino.

Bahkan, bau asap disebut tetap tercium hingga ke dalam kabin mobil meski seluruh kaca kendaraan dalam kondisi tertutup.

"Kalau lewat jalan tol bau asap cukup terasa, bahkan sampai masuk ke dalam mobil. Kaca sudah ditutup, tapi tetap tercium bau asapnya," ujar Andi.

Ia mengkhawatirkan kondisi tersebut semakin mengganggu pengguna jalan, terutama apabila kabut asap semakin tebal pada malam hari dan menyebabkan jarak pandang menurun.

"Kami berharap segera ditangani sehingga asap tidak semakin mengganggu pengguna jalan yang melintas di Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino," ungkapnya.

Sementara itu, upaya pemadaman masih dilakukan untuk mengendalikan titik api yang tersisa. Penanganan menjadi penting mengingat kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut yang berpotensi membuat api sulit dipadamkan dan kembali muncul.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.