Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
Hal itu menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya yang digelar di Warkop Naik Kelas Ciamis, Kamis (13/8/2026).
Mengusung tema “Menjaga Marwah Jurnalisme di Tengah Badai Disrupsi”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para jurnalis untuk kembali memperkuat komitmen terhadap independensi dan Kode Etik Jurnalistik.
Menurutnya, kecepatan tanpa verifikasi justru dapat membuat masyarakat menerima informasi yang keliru.
Baca juga: Kampung Zakat Bangunharja Ciamis Resmi Diluncurkan untuk Kemandirian Warga
“Tantangan media hari ini bukan sekadar kecepatan, melainkan bagaimana kita tetap mempertahankan kebenaran dan keakuratan informasi,” ujar Yosep.
Ia menegaskan IJTI Galuh Raya akan terus mendorong jurnalis agar menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Selain menyajikan informasi yang akurat, jurnalis juga diharapkan mampu menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah maupun masyarakat.
“Jangan sampai karena mengejar kecepatan, kita mengabaikan kebenaran. IJTI Galuh Raya berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam merawat integritas jurnalisme,” katanya.
Ketua Pelaksana HUT ke-28 IJTI Galuh Raya, Agus Berrie, mengatakan peringatan tahun ini tidak sekadar diisi kegiatan seremonial.
Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari diskusi publik, silaturahmi kemitraan hingga aksi sosial IJTI Peduli dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar sekretariat.
“Melalui tema besar tahun ini, kami ingin menegaskan kembali komitmen bersama seluruh insan pers untuk tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik, menjaga independensi, serta menghadirkan karya informasi yang edukatif, akurat dan terpercaya,” ujar Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, yang hadir mewakili Bupati Ciamis, memberikan apresiasi terhadap kiprah IJTI Galuh Raya.
Menurutnya, di tengah maraknya informasi di media sosial, masyarakat membutuhkan jurnalis profesional yang mampu memilah dan memastikan informasi sebelum disampaikan kepada publik.
“Di era disrupsi digital ini, peran jurnalis profesional sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang serta pemilah informasi terpercaya bagi publik,” kata Enda.
Ia berharap kemitraan antara Pemkab Ciamis dan insan pers terus terjaga untuk mendukung pembangunan daerah.
Peringatan HUT ke-28 IJTI Galuh Raya turut dihadiri Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar beserta jajaran, Dewan Penasehat IJTI Galuh Raya Dr. KH. Fadlil Yani Ainusyamsi atau Ang Icep, Kalapas Ciamis Supriyanto, Kepala ADM Perhutani Ciamis Topik Hidayat, Kasi Intel Kejari Ciamis dan Pasi Intel Kodim 0613/Ciamis.
Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow dan diskusi publik bersama akademisi Hendra Ebo yang membahas strategi pers menghadapi perubahan di era disrupsi digital.
Perwakilan organisasi profesi wartawan seperti PWI, IWO dan IPJI serta kalangan akademisi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
HUT ke-28 IJTI Galuh Raya pun menjadi pengingat bahwa di tengah banjir informasi, nilai utama jurnalisme tetap sama: menyampaikan informasi yang benar, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.(*)