SURYA.CO.ID - Nahdlatut Turots (NT), asosiasi atau perkumpulan yang mewadahi para pegiat, peneliti, filolog, dan pemilik naskah atau manuskrip keilmuan Islam ulama Nusantara berbasis pesantren, menyiapkan enam agenda keilmuan selama Muktamar NU di Pesantren Tambakberas, Jombang.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pameran manuskrip ulama Nusantara, dauroh tahqiq atau pelatihan penyuntingan naskah, klinik turots, musyawarah besar (mubes) pegiat turots se-Nusantara, ijazahan sanad keilmuan, hingga seminar turots.
Rencana tersebut dibahas dalam konsolidasi Nahdlatut Turots di Lesehan Lasiyem, Kaliwungu, Jombang, Kamis (13/8). Pertemuan itu dihadiri Dewan Pembina NT KH Ahmad Tajul Mafakhir, Ketua NT KH Muhammad Utsman, Ketua Panitia Ayung Notonegoro serta jajaran Nahdlatut Turots lainnya.
Dari pihak tuan rumah, hadir KH Ahmad Lathif Malik dan KH Abdul Wahab Yahya.
Ketua Nahdlatut Turots KH Muhamad Utsman mengatakan seluruh agenda yang disiapkan memiliki keterkaitan dengan turots atau khazanah keilmuan klasik yang diwariskan para ulama Nusantara.
"Kesemuanya terkait dengan turots, manuskrip kuno dari para kiai seluruh Nusantara," ujarnya, dikutip dari pesan rilis yang diterima SURYA.co.id, Kamis (13/8/2026).
Kiai muda yang akrab disapa Lora Utsman itu menjelaskan, enam kegiatan tersebut memiliki bentuk yang beragam dan menyasar para pegiat maupun pemerhati turots.
"Mulai dari pameran, dauroh tahqiq, klinik, musyawarah besar, ijasahan sanad dan seminar," tambahnya.
Baca juga: 700 Santri Tambakberas Jombang Jadi Carbon Warriors, Jaga Kebersihan Muktamar NU
Ketua panitia Ayung Notonegoro mengatakan pameran turots akan dipusatkan di sekitar makam KH Abdul Hamid Hasbullah.
"Tepatnya di depan GOR Hasbullah Said, mulai hari Kamis (27/8) sampai Senin (31/8)," ujarnya.
Selain pameran, lokasi tersebut juga menjadi tempat pelaksanaan klinik turots. Kegiatan ini akan memberikan edukasi mengenai perawatan hingga pemanfaatan manuskrip kuno.
"Ada kelas preservasi tentang cara merawat manuskrip, digitalisasinya sampai kelas konsultasi terkait lebih dalam tentang turots," imbuhnya.
Sementara itu, dauroh tahqiq atau pelatihan editing manuskrip akan berlangsung di Pesantren Hidayatul Qur'an Peterongan selama dua hari, Jumat dan Sabtu.
Kuota peserta dauroh hanya 40 orang. Namun, jumlah pendaftar telah mencapai 135 calon peserta sehingga panitia masih melakukan proses seleksi.
"Pelaksanaannya dua hari, Jumat dan Sabtu, kuota yang ada hanya 40 peserta, tapi yang daftar sudah 135 calon, ini sedang diseleksi panitia siapa saja yang lolos jadi peserta dauroh," urainya.
Agenda berikutnya adalah musyawarah besar (mubes) pegiat turots yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8) siang.
Kegiatan tersebut digelar di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas. Sekitar 200 pegiat turots dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan hadir.
"Ini ajang silaturahmi dan tukar pengalaman para pegiat turots, setidaknya 200 orang akan hadir dari seluruh Nusantara," imbuhnya.
Ayung berharap mubes tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat gerakan keilmuan berbasis turots.
"Karena nanti Muktamar NU tidak pergantian kepemimpinan saja, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat citra keilmuan," pintanya.
Pada Sabtu (29/8) malam, rangkaian kegiatan berlanjut dengan ijazahan sanad keilmuan di Masjid Induk Tambakberas.
Sebanyak 50 kiai sepuh dari dalam dan luar negeri telah diundang untuk memberikan ijazah sanad kepada peserta.
"Sudah ada 50 kiai sepuh yang diundang memberikan ijazah, baik dari dalam maupun luar negeri," tambahnya.
Seminar turots menjadi agenda puncak yang dijadwalkan berlangsung di Aula MAN 3 Tambakberas Jombang pada Minggu (30/8).
Seminar tersebut ditargetkan diikuti sedikitnya 300 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pesantren, perguruan tinggi, ma'had aly hingga kolektor manuskrip.
Sejumlah guru besar dari dalam dan luar negeri juga akan hadir sebagai narasumber.
"Ada tiga tema panel yang akan dibahas sejak pagi hingga sore di seminar ini," ujarnya.
Tiga tema yang akan dibahas meliputi kekayaan turots Nusantara, NU dan turots, serta internasionalisasi turots.
Perwakilan Pondok Pesantren Tambakberas, KH Ahmad Lathif Malik, mengapresiasi rangkaian kegiatan yang disiapkan Nahdlatut Turots selama Muktamar NU.
Menurut Gus Lathif, kegiatan tersebut dapat memperkuat sisi keilmuan dalam rangkaian Muktamar NU.
"Terima kasih Nahdlatut Turots akan menggelar berbagai kegiatan selama Muktamar NU digelar, tentu akan memiliki nilai keilmuan yang kuat," ujar Gus Lathif, sapaan akrabnya.
Pengasuh Pondok Al-Muhajirin 3 itu memastikan keluarga besar Tambakberas akan ikut mendukung kelancaran seluruh agenda tersebut.
"Kita bantu siapkan sebaiknya," pungkasnya.