Perbaikan 400 Ribu Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Pemerintah pada 2026
Nurmayanti August 13, 2026 10:00 PM

 

Liputan6.com, Jakarta - Bagi warga lanjut usia, rumah bukan sekedar tempat berlindung, tetapi menjadi ruang utama untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, kondisi hunian yang aman, sehat dan layak menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk memperbaiki kondisi rumah secara mandiri.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah melalui berbagai program perumahan nasional. Pada 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas rumah masyarakat.

Pemerintah menargetkan perbaikan 400 ribu rumah tidak layak huni menjadi rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa program peningkatan kualitas rumah masyarakat tidak hanya berorientasi pada kondisi fisik bangunan. Namun juga bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

“Program perumahan harus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan Masyarakat,” ujar Menteri Ara.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi di tingkat daerah menjadi penting untuk memastikan bantuan hunian dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

 

 

Bangun Kualitas Hidup

Dalam konteks tersebut, kolaborasi di tingkat daerah menjadi penting untuk memastikan bantuan hunian dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pada akhirnya, membangun kualitas hidup tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, perubahan dimulai dari sebuah rumah yang diperbaiki, dari keluarga yang merasa lebih aman, atau dari seorang lanjut usia yang kini dapat beristirahat dengan lebih tenang di tempat yang ia sebut rumah.

Karena merawat mereka yang telah lebih dulu menjaga keluarga dan lingkungannya bukan hanya tentang mengingat jasa mereka. Tetapi tentang memastikan bahwa di masa senja, mereka tetap memiliki tempat yang layak untuk pulang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian di Desa Tepian Terap, Kalimantan Timur. Melalui Program Renovasi dan Sanitasi (PONDASI), PT Etam Bersama Lestari (EBL), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk membantu meningkatkan kualitas hunian warga yang membutuhkan, termasuk masyarakat lanjut usia.

Program mencakup perbaikan atap, dinding, lantai. Perbaikan tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga fasilitas sanitasi sehingga kebutuhan dasar penghuni dapat terpenuhi dengan lebih baik agar menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi penghuninya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.