SURYA.CO.ID, PASURUAN - Perjuangan melawan ganasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo menyajikan kisah ketulusan dan dedikasi tanpa batas di tengah ancaman kehancuran alam.
Rasa cinta terhadap ikon wisata Jawa Timur itu memanggil Wagub Emil Dardak untuk merespons cepat bahaya yang mengintai, demi memastikan Bromo tetap terlindungi dari kobaran api.
Di bawah kepungan cuaca dingin ekstrem dan pekatnya malam, para petugas gabungan mempertaruhkan stamina untuk menjinakkan si jago merah.
Perjuangan tanpa kenal lelah itu menjadi saksi bisu betapa berharganya setiap jengkal lahan Bromo bagi keselamatan lingkungan dan masa depan warga sekitar.
Baca juga: Detik-detik Petugas Manggala Agni Sempat Tersesat Saat Padamkan Kebakaran di Gunung Bromo
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak bergerak cepat merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo.
Usai menyelesaikan agenda kerja di Jakarta, Emil langsung bertolak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya peningkatan intensitas kobaran api pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Menempuh perjalanan darat setelah penerbangan dari Jakarta, Emil tiba di lokasi sekitar pukul 02.07 WIB, Kamis (13/8/2026) dini hari.
Emil kemudian langsung melakukan patroli dan penyisiran untuk memastikan kondisi titik api terkendali, termasuk di kawasan Bukit Kingkong.
Kehadiran Emil di tengah malam itu untuk memastikan koordinasi penanganan darurat berjalan optimal sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan.
“Begitu menerima laporan dari tim di lapangan jam tujuh malam bahwa titik api mulai membesar, kami memutuskan untuk segera berkoordinasi dan bertolak ke Bromo untuk memantau situasi secara langsung,” ujar Emil di lokasi.
Baca juga: Kebakaran Gunung Bromo, Puncak Seruni Point Probolinggo Ditutup Sementara
Saat peninjauan, kobaran api di sejumlah titik terpantau relatif mengecil berkat penanganan cepat tim gabungan yang terdiri dari petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD, relawan lokal, serta aparat TNI/Polri.
Namun, dari patroli dini hari itu, Emil justru menemukan persoalan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih.
Sejumlah titik api baru berada di pinggir jalan, termasuk titik yang sebelumnya luput dari penyisiran.
Kondisi itu menjadi perhatian karena penanganan Karhutla selama ini lebih banyak terfokus pada kobaran utama di kawasan Bukit Kingkong.
“Beberapa titik api baru di pinggir jalan ini perlu menjadi perhatian. Karena jarak pandang terbatas dan energi petugas juga sudah terkuras setelah melakukan pemadaman di titik utama,” kata Emil.
Menurut Emil, titik api di sepanjang jalan memiliki potensi menjadi sumber penyebaran baru apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, penguatan patroli di jalur utama menjadi salah satu evaluasi penting dari hasil peninjauan langsung pada Kamis dini hari.
Emil juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang tetap bersiaga tanpa mengenal waktu di tengah kondisi cuaca dingin ekstrem di lereng Bromo.
“Kami mengapresiasi tinggi dedikasi seluruh tim gabungan BPBD, TNBTS, TNI/Polri, hingga relawan yang telah berjuang keras sejak sore. Namun, kewaspadaan tidak boleh turun,” tuturnya.
“Dari hasil penyisiran dini hari ini, kami memetakan sejumlah penanganan taktis agar respons di kawasan rawan ini bisa jauh lebih cepat dan terukur,” ujar Emil.
Baca juga: Komunitas Jeep Bromo Bantu Petugas Padamkan Kebakaran Hutan di Kawasan TNBTS
Salah satu langkah yang didorong adalah memperkuat penanganan di sepanjang jalan, terutama untuk mengantisipasi titik api kecil yang berpotensi luput dari pengawasan.
Selain patroli yang lebih intensif, Pemprov Jatim juga mendorong penguatan armada respons cepat.
Medan Bromo yang terjal membuat mobilisasi truk tangki membutuhkan waktu cukup lama.
Bahkan, dengan kondisi medan dan beban muatan, mobilisasi truk tangki dapat membutuhkan waktu lebih dari satu jam.
Karena itu, Pemprov Jatim mendorong disiagakannya unit armada pick-up yang dilengkapi tandon air dan pompa Alkon.
Armada itu nantinya dapat digunakan untuk merespons titik api kecil di sekitar jalan dengan lebih cepat, sebelum api berkembang menjadi kobaran besar.
“Karakteristik Bromo dengan angin kencang dan medan terjal menuntut kita untuk bergerak fleksibel. Dengan kombinasi armada fast-response dan peningkatan intensitas patroli, kita ingin memastikan setiap titik api bisa ditangani sedini mungkin,” tegas Emil.
Penanganan juga akan memperhatikan titik-titik api yang berada di tebing sepanjang jalan.
Emil menyebut terdapat tebing dengan ketinggian sekitar empat meter di sejumlah bagian jalan sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik api.
Untuk itu, personel di lapangan akan dibekali peralatan pendukung seperti tangga portabel, alat pemadam api ringan (APAR), hingga jet shooter.
Peralatan itu diharapkan memudahkan petugas menjangkau titik api di atas tebing dengan lebih cepat dan aman.
Di sisi lain, frekuensi patroli di sepanjang rute utama Wonokitri-Bukit Kingkong akan ditingkatkan.
Patroli tidak hanya ditujukan untuk melihat kobaran api besar, tetapi juga menyisir titik-titik kecil di tepi jalan yang berpotensi terlewat dalam penanganan.
Langkah itu juga akan disesuaikan dengan kondisi fisik petugas gabungan yang telah bekerja sejak sore.
Dengan pengaturan stamina, penyisiran diharapkan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan personel di lapangan.
Baca juga: Bromo Masih Dikepung Api, 742,70 Hektare Terdampak dan Pemadaman Masih Berlangsung
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah menggelar rapat bersama Menteri Kehutanan terkait penanganan karhutla Bromo.
Dalam penanganan itu, Karo Ops ditugaskan untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoordinasikan pengamanan, termasuk kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan penanggulangan bencana alam.
Emil mengatakan status siaga darurat juga menjadi dasar untuk meningkatkan langkah penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.
“Karo Ops ini kemudian akan memastikan karena ini sudah kategori siaga darurat, maka sudah ada dasarnya di kebencanaan untuk melakukan peningkatan penindakan hukum apabila ada pelanggaran hukum,” jelasnya.