Tantangan Dehidrasi Paskibraka Tana Tidung saat Latihan di Tengah Cuaca Panas Terik
Cornel Dimas Satrio August 13, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk upacara HUT ke-81 RI di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) tidak berjalan tanpa tantangan.

Lapangan yang relatif sempit, banyaknya taman, serta kondisi cuaca yang panas menjadi kendala yang harus dihadapi para pelatih dan anggota Paskibraka selama menjalani latihan.

Terlebih waktu persiapan tahun ini cukup singkat. Latihan baru dimulai pada 6 Agustus dan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Agustus 2026.

Pelatih Paskibraka Tana Tidung, Ipda Ciptoyo mengatakan kondisi tersebut membuat pihaknya harus menyusun strategi agar seluruh materi dan formasi dapat dikuasai dalam waktu yang terbatas.

"Kalau untuk latihan kendalanya karena di tempat yang baru. Yang pertama karena faktor cuaca panas sekali, makanya anak-anak banyak yang dehidrasi. Yang kedua faktor lapangan karena lapangan untuk upacara ini terhitung sempit dan banyak taman-tamannya," kata Ciptoyo kepada TribunKaltara.com, Kamis (13/8/2026).

Untuk mengejar waktu, latihan dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Para anggota Paskibraka bahkan hanya diberikan waktu istirahat sekitar lima hingga 10 menit sebelum kembali melanjutkan latihan.

"Untuk menyiasati lapangan yang sempit dan waktu yang singkat, kita mulai latihan dari pukul 07.00 pagi sampai 17.30 sore," ujarnya.

130820226 Paskibraka Tana Tidung 01
TANTANGAN DEHIDRASI - Pelaksanaan latihan pengibaran bendera merah putih jelang HUT RI ke-81 di Kawasan Puspem Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Rabu (12/8/2026). Tantangan dehidrasi dihadapi anggota Paskibraka Tana Tidung saat latihan di tengah cuaca panas terik.

Baca juga: Latihan Paskibra Tana Tidung Perdana Digelar di Puspem, TNI-Polri Bergabung Matangkan Formasi

Selain latihan di lapangan, para anggota Paskibraka juga diasramakan. Hal tersebut dimanfaatkan pelatih untuk melakukan evaluasi setiap malam.

Setelah melaksanakan ibadah salat Isya, para pelatih kembali memberikan arahan mengenai kekurangan selama latihan hari itu untuk diperbaiki pada latihan berikutnya.

"Untuk mengompakkan mereka kita latihan semaksimal mungkin karena waktunya sedikit. Malam juga kita koordinasi, kita paparkan kekurangan mereka tadi apa dan salahnya di mana untuk perbaikan di hari berikutnya," jelasnya.

Ciptoyo mengungkapkan, kondisi kesehatan peserta juga menjadi perhatian selama latihan. Beberapa anggota sempat mengalami dehidrasi akibat cuaca panas dan minimnya tempat berteduh di sekitar lapangan.

"Dari siswa sendiri sebenarnya banyak keluhan karena kesehatan mereka berbeda-beda. Ada beberapa yang sempat kita bawa ke puskesmas karena faktor cuaca," katanya.

Menurutnya, kondisi lapangan yang minim pepohonan membuat suhu terasa lebih panas. Angin yang tidak terlalu banyak serta belum tersedianya tempat berteduh turut menjadi tantangan bagi para peserta.

Meski demikian, pihaknya tetap menyesuaikan formasi dengan kondisi lapangan yang tersedia.

"Dari faktor lapangan sendiri kita menyesuaikan tempatnya. Untuk formasi dan pergerakan pasukan kita menyesuaikan tempat yang ada di lapangan Puspem ini," tuturnya.

Adapun susunan pasukan nantinya terdiri dari Pasukan 17 yang dibagi menjadi 17A dan 17B, kemudian Pasukan 8 di bagian tengah serta Pasukan 45 yang berada di belakang dan diisi personel TNI dan Polri.

Keterbatasan tempat juga membuat pelatih harus beberapa kali mengubah formasi agar tetap terlihat baik saat pelaksanaan upacara.

"Memang kondisi lapangan sangat sempit, jadi kita sempat kesulitan untuk membuat formasi yang indah. Karena Paskibra ini kan gerak jalan indah, ada variasi dan sebagainya. Tapi karena faktor tempat, kita hanya menyesuaikan," ungkapnya.

Ciptoyo menyebut pihaknya memilih formasi yang lebih sederhana, namun tetap mempertahankan tampilan yang baik.

Apalagi Pasukan 45 dari TNI dan Polri baru mulai bergabung pada 12 Agustus, sehingga waktu latihan bersama mereka hanya tersisa beberapa hari.

"Untuk formasi ini terus terang kita kesulitan di Pasukan 45 karena TNI Polri masuk mulai hari ini tanggal 12, jadi mereka latihan hanya tiga hari. Kita kesulitan dari waktu mereka, tempat latihan dan model formasinya," katanya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Ciptoyo berharap seluruh anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik.

Pasalnya, pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya upacara kemerdekaan dilaksanakan di kawasan Puspem Tana Tidung.

"Karena kami di sini yang pertama untuk upacara di Puspem ini, mungkin nanti kalau berhasil anak-anak mengibarkan bendera adalah sebuah kebanggaan buat kami para pelatih dan adik-adik Paskibraka," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.