San Agustin Berdampak : Mengajak Guru Matematika Penguatan Literasi dan Numerasi Berbasis TPACK 
Try Juliansyah August 13, 2026 11:44 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pembelajaran matematika memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir logis dan kritis serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik. 

Namun, perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut pembelajaran matematika yang tidak hanya berfokus pada kemampuan menghitung dan menyelesaikan soal.

Tetapi juga mampu mengembangkan literasi dan numerasi sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Dr Siti Suprihatiningsih SPd Si MPd selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama tim dosen San Agustin.

Menghadirkan program inovatif bertajuk “Desain Pembelajaran Mendalam Berorientasi pada Kemampuan Literasi dan Numerasi Sebagai Pengembangan TPACK Guru Matematika di Kabupaten Landak.” 

Program ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi guru matematika melalui penguatan pembelajaran mendalam, literasi numerasi, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan sejak April hingga November 2026 dengan melibatkan guru matematika sebagai mitra pengembangan kapasitas profesional.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di SDN 34 Ayo Gundaleng sebagai bagian dari proses pendampingan dan penguatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

"Program ini berangkat dari kondisi pembelajaran matematika di Kabupaten Landak yang masih menghadapi berbagai tantangan," ujar Dr Siti pada Kamis 13 Agustus 2026.

Baca juga: Pertina Landak Bagikan Masker, Ajak Warga Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap

Lanjut dia, pembelajaran matematika di sekolah masih cenderung berorientasi pada penyampaian materi dan penyelesaian soal rutin. 

Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep, menginterpretasikan informasi, serta menerapkan matematika dalam konteks kehidupan nyata belum berkembang secara optimal.

"Melalui program San Agustin Berdampak, guru matematika diberikan pendampingan untuk mengembangkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada penguatan literasi dan numerasi," katanya.

Pendekatan ini menekankan bahwa pembelajaran matematika tidak hanya bertujuan agar peserta didik memperoleh jawaban yang benar.

"Tetapi juga memahami proses berpikir, membangun hubungan antar konsep, serta mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan nyata," jelasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung di SDN 34 Ayo Gundaleng, guru memperoleh penguatan terkait strategi pembelajaran yang mampu mengembangkan literasi numerasi peserta didik. 

Literasi numerasi dipahami sebagai kemampuan menggunakan konsep matematika untuk membaca informasi, memahami data, melakukan analisis, serta mengambil keputusan berdasarkan pemahaman matematis.

Selain penguatan aspek pedagogis, program ini juga mengembangkan kemampuan guru melalui pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). 

"Pendekatan TPACK membantu guru memahami bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara tepat dengan strategi pembelajaran dan materi matematika yang diajarkan," terang Dr Siti.

Melalui pendekatan ini, guru tidak hanya menggunakan teknologi sebagai alat bantu penyampaian materi, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkan teknologi sesuai dengan tujuan pembelajaran. 

Integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika diarahkan untuk membantu visualisasi konsep, meningkatkan interaksi belajar, mendukung eksplorasi materi, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

Sehingga tim PKM San Agustin berperan dalam mendampingi guru melalui berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pelatihan, diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, hingga refleksi atas penerapan pembelajaran di kelas. 

"Pendekatan yang digunakan bersifat kolaboratif, sehingga guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam mengembangkan desain pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah," ungkapnya.

Salah satu hasil yang dikembangkan melalui program ini adalah desain pembelajaran matematika berbasis literasi, numerasi, dan TPACK. 

Produk pembelajaran tersebut mencakup modul ajar matematika kontekstual, panduan integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta contoh praktik baik yang dapat diterapkan oleh guru.

Keberlanjutan program menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini. Melalui komunitas guru matematika dan forum MGMP Matematika Kabupaten Landak, hasil pengembangan pembelajaran dapat terus disebarluaskan dan dikembangkan oleh guru-guru lain. 

Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

San Agustin Berdampak menjadi wujud kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemberdayaan guru. 

Penguatan literasi, numerasi, dan kompetensi TPACK menjadi langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran matematika yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, program ini membuka jalan baru bagi pembelajaran matematika di Kabupaten Landak. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi.

"Tetapi juga sebagai perancang pengalaman belajar yang mampu membangun kemampuan berpikir, kreativitas, dan kemandirian peserta didik," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.