TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan memberlakukan aturan baru terkait jadwal pembuangan sampah di transfer depo Pasar Tenguyun, Tarakan, Kalimantan Utara.
Kini, aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut dibatasi hanya sampai pukul 18.00 WITA demi mengendalikan volume sampah dan mencegah depo mengalami kelebihan kapasitas.
Untuk memastikan warga tertib membuang sampah sesuai jadwal, DLH Tarakan memasang portal di area depan transfer depo.
Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Tarakan, Yohanis K Patongloan, menjelaskan bahwa portal yang sebelumnya dibuka hingga 18 jam sehari kini disesuaikan operasionalnya menjadi pukul 06.00 WITA hingga 18.00 WITA.
"Karena kalau kita buka terus-terusan akan tidak terjadi disiplin dari sampah semesta, yang kedua akan terjadi overload di depo sampah kita," katanya.
"Karena petugas-petugas sampah semesta yang dari Gunung Lingkas, yang dari semua kan kita atur sehingga tidak kusam dilihat. Kalau kita buka 1x24 jam ada terus sampah di depo. Kapan bersihnya. Makanya kita upaya kita buka jam enam pagi sampai jam enam sore. Sehingga sampah-sampah itu bisa habis," jelas Yohanis.
Baca juga: 4 Dampak Membeludaknya Sampah di Pasar Tenguyun Tarakan, Pedagang Menjerit
Guna mengantisipasi kebutuhan warga di luar jam operasional, Yohanis memastikan terdapat lokasi alternatif.
DLH telah menggeser depo yang sebelumnya berdekatan dengan SD 045 dan Koperasi Merah Putih ke kawasan Rusunawa agar lebih tertata.
"Malah depo yang di dekat SD 045 ya, kita sudah geser ke situ karena depo kita berdekatan dengan Koperasi Merah Putih sehingga tidak elok, sehingga kita geser ke Rusunawa, termasuk depo di Kampung Baru," jelasnya.
Menanggapi anggapan bahwa portal depo ditutup lebih cepat sehingga memicu tumpukan sampah di luar area, Yohanis membantah tegas kabar tersebut.
Ia memastikan pengawasan tetap dilakukan agar petugas di lapangan tidak menutup portal sebelum waktunya.
"Saya kira itu bukan alasan, Pak. Karena kita sudah buka 18 jam," katanya.
"Tapi kalau ada yang bilang tutup, nanti saya panggil pengelolanya, petugasnya. Ada pengawas kita di situ. Tidak akan saya juga izinkan kalau tutup siang," tegasnya.
Baca juga: Berikut Ini Alasan DLH Tarakan Tidak Bisa Angkut Sampah Tiap Hari di Pasar Tenguyun
Setiap kali pengangkutan, volume sampah di kawasan Pasar Tenguyun diperkirakan mencapai sekitar lima ton.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari sampah depo dan dua kontainer khusus sampah pasar yang masing-masing berkapasitas di bawah satu ton.
Meskipun DLH menyiapkan opsi penambahan kontainer baru jika dibutuhkan, Yohanis menegaskan bahwa menambah wadah penampungan bukanlah solusi utama jika tidak diimbangi dengan kesadaran memilah sampah.
"Cuma yang dipersoalkan, kalau kita tambah berpenuh-penuh terus, berarti kita gagal. Kita gagal untuk pemilahan sampah," tegas Yohanis.
Pengelolaan sampah di area pasar ini selanjutnya akan dievaluasi bersama pihak pengelola pasar, termasuk mengenai frekuensi pengangkutan sampah, ketersediaan anggaran operasional, serta retribusi.
"Sehingga karena ini salah satu program unggulan Pak Wali, bagaimana sampah itu terpilah. Kalau bisa sudah terpilah dari rumah. Nah," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah