SURYA.CO.ID - Dalam dunia pesantren, ijazah wirid bukan sekadar bacaan, melainkan kunci spiritual untuk mengetuk pintu rahmat Allah.
Salah satu yang paling masyhur adalah Amalan Huwal Habib, sebuah ijazah dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Hasbullah.
Dilansir dari laman Tebuireng Online, almarhum KH M Djamaluddin Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang menyebut bahwa wirid yang berasal dari petikan Qasidah Burdah ini dikenal sebagai wasilah yang sangat kuat dalam mempermudah segala urusan, mulai dari urusan organisasi hingga hajat pribadi yang mendesak.
Bagi Anda yang ingin mengamalkan ijazah ini, berikut adalah panduan lengkap sesuai arahan Kiai Djamaluddin Ahmad:
1. Awali dengan Salat Hajat
Sangat dianjurkan untuk melakukan salat sunah hajat dua rakaat terlebih dahulu sebelum memulai wirid.
2. Tawasul dan Al-Fatihah
Bacalah tawasul (pengiriman doa) kepada Rasulullah SAW, para sahabat, para wali, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Muhammad al-Bushiri (pengarang Burdah), KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Djamaluddin Ahmad, serta kedua orang tua.
Tutup tawasul dengan membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 11 kali.
3. Membaca Surat-Surat Pendek
Baca rangkaian surat berikut masing-masing 3 kali:
Surat Al-Ikhlas
Surat Al-Falaq
Surat An-Nas
Ayat Kursi
4. Membaca Shalawat Pembuka (3 Kali)
مَوْلَايَ صَلِّي وَسَلِّـمْ دَآئِــماً أَبَـدًا ۞ عَلـــَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ
Latin: Mawlaya shalli wa sallim da’iman abada, ‘ala habibika khayril khalqi kullihimi.
(Artinya: Ya Tuhanku, limpahkanlah selawat dan salam selalu dan selamanya atas Kekasih-Mu, sebaik-baik makhluk seluruhnya).
5. Membaca Bait Inti (100 Kali atau 1.000 Kali)
Untuk hajat umum, dibaca 100 kali. Namun, untuk hajat yang sangat besar, Kiai Djamal menyarankan membacanya sebanyak 1.000 kali.
هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ
Latin: Huwal habibulladzi turja syafa’atuhu, likulli hawlin minal ahwali muqtahimi.
(Artinya: Dialah (Rasulullah) kekasih yang diharapkan syafaatnya, untuk menghadapi setiap kengerian dari kengerian-kengerian yang datang membabi buta).
6. Penutup
Tutup kembali dengan membaca bait "Mawlaya shalli..." sebanyak 3 kali, kemudian baca kembali "Huwal Habib..." sebanyak 1 kali.
Setelah itu, sampaikan hajat Anda secara spesifik kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.