Rencana Prabowo Siapkan Skema Beli Motor Listrik Tanpa DP, Bisa Tukar Tambah Motor Bensin
Azis Husein Hasibuan August 14, 2026 02:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah rencana pemerintah untuk membuat kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik, semakin mudah dijangkau masyarakat.

Salah satu skema yang tengah diupayakan adalah menurunkan bunga cicilan sekaligus membuka kemungkinan pembelian motor listrik tanpa uang muka atau down payment (DP).

Selain pembiayaan yang lebih ringan, pemerintah juga mempertimbangkan mekanisme tukar tambah bagi masyarakat yang saat ini masih menggunakan sepeda motor berbahan bakar bensin.

Melalui skema tersebut, motor lama nantinya dapat diserahkan untuk mendapatkan motor listrik baru dengan tambahan biaya tertentu.

Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (Alva), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Dorongan terhadap penggunaan kendaraan listrik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat elektrifikasi transportasi sekaligus mengembangkan industri kendaraan listrik nasional. Pemerintah juga melihat penggunaan energi listrik sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM).

Prabowo Dorong Motor Listrik Lebih Terjangkau

Dalam acara peluncuran Molinas, Prabowo menekankan pentingnya mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, kekayaan sumber daya tersebut perlu dikelola agar dapat mendukung ketahanan energi nasional.

"Indonesia memiliki kekuatan luar biasa, Indonesia memiliki sumber alam luar biasa. Tinggal kita bisa atau tidak menjaga dan mengelolanya," tutur Prabowo dalam sambutannya di acara peluncuran Molinas, Kamis (13/8/2026).

Menurut Prabowo, salah satu bentuk optimalisasi sumber daya tersebut adalah mendorong penggunaan listrik sebagai sumber energi untuk berbagai kendaraan dan peralatan.

Peralihan tersebut tidak hanya menyasar sepeda motor. Prabowo menyebut kendaraan lain seperti mobil, bus, hingga traktor juga dapat menggunakan energi listrik.

"Udara dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera," terangnya.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Artinya, bukan hanya produksi kendaraan yang didorong, tetapi juga penggunaan dan akses masyarakat terhadap kendaraan tersebut.

Bunga Cicilan Motor Listrik Akan Diupayakan Lebih Murah

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam mendorong penggunaan motor listrik adalah kemampuan masyarakat untuk membeli kendaraan tersebut.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan opsi pembiayaan yang lebih terjangkau. Prabowo mengatakan pemerintah akan berupaya menekan bunga cicilan motor listrik.

Bunga cicilan merupakan biaya tambahan yang dibayarkan konsumen kepada lembaga pembiayaan selama masa kredit. Semakin rendah bunga, semakin kecil pula beban pembayaran yang harus ditanggung konsumen, meskipun besaran cicilan tetap bergantung pada harga kendaraan, tenor, dan skema pembiayaan.

"Kita akan turunkan apa itu? Bunga. Bunga cicilan kita turunkan. Untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mendorong produksi motor listrik, tetapi juga berupaya memperluas akses pembelian kendaraan listrik bagi masyarakat melalui pembiayaan.

Namun, skema tanpa DP tersebut masih disebut sebagai upaya yang akan diusahakan pemerintah. Artinya, berdasarkan informasi yang disampaikan Prabowo, belum terdapat rincian mengenai kapan skema tersebut mulai berlaku, berapa besar bunga cicilan yang akan ditetapkan, maupun lembaga pembiayaan yang akan menjalankannya.

Bisa Hemat Biaya Operasional hingga 70 Persen

Prabowo juga menyoroti potensi penghematan biaya sehari-hari yang dapat diperoleh masyarakat ketika menggunakan motor listrik.

Menurut perhitungan yang disampaikannya, biaya penggunaan motor listrik dapat lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

"Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen. Pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen. Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujarnya.

Penghematan biaya operasional tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong peralihan kendaraan berbahan bakar BBM ke kendaraan listrik.

Biaya operasional dalam konteks tersebut berkaitan dengan pengeluaran yang diperlukan agar kendaraan dapat digunakan sehari-hari, terutama biaya energi atau bahan bakar. Pada motor bensin, biaya tersebut terutama berasal dari pembelian BBM, sedangkan motor listrik membutuhkan energi listrik untuk pengisian baterai.

Meski demikian, besaran penghematan yang dirasakan setiap pengguna dapat berbeda tergantung penggunaan kendaraan, jarak tempuh, tarif listrik, harga BBM, serta biaya perawatan kendaraan.

Motor Bensin Bisa Ditukar dengan Motor Listrik

Pemerintah juga tidak hanya menyasar masyarakat yang belum memiliki kendaraan. Pemilik sepeda motor bensin juga menjadi kelompok yang dipertimbangkan dalam rencana transisi menuju kendaraan listrik.

Prabowo menyebut pemerintah tengah memikirkan mekanisme tukar tambah atau trade-in. Dalam mekanisme tersebut, masyarakat yang sudah memiliki motor bensin dapat menyerahkan kendaraan lamanya untuk memperoleh motor listrik baru.

Skema tukar tambah pada dasarnya merupakan mekanisme ketika kendaraan lama diperhitungkan sebagai bagian dari nilai pembelian kendaraan baru. Selisih harga setelah penilaian kendaraan lama kemudian dibayarkan oleh konsumen sesuai ketentuan yang berlaku.

"Yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa bisa tukar tambah. Kalau setor motor yang lama dapat motor baru. Ya, tambah dikit lah, ya kan?" ujar Prabowo.

Dengan opsi tersebut, pemilik motor bensin nantinya tidak harus membeli motor listrik sepenuhnya dengan harga baru jika skema tersebut benar-benar diterapkan.

Akan tetapi, seperti halnya rencana pembelian tanpa DP, pemerintah belum menyampaikan secara rinci mengenai mekanisme tukar tambah tersebut, termasuk persyaratan kendaraan lama, nilai penilaian motor, besaran tambahan pembayaran, serta pihak yang akan menjalankan program.

Industri Motor Listrik Nasional Mulai Digenjot

Pernyataan mengenai pembiayaan dan tukar tambah tersebut disampaikan bersamaan dengan peresmian ekosistem Motor Listrik Nasional di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (Alva), anak usaha PT Indika Energy Tbk, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri kendaraan listrik nasional.

Prabowo juga menyinggung capaian produksi kelompok Indika. Menurutnya, perusahaan tersebut telah berhasil memproduksi sebanyak 20.000 unit motor listrik.

"Hari ini launching. Alhamdulillah. Hari ini saya telah tandatangani karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20.000 motor," ungkap Presiden.

Capaian produksi tersebut menjadi salah satu bagian yang disoroti dalam peluncuran ekosistem Molinas.

Prabowo bahkan menyatakan kesiapannya untuk kembali hadir apabila produksi motor listrik tersebut mengalami peningkatan hingga mencapai 200.000 unit bahkan 2 juta unit.

Pernyataan tersebut memperlihatkan target peningkatan kapasitas produksi kendaraan listrik yang ingin didorong pemerintah seiring dengan perluasan penggunaan motor listrik di masyarakat.

Bukan Hanya Kendaraan, Ekosistem Juga Dibangun

Istilah ekosistem kendaraan listrik tidak hanya merujuk pada keberadaan produk motor listrik. Ekosistem mencakup rangkaian kegiatan yang mendukung kendaraan tersebut, mulai dari produksi, komponen dan baterai, pembiayaan, distribusi, hingga penggunaan oleh konsumen.

Karena itu, pemerintah mendorong agar industri motor listrik nasional tidak berhenti pada produksi kendaraan saja.

Ketika produksi meningkat, diperlukan pula pasar yang mampu menyerap produk tersebut. Salah satu caranya adalah memberikan akses pembiayaan yang lebih terjangkau kepada masyarakat.

Rencana penurunan bunga cicilan dan kemungkinan pembelian tanpa DP menjadi bagian dari upaya tersebut.

Di sisi lain, skema tukar tambah dapat menyasar pemilik kendaraan bensin yang sudah ada. Dengan begitu, masyarakat yang sebelumnya menggunakan kendaraan konvensional juga dapat menjadi bagian dari proses peralihan menuju kendaraan listrik.

Prabowo: Peralihan Energi untuk Ketahanan Nasional

Dorongan penggunaan kendaraan listrik yang disampaikan Prabowo juga dikaitkan dengan pengelolaan energi nasional.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, sementara kebutuhan energi untuk transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas masyarakat.

Dengan semakin banyaknya kendaraan yang menggunakan listrik sebagai sumber energi, pemerintah berharap ketergantungan terhadap BBM dapat ditekan.

Prabowo menyebut penggunaan kendaraan listrik bersama berbagai peralatan lainnya dapat membuat Indonesia lebih aman dan sejahtera.

"Udara dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera," terangnya.

Dalam konteks transportasi, sepeda motor menjadi salah satu kendaraan yang penting karena banyak digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Karena itu, kemudahan pembiayaan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam memperluas penggunaan motor listrik.

Rencana Tanpa DP dan Tukar Tambah Masih Perlu Skema Lebih Lanjut

Meski Prabowo telah menyampaikan sejumlah rencana, informasi yang tersedia sejauh ini belum menjelaskan secara detail bentuk akhir kebijakan tersebut.

Pemerintah menyatakan akan mengupayakan bunga cicilan yang lebih rendah serta pembelian motor listrik tanpa DP. Di saat yang sama, pemerintah juga memikirkan mekanisme tukar tambah bagi masyarakat yang telah memiliki motor bensin.

Belum terdapat rincian mengenai besaran bunga, tenor cicilan, persyaratan calon pembeli, nilai DP yang benar-benar dihapus, maupun mekanisme penilaian motor bensin dalam program tukar tambah.

Karena itu, pelaksanaan di lapangan nantinya akan bergantung pada skema kebijakan dan pembiayaan yang disiapkan pemerintah bersama pihak terkait.

Untuk saat ini, rencana tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri motor listrik dalam negeri.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.