30 Kg Ayam Bermasalah Bikin Kepala SPPG Muntah, Dapur MBG Karanganyar Langsung Tendang Suplier Nakal
jonisetiawan August 14, 2026 05:06 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Temuan daging ayam bermasalah di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berujung pada langkah tegas.

Sebanyak 30 kilogram daging ayam yang dinilai bermasalah ditemukan saat proses pengolahan menu MBG pada Rabu (12/8/2026).

Temuan tersebut kemudian menjadi perhatian serius karena makanan yang diolah dari bahan tersebut sempat masuk dalam rangkaian distribusi kepada penerima manfaat.

Tak ingin mengambil risiko lebih besar, pihak SPPG Jati memutuskan melakukan penarikan menu MBG yang telah disiapkan. Setelah melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut, SPPG juga mengambil keputusan untuk menghentikan kerja sama dengan suplier ayam yang bersangkutan.

Langkah itu menjadi tindak lanjut setelah Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, bersama tim menemukan adanya kejanggalan pada ayam yang digunakan sebagai bahan makanan.

Baca juga: Cerita Kepala SPPG Karanganyar Rela Keracunan Demi Cegah Petaka Makanan MBG: Yang Penting Siswa Aman

Daging Ayam Tampak Normal, Bau Muncul Saat Dimasak

Abra menjelaskan, secara fisik daging ayam yang diterima SPPG pada awalnya terlihat tidak menunjukkan masalah.

Namun, kondisi berbeda mulai diketahui ketika proses pemasakan memasuki sesi kedua. Saat itu, pihaknya menerima laporan mengenai adanya ayam yang mengeluarkan bau yang dianggap tidak normal.

Temuan tersebut kemudian membuat pihak SPPG melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap bahan makanan yang digunakan.

Menurut Abra, pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari aroma, rasa hingga tekstur makanan.

Dari pemeriksaan tersebut, terdapat kejanggalan terutama pada aroma atau bau.

"Dari uji organoleptik, aroma, rasa, tekstur dan bau itu memang ada yang aneh di bau. Tapi saya rasakan enak. Tapi kok setelah itu ada efek tadi," katanya dikutip Tribuntrends dari Kompas.com, Jumat, (14/8/2026).

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan penting bagi SPPG Jati untuk menghentikan distribusi makanan yang telah diproduksi pada hari tersebut.

POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Pemilik dapur MBG di Ponorogo sunat budget menu dari Rp10 ribu menjadi Rp6.500 per porsi. Kepala SPPG turut menerima intimidasi jika tidak menuruti keinginan pemilik dapur MBG tersebut.
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Menu MBG. SPPG Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, menemukan sekitar 30 kilogram daging ayam yang dinilai bermasalah saat proses pengolahan menu MBG pada Rabu, 12 Agustus 2026. Secara fisik ayam awalnya tampak normal, tetapi muncul bau yang dianggap tidak wajar ketika dimasak. (Instagram @badangizinasional.ri)

Kepala SPPG Mual dan Muntah Setelah Mencicipi

Sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat, pihak SPPG memang melakukan pencicipan sebagai bagian dari proses pemeriksaan.

Dalam kejadian tersebut, terdapat sekitar 10 orang yang ikut mencicipi makanan, termasuk Abra.

Namun, dari seluruh orang yang melakukan pencicipan, hanya Abra yang merasakan dampak setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Sekitar 30 menit setelah mencicipi hidangan, Abra mengalami mual dan muntah.

Meski demikian, ia menduga kondisi fisiknya saat itu mungkin sedang kurang fit sehingga mengalami gejala tersebut.

Peristiwa itu tidak serta-merta membuat pihak SPPG menyimpulkan penyebab kondisi yang dialaminya. Namun, temuan adanya aroma yang dianggap tidak normal pada bahan makanan membuat pihak SPPG memilih mengambil langkah pencegahan.

Baca juga: Muntah 3 Kali Usai Cicipi MBG, Kepala SPPG Karanganyar Selamatkan 3.000 Siswa dari Keracunan Massal

MBG Langsung Ditarik untuk Cegah Risiko

Setelah menemukan adanya masalah pada daging ayam, SPPG Jati memutuskan menarik menu MBG yang diolah pada Rabu (12/8/2026).

Sebagian makanan bahkan disebut telah didistribusikan kepada penerima manfaat sebelum keputusan penarikan dilakukan.

Langkah tersebut diambil sebagai tindakan preventif untuk memastikan makanan yang dinilai bermasalah tidak terus dikonsumsi.

Pihak SPPG memilih menghentikan distribusi daripada mengambil risiko apabila kondisi makanan tersebut ternyata dapat membahayakan penerima manfaat.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan evaluasi internal terhadap bahan makanan yang digunakan dalam proses produksi MBG.

SPPG Jati Putus Kerja Sama dengan Suplier

Tidak berhenti pada penarikan makanan, SPPG Jati juga mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan suplier penyedia daging ayam tersebut.

Abra mengatakan, SPPG Jati sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan suplier itu selama kurang lebih tiga bulan.

Selama periode kerja sama tersebut, temuan daging ayam bermasalah baru terjadi kali ini.

Namun, setelah kejadian pada Rabu (12/8/2026), pihak SPPG memilih tidak lagi menggunakan suplier tersebut sebagai bentuk evaluasi dan pencegahan.

"Kita cut (suplier), tidak pakai itu lagi," terangnya.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa kualitas bahan baku menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian serius dalam proses penyediaan makanan MBG.

Baca juga: Curhat Kontraktor Dapur MBG yang Belum Dibayar BGN: Diteror Tukang Gegara Tagihan Rp800 M Macet

Distribusi MBG Kembali Normal

Setelah sempat mengalami gangguan akibat temuan bahan makanan bermasalah, Abra memastikan pendistribusian MBG di SPPG Jati saat ini telah kembali berjalan normal.

SPPG Jati melayani ribuan penerima manfaat dari berbagai kelompok.

Total terdapat 2.957 penerima manfaat yang menjadi sasaran pelayanan SPPG Jati.

Mereka terdiri dari anak sekolah, ibu menyusui, ibu hamil, serta balita.

Dengan kembali normalnya distribusi, pihak SPPG tetap perlu memastikan setiap bahan makanan yang digunakan telah melalui pemeriksaan sebelum masuk ke proses pengolahan.

Peristiwa ditemukannya 30 kilogram daging ayam bermasalah tersebut sekaligus menjadi evaluasi penting bagi SPPG Jati dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada ribuan penerima manfaat.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.