Teknologi Pengolahan Skala Kelurahan dan PSEL Baru Disiapkan untuk Atasi Sampah di Bandung
Seli Andina Miranti August 14, 2026 08:11 AM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung mulai menyiapkan teknologi berskala kecil hingga menengah yang ditempatkan lebih dekat dengan sumber sampah di kelurahan dan kecamatan untuk menangani masalah sampah di Kota Bandung, Jawa Barat.

Terkait pemanfaatan teknologi tersebut akan dikaji oleh Pemkot Bandung bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktur Utama PT Pindad, serta Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Terkait sampah, kami akan membahas teknologi baru berkapasitas kecil menengah untuk kita tempatkan di wilayah-wilayah kelurahan dan kecamatan," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pengolahan sampah dengan kapasitas menengah hingga besar saat ini telah menggunakan 31 insinerator yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sistem pengendalian pencemaran udara atau air pollution control.

Baca juga: Viral Pengolahan Sampah Mahasiswa KKN UMMI Dibongkar di Sukabumi, Padahal Baru Diresmikan Kades

"Insinerator itu sudah lolos baik SNI maupun juga air pollution control. Semuanya sudah dilaksanakan (pengujian)," katanya.

Kendati demikian, Farhan menilai Kota Bandung masih perlu menyiapkan alternatif pengolahan sampah lainnya untuk memperkuat ketahanan sistem persampahan.

Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah mengusulkan titik baru Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Jelekong, Kabupaten Bandung, untuk masuk dalam batch ketiga Danantara.

"Sesuai dengan arahan dan diskusi bersama Wakil Ketua MPR RI dan juga pimpinan dari Komisi 12 DPR RI Mas Eddy Soeparno, ada baiknya Kota Bandung mengusulkan juga satu titik baru untuk PSEL di wilayah Kota Bandung yang akan masuk ke batch ketiga Danantara," ucap Farhan.

Farhan mengatakan, lahan yang direncanakan untuk lokasi tersebut merupakan aset milik Pemkot Bandung dengan luas sekitar 9,7 hektare. Namun, persoalan utama yang perlu diselesaikan adalah akses menuju lokasi.

Saat ini akses yang tersedia, kata Farhan, masih berkaitan dengan lahan milik pihak lain, sehingga Pemkot Bandung berencana membangun akses baru karena jika menggunakan akses lama berpotensi menimbulkan penolakan dari masyarakat.

"Kalau pakai jalan yang lama pasti ditolak. Jadi kita mesti bikin jalur baru," katanya.

Menurut Farhan, lokasi lahan tersebut memiliki posisi strategis dan berada di kawasan yang relatif mudah dikenali karena dari gerbang kawasan dapat terlihat Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Sementara untuk memastikan rencana tersebut dapat direalisasikan, pihaknya akan melakukan studi kelayakan. Farhan menargetkan kajian itu bisa selesai dalam waktu satu bulan, lalu menghitung kebutuhan investasi serta skema pembiayaan pembangunan PSEL.

Baca juga: Mahasiswa KKN STKIP Purwakarta Rakit Rocket Stove, Solusi Olah Sampah di Desa Sakambang

"Kita akan ngobrol dulu, lakukan studi kelayakan. Dalam sebulan ini selesai studi kelayakannya. Setelah itu kita akan menghitung berapa besar investasi yang akan ditanamkan di situ," ujar Farhan.

Selain itu, pihaknya membuka peluang menggandeng pihak swasta untuk membiayai pembangunan dan pengoperasian fasilitas tersebut. Namun, investasi itu harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar, terutama terkait akses transportasi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.