Mandor Nakal? Gaji 78 Pekerja KDMP Belum Dibayar, Kodim Minahasa Panggil Mandor: Mereka yang Menunda
ninda iswara August 14, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Puluhan pekerja Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Sulawesi Utara tengah menghadapi persoalan pembayaran gaji.

Keluhan tersebut disampaikan para pekerja yang bertugas di delapan lokasi berbeda di Minahasa, Minahasa Selatan (Minsel), dan Tomohon.

Para pekerja yang terdampak diketahui memiliki latar belakang daerah yang beragam, di antaranya berasal dari Jawa dan Sangihe, Sulawesi Utara.

Secara keseluruhan, terdapat 78 orang yang bekerja dalam operasional KDMP di delapan lokasi tersebut.

Jumlah itu termasuk enam orang yang bertugas sebagai kepala bas dalam kegiatan operasional koperasi.

Namun, hingga kini sebagian pekerja mengaku belum menerima hak mereka berupa gaji sesuai waktu yang diharapkan.

Kondisi tersebut membuat para pekerja mempertanyakan kejelasan pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka jalankan.

Baca juga: Balon Udara Bertuliskan MBG & KDMP Hiasi Langit Wonosobo, Panitia: Pendukung Prabowo Paham Program

Salah seorang pekerja, Solikin, mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran sudah berlangsung selama beberapa pekan.

"Kami ada yang belum digaji dua sampai tiga minggu," ujar Solikin seorang pekerja, Selasa 11 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut menggambarkan keresahan pekerja yang tetap menjalankan tugas meski pembayaran gaji belum diterima.

Para pekerja pun berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pihak yang bertanggung jawab.

Mereka menginginkan adanya kepastian mengenai waktu pembayaran gaji yang masih tertunda.

Bagi para pekerja, kejelasan pembayaran menjadi hal penting karena gaji merupakan hak yang diperoleh dari pekerjaan mereka.

Keluhan dari puluhan pekerja ini juga menambah perhatian terhadap pelaksanaan operasional Koperasi Desa Merah Putih di daerah.

Hingga kini, persoalan pembayaran gaji tersebut menjadi perhatian para pekerja yang menantikan kepastian penyelesaian dari pihak terkait.

Berikut rinciannya:

·⁠  Tukang konstruksi baja Rp250 per hari ada 16 orang.

·⁠  Tukang sipil (pasang tela dll) Rp200 ribu per hari ada 40 orang.

·⁠  Helper tukang ada 22 orang, Rp 170 per hari.

Lokasi pembangunan KDMP ada di:

Minsel

  • Kakenturan Modoinding,
  • Palelon Modoinding
  • Lindangan Tompaso Baru
  • Tumani
  • Popareng
  • Suluun 4 

Tomohon

  • Woloan

Tondano

  • Sasaran

"Awalnya lancar, namun Juli belum digaji sampai sekarang," jelasnya.

Biasanya gaji dibayar oleh dua orang mandor yang ditunjuk oleh Kodim Minahasa bernama Dona dan Sulis.

Kini mereka belum melanjutkan pekerjaan karena belum mendapatkan gaji, sudah dua minggu.

"Kami sudah tidak memiliki uang, juga untuk kembali ke kampung tidak tahu seperti apa, juga untuk dikirim ke keluarga sudah tidak ada," katanya. 

Hingga saat ini mereka belum mendapat kepastian kapan gaji mereka akan dibayarkan.

Untuk makan pun mereka kini mengalami kesulitan, dan banyak dibantu warga sekitar.

Baca juga: Truk KDMP Dipakai Angkut Tebu di Sragen, Inisiatif Ketua, Uang Sewa untuk Pemasukan Kopdes, Ditegur

KOPDES MERAH PUTIH - Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mengusulkan Kopdes Merah Putih di Desa Kediten, Kendal, dikembangkan menjadi destinasi wisata karena berada di lereng Gunung Prau pada ketinggian sekitar 1.385 mdpl dan dikenal sebagai koperasi“di atas awan.
KOPDES MERAH PUTIH - Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mengusulkan Kopdes Merah Putih di Desa Kediten, Kendal, dikembangkan menjadi destinasi wisata karena berada di lereng Gunung Prau pada ketinggian sekitar 1.385 mdpl dan dikenal sebagai koperasi“di atas awan. (Istimewa)

Mereka pun pada Senin 10 Agustus 2026 dikumpulkan untuk mendapatkan penjelasan terkait persoalan gaji tersebut.

Mereka ditemui Pasiter Kodim Minahasa Kapten Inf Sulityo, sejumlah solusi pun disampaikan.

"Mereka kami undang untuk menjelaskan perihal hak mereka terlambat dibayar mandor," jelasnya.

Ia mengatakan dari Kodim sudah berikan sesuai kewajiban.

"Tapi dari mandor yang menunda tidak membayar para tukang ini, sehingga mereka butuh dijelaskan, karena ada image penyampaian mandor ke para tukang ini seolah- olah kodim tidak memberikan kewajiban untuk memberikan hak mereka, padahal kami sudah bayar ke mandor," kata dia.

Sebab menurutnya, bicara gaji itu seharusnya antara mandor dan tukang, bukang tukang dengan kodim.

"Sebab Kodim hanya langsung ke mandor," katanya.

Meski begitu menurutnya, Kodim tidak akan lepas tangan, dan berusaha membantu pada tukang untuk mendapatkan hak mereka.

"Mandor akan kami mintai pertanggungjawaban, kalau tidak mau, kami akan jemput," jelas dia. (Amg)

(TribunTrends/TribunManado)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.