Ada pemandangan tak biasa di perairan Rio de Janeiro, Brasil. Paus bungkuk yang dahulu nyaris hilang kini kembali bermunculan dan menjadi atraksi baru bagi wisatawan.
Fenomena itu bisa disaksikan saat mengikuti perjalanan wisata menggunakan kapal dari Rio. Kapal berlayar menuju perairan sekitar Kepulauan Cagarras yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Pantai Ipanema.
Begitu kapal menjauh dari daratan, para penumpang mulai sibuk memperhatikan permukaan laut. Lumba-lumba sempat muncul dan mencuri perhatian. Tak lama kemudian, dua semburan air terlihat dari kejauhan.
Ternyata, sepasang paus bungkuk sedang berenang di sekitar kapal. Mamalia laut berukuran besar itu muncul ke permukaan untuk bernapas sebelum kembali menyelam.
Momen tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi wisatawan yang datang dengan harapan bisa melihat paus secara langsung.
Dari Nyaris Punah Kini Puluhan Ribu
Kemunculan paus bungkuk di perairan Rio sebenarnya berkaitan dengan perjalanan panjang spesies ini untuk kembali pulih. Setiap tahun, paus bungkuk bermigrasi melewati pesisir Brasil antara Juni hingga November.
Mereka datang dari wilayah perairan sekitar Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan menuju perairan Brasil yang lebih hangat untuk berkembang biak. Namun, populasi paus bungkuk Brasil pernah berada di titik kritis.
Perburuan paus secara besar-besaran membuat jumlahnya terus menurun. Aktivitas tersebut bahkan telah terdokumentasi sejak abad ke-18 melalui karya seniman Leandro Joaquim yang menggambarkan perburuan paus di Teluk Guanabara.
Kondisi mulai berubah setelah larangan global terhadap perburuan paus komersial diberlakukan pada 1986. Thiago Ferrari, Direktur Amigos da Jubarte atau Friends of the Humpback, menyebut jumlah paus bungkuk di kelompok Brasil kini melonjak.
"Pada akhir 1980-an, kurang dari 1.000 individu tercatat. Saat ini jumlahnya hampir 30.000," kata Ferrari, seperti dikutip dari The Guardian pada Jumat (14/8/2026).
Muncul di Teluk Guanabara Kembalinya paus bungkuk tidak hanya terlihat di jalur migrasinya. Tahun ini, seekor paus bungkuk bahkan berulang kali terlihat di Teluk Guanabara.
Sedikitnya 18 penampakan telah tercatat. Fenomena tersebut cukup mengejutkan peneliti karena teluk itu berada di kawasan perkotaan Rio de Janeiro.
Ahli biologi kelautan Liliane Lodi dari proyek penelitian Ilhas do Rio mengatakan jumlah penampakan paus di sekitar Rio terus meningkat sejak pertama kali tercatat pada 2014.
Yang menarik, peneliti mulai menemukan perilaku yang biasanya lebih banyak ditemukan di wilayah perkembangbiakan. Beberapa di antaranya adalah kemunculan anak paus, persaingan antarpaus jantan dan suara nyanyian paus.
Untuk paus yang terlihat di Teluk Guanabara, Lodi menduga penampakan tersebut berasal dari satu individu yang sama. Paus muda itu diketahui telah berada di perairan teluk sejak pertengahan Juni.
Kehadirannya bahkan menjadi tontonan bagi warga yang beraktivitas di sekitar perairan pada pagi hari. Wisata Paus Mulai Dilirik Fenomena tersebut kemudian membuka peluang baru bagi pariwisata Rio de Janeiro. Sejumlah operator mulai menawarkan perjalanan untuk mengamati paus bungkuk di laut.
Salah satunya ROC Sail yang membawa wisatawan menggunakan kapal Boaventura II. Theo Andrade, salah satu pendiri ROC Sail, menyebut pengalaman melihat paus secara langsung sulit dibandingkan dengan atraksi wisata lainnya. Bagi wisatawan, kesempatan melihat mamalia laut seberat puluhan ton dari dekat tentu menjadi pengalaman yang tidak setiap hari bisa didapat.
Luciane dos Santos, 53 tahun, merupakan salah satu wisatawan yang mencoba peruntungan dalam perjalanan tersebut. Ia akhirnya berhasil melihat enam paus bungkuk berenang dan melakukan berbagai gerakan di permukaan laut.
"Saya merasa sangat puas. Ini benar-benar hadiah dari alam," ujarnya.
Turis Ikut Bantu Penelitian
Dalam setiap perjalanan ROC Sail, ada mahasiswa ilmu lingkungan bernama Mariana Bueno ikut berada di kapal. Tugasnya bukan sekadar menemani wisatawan. Ia mencatat jumlah paus yang terlihat, perilaku satwa hingga respons mereka ketika ada kapal di sekitar.
Data itu kemudian diserahkan kepada organisasi konservasi Amigos da Jubarte untuk digunakan dalam penelitian. Amigos da Jubarte turut memberikan pelatihan bagi operator wisata.
Sekitar 20 agen pengamatan cetacea di Rio telah mendapatkan sertifikasi melalui program tersebut. Salah satu aturan yang ditekankan adalah menjaga jarak kapal setidaknya 100 meter dari paus.
Kapal juga tidak boleh terlalu lama berada di sekitar individu paus yang sama. Ramainya Kapal Jadi Kekhawatiran Di balik kabar baik tersebut, peneliti ternyata menyimpan kekhawatiran.
Populasi paus yang semakin banyak membuat aktivitas wisata pengamatan paus ikut meningkat. Akibatnya, jumlah kapal yang berkumpul di sekitar jalur migrasi juga bertambah.
Menurut Lodi, kondisi tersebut bisa meningkatkan interaksi antara manusia dan paus. Bukan cuma wisata, paus bungkuk di perairan Brasil juga menghadapi ancaman lain seperti aktivitas perikanan, kapal berukuran besar, pencemaran bahan kimia dan polusi suara. Brasil memang sudah memiliki aturan untuk melindungi paus.
Salah satunya melarang wisatawan berenang bersama satwa tersebut. Namun Lodi menilai aturan dan pengawasan tetap perlu diperkuat. Pasalnya, menjaga jarak aman tidak akan maksimal jika hanya dilakukan oleh sebagian operator wisata. Paus bungkuk telah berhasil kembali ke perairan Rio. Tetapi kini ada tantangan baru yang tak kalah penting, yaitu memastikan satwa tidak terusik atas atraksi wisata.





