Akses Jalan di Krayan Selatan Mulai Pulih, Naik Motor ke Long Bawan Kini Kurang dari 3 Jam
Adhinata Kusuma August 14, 2026 08:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN, - Penanganan dampak bencana tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memasuki hari ke-30, Kamis (13/8/2026).

Kabar baik mulai terlihat dari akses transportasi warga.

Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan sudah kembali melintasi jalur Krayan Barat menuju Krayan Selatan maupun sebaliknya.

Waktu tempuh juga mulai lebih cepat dibandingkan saat kondisi jalan mengalami kerusakan parah.

Bahkan, perjalanan menggunakan sepeda motor dari Krayan Selatan menuju Long Bawan di Krayan kini dilaporkan dapat ditempuh kurang dari tiga jam.

Baca juga: Update Longsor Krayan Selatan Nunukan: Bantuan ke 460 KK Tuntas, Jalan Mulai Bisa Dilalui Mobil

Seperti diketahui, longsor besar terjadi di wilayah Krayan Selatan pada Juli 2026 lalu.

Jarak Kecamatan Krayan Selatan ke ibu kota Kabupaten Nunukan sekitar 229,83 km. 

Akibat longsor, beberapa wilayah di Krayan Selatan terisolasi total, karena akses jalan terputus.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan pemulihan fisik darurat jalan masih terus dilakukan dari dua arah.

Satu unit alat berat milik Kecamatan Krayan Selatan bekerja dari arah Long Layu menuju barat.

Sementara sejumlah alat berat lainnya bekerja dari arah Lembudud, Krayan Barat, menuju Long Layu dengan menyasar titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah.

"Hingga saat ini sudah lebih dari enam titik jalan rusak dan beberapa titik jembatan yang telah dilakukan pemulihan darurat," kata Hasanuddin.

Pemulihan melibatkan tim teknis dari Dinas PU, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga pihak dunia usaha.

Mereka bekerja bersama untuk membuka dan memperbaiki kembali akses yang terdampak longsor.

PEMULIHAN - Proses pemulihan darurat jalan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kamis (13/8/2026). Sejumlah alat berat dikerahkan dari dua arah untuk memperbaiki titik jalan dan jembatan yang rusak.(TribunKaltara.com/Istimewa-BPBD Nunukan).
PEMULIHAN - Proses pemulihan darurat jalan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kamis (13/8/2026). Sejumlah alat berat dikerahkan dari dua arah untuk memperbaiki titik jalan dan jembatan yang rusak.(TribunKaltara.com/Istimewa-BPBD Nunukan). (HO-BPBD Nunukan)

Akses Mulai Terbuka, Pekerjaan Belum Berhenti

Meski kendaraan sudah mulai melintas, pekerjaan belum sepenuhnya selesai.

Petugas masih melakukan perbaikan darurat di sejumlah titik yang dinilai paling rawan dan mengalami kerusakan berat.

Pos Lapangan juga terus melakukan monitoring terhadap pekerjaan fisik di lapangan.

Koordinasi dilakukan bersama unsur Forkopimcam, kepala desa, relawan masyarakat, TNI dan Polri.

Selain memastikan proses pemulihan berjalan, petugas juga rutin memantau kondisi cuaca serta prakiraan BMKG.

Informasi perkembangan situasi kemudian dilaporkan kepada unsur pimpinan di Kabupaten Nunukan, Pusdalops BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Namun, proses penanganan masih menghadapi kendala.

Lokasi pekerjaan berada di sejumlah titik yang belum terjangkau jaringan internet atau blankspot.

Akibatnya, petugas cukup kesulitan menyampaikan informasi terkini secara cepat.

Keterbatasan BBM juga menjadi persoalan.

Pasokan listrik PLN saat ini dilaporkan hanya tersedia sekitar empat jam pada malam hari, yakni mulai pukul 18.00 hingga 22.00 Wita.

Meski demikian, pemulihan akses jalan terus dikebut agar mobilitas masyarakat di wilayah Krayan Selatan dan sekitarnya semakin lancar.

(*)
Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.