Prakiraan Cuaca Sumsel 14 Agustus, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Odi Aria August 14, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas II Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada Jumat (14/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 07.00 WIB didominasi berawan hingga cerah berawan.

Meski Sumsel masih berada pada puncak musim kemarau, sejumlah wilayah tetap berpotensi diguyur hujan ringan pada siang hingga malam hari.

Beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan antara lain Banyuasin, Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, OKI, OKU, OKU Selatan dan OKU Timur.

Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya diprakirakan lebih banyak mengalami cuaca berawan serta udara kabur, terutama pada pagi dan dini hari.

Suhu udara di wilayah Sumsel diprakirakan berkisar 14-35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 32-100 persen.

Kondisi udara kabur perlu menjadi perhatian masyarakat karena dapat menyebabkan jarak pandang menurun, terutama pada pagi dan dini hari.

Di Kota Palembang, cuaca pada Jumat pagi diprakirakan udara kabur hingga berawan. Siang sampai sore hari cenderung berawan, sedangkan malam hari juga berawan.

Udara kabur berpotensi kembali terjadi mulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga Sabtu pagi.

Suhu udara Palembang diprakirakan berada pada kisaran 25-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-88 persen.

Sementara itu, Kabupaten OKU Timur diprakirakan berawan pada pagi hingga siang hari.

Potensi hujan ringan muncul pada sore hingga malam hari, terutama sekitar pukul 16.00 dan 19.00 WIB.

Dini hari OKU Timur berpotensi cerah berawan dan cuaca cerah diprakirakan terjadi pada Sabtu pagi.

Suhu udara berkisar 22-34 derajat Celsius dengan kelembapan 37-91 persen.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.

Kondisi kering di sejumlah wilayah Sumsel dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.