Sosok Dinara Alivi Kinesya, Mahasiswi Baru Unpad Tolak Dibayari Kos oleh Dedi Mulyadi
Weni Wahyuny August 14, 2026 12:45 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Mahasiswi baru bernama Dinara Alivi Kinesya mendadak viral di media sosial setelah tampil di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam gelaran Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (PRABU) Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun ajaran 2026/2027 di Kampus Jatinangor, Sumedang.

Dinara bahkan menolak menerima bantuan bayar kuliah dan kos dari Dedi Mulyadi.

Peristiwa tersebut bermula saat KDM hadir memberikan kuliah umum dan melemparkan pertanyaan terbuka kepada ribuan calon mahasiswa yang memadati lokasi acara.

"Apa yang dilakukan setelah kuliah?" ungkap KDM, dikutip dari tayangan YouTube Unpad.

Mendengar pertanyaan tersebut, seorang mahasiswi dari barisan jauh berteriak lantang memberikan jawaban. 

Suara tersebut menarik perhatian KDM, yang kemudian memanggil sang mahasiswi untuk naik ke atas panggung. 

Mahasiswi bersuara lantang itu adalah Dinara Alivi Kinesya.

Saat berada di atas panggung dan berinteraksi langsung di hadapan publik, mahasiswi yang akrab disapa Livi ini tak menampik adanya rasa canggung.

"Gerogi di sebelah bapak," ungkap Dinara disambut tawa hadirin.

MENGENAL DINARA -- Sosok Dinara Alivi Kinesya, mahasiswi baru Universitas Padjadjaran (Unpad), mendadak mencuri perhatian publik usai aksinya dalam acara Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (PRABU).

Tolak Dibayari Kos

Di atas panggung, perbincangan berlanjut ke topik latar belakang ekonomi keluarga dan tempat tinggal mahasiswa. 

Ayah Livi merupakan seorang pegawai swasta dengan penghasilan yang terbilang cukup. 

Di Jatinangor sendiri, Livi sudah menyewa tempat tinggal sementara berupa kamar kos seharga Rp13 juta per tahun.

Saat KDM menanyakan apakah kos tersebut sudah dibayar, Livi dengan tegas menjawab bahwa biaya tempat tinggalnya untuk satu tahun ke depan sudah dilunasi oleh keluarganya.

Di sela perbincangan, KDM juga sempat mengulas persoalan kriteria penerima bantuan pendidikan atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa yang kerap salah sasaran di lapangan.

"Kemarin Gubernur Jawa Barat sudang mengirim surat ke Mentri Dikti, kirim suratnya apa? Banyak KIP mahasiswa yang nganggur tidak diambil, kesalahannya yang ngambil Desil. Jadi begini mahasiswa yang boleh mendapat subsisdi itu bukan yang berpenghasilannya di bawah Rp5 juta, karena rata-rata yang berpenghasilan dibawah Rp5 juta anaknya tidak kuliah. Tetapi berpenghasilan di bawah 10 juta," ungkap KDM.

Puncak momen menarik terjadi ketika KDM menawarkan bantuan pribadi berupa pelunasan biaya kos Livi selama satu tahun ke depan. 

Menyadari dirinya masuk melalui jalur mandiri dan keluarganya masih mampu secara finansial, Livi secara spontan menolak bantuan tersebut dengan tutur kata yang sangat santun.

"Mau dibantu juga ini saya anak mandiri SMUP pak, saya anak dari mandiri. Saya anak dari jalur mandiri maksudnya ya kalo emang bapak mau bantuin, bantulah anak-anak yang memang perlu dibantukan," ungkap Dinara dengan penuh kesadaran sosial.

Penolakan Livi diapresiasi Dedi Mulyadi. 

Baca juga: Fiktor Sekuriti MRT Tolak Tawaran Pekerjaan dari Dedi Mulyadi di Gedung Sate: Nyaman di Jakarta

KDM memuji prinsip Livi yang memilih mementingkan rekan-rekannya yang lebih membutuhkan ketimbang memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan padanya.

"Oh ya keren. Tadinya aku mau bayaran kos kamu selama 1 tahun ke depan. Kamu tidak bersediakan?," tanya Dedi sekali lagi memastikan penolakan tersebut.

Livi pun konsisten pada keputusannya. 

KDM kemudian meminta Livi untuk menunjuk langsung rekan sesama mahasiswa baru yang sekiranya lebih berhak menerima bantuan biaya kos tersebut. 

Melihat Livi menunjuk rekannya agar menerima bantuan ketimbang mengambilnya untuk diri sendiri, Dedi Mulyadi kembali melontarkan pujian atas kelapangan dada sang mahasiswi.

"Ini baru orang kaya yang beneran kaya. Banyak orang kaya yang miskin. Jadi udah tercukupi tapi masih mau lebih" puji KDM.

Siapa Dinara Alivi Kinesya?

Meski sempat merasa gugup, Livi dengan cepat menguasai suasana dan terlibat dialog santai yang penuh candaan bersama KDM. 

Livi diketahui merupakan alumni dari SMA Yaspen Tugu Ibu 1 Depok yang memiliki darah keturunan Jawa-Sunda, dimana ibunya berasal dari Purwodadi, Jawa Tengah, sementara ayahnya berasal dari Indramayu, Jawa Barat. 

Sebelum melanjutkan kuliah, Livi menetap di Depok bersama keluarganya.

Keberanian dan cara berkomunikasinya yang lugas membuat KDM melontarkan pujian sekaligus gurauan kepada mahasiswi baru tersebut. 

KDM menilai Livi sebagai sosok anak muda yang pintar, berwibawa, dan punya keberanian tinggi, meski diiringi seloroh bahwa perempuan berkarakter tegas biasanya cukup sulit mendapatkan pasangan. 

Menanggapi gurauan itu, Livi santai mengungkapkan bahwa dirinya saat ini sudah memiliki seorang kekasih.

Tidak hanya percaya diri, Livi juga menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan sekitar. 

Saat ditanya mengenai cita-citanya setelah lulus dari Unpad, Livi mengungkapkan keinginannya untuk ikut memperbaiki dan membenahi kawasan Jalan Jatinangor di sekitar tempat kuliahnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.