Makan Tiram Mentah Berujung Petaka, Pria Ini Kena Serangan Jantung dan Koma
GH News August 14, 2026 02:08 PM
Jakarta -

Konsumsi makanan mentah bisa memunculkan risiko kesehatan serius. Contohnya dialami pria ini yang terkena serangan jantung, kerusakan otak, hingga koma usai makan tiram mentah.

Tiram atau oyster merupakan jenis seafood yang umum dimakan dalam kondisi mentah. Biasanya hanya ditambahkan perasan air lemon untuk menonjolkan rasa alaminya.

Namun, konsumsi tiram mentah tidak boleh sembarangan karena dapat membawa bakteri, virus, atau zat pencemar dari air tempat ia hidup. Beberapa risikonya adalah kontaminasi Vibrio, Norovirus, hingga Hepatitis A.

Kasus kesehatan serius akibat konsumsi tiram mentah kembali menyita perhatian. Dikutip dari (14/8/2026), seorang pria 44 tahun asal Amerika Serikat dilaporkan alami serangan jantung dan koma bebebrapa bulan setelah makan tiram mentah.

Seafood tersebut dikonsumsi oleh Joe Belgio dari sebuah restoran di kawasan Oak Brook, Illinois. Setelahnya, Belgio tertular Enteropathogenic E. coli dan Plesiomonas shigelloides.

Gugatan Hukum

Cerita bermula pada Juni 2025 saat Belgio dan keluarganya makan tiram mentah di Gibsons Steakhouse. Kemudian pada 10 Agustus 2026, pengacara Belgio mengumumkan gugatan telah diajukan atas nama Belgio terhadap restoran tersebut.

Mereka mengklaim bahwa Belgio, seorang pensiunan petugas pemadam kebakaran dan mantan tentara AS, menderita serangan jantung hebat yang mengakibatkan cedera otak anoksik.

"Ia akhirnya menjadi sangat, sangat sakit, dan mengakibatkan henti jantung di mana ia kehilangan kesadaran dan oksigen selama setidaknya delapan menit," kata pengacaranya.

Pengacaranya menambahkan, dokter yang merawat Belgio menentukan dengan tingkat kepastian medis yang wajar bahwa penyakitnya disebabkan konsumsi tiram yang terkontaminasi.

Kondisi Belgio tak main-main. Pengacaranya memprediksi ia akan berbaring di tempat tidur seumur hidupnya. "Dia mengalami kerusakan otak yang sangat parah, dengan kapasitas kognitif yang sangat rendah, dan akan membutuhkan perawatan seumur hidupnya," ujar si pengacara.

Belgio turut dilaporkan memiliki tagihan medis sekitar USD 1 juta (Rp17,8 M) akibat penyakitnya. Ia tampaknya menuntut ganti rugi dari restoran terkait demi bantu menutupi biaya tersebut.

Gugatannya juga menyebutkan dua perusahaan lain, Supreme Lobster and Seafood Company, sebagai tergugat.

Tanggapan Restoran

Gibsons Restaurant Group mengakui apa yang dialami Belgio adalah hal tragis. "Kami menyadari keseriusan apa yang dihadapinya dan mendoakan kesembuhan total baginya," kata pihak perusahaan.

Mereka menambahkan bahwa pihaknya sangat serius dalam hal keamanan pangan dan berfokus pada menyediakan pengalaman bersantap yang unggul dan aman.

Namun, Gibsons Restaurant Group membantah tuduhan tersebut karena tidak ada kasus penyakit lain yang dilaporkan.

"Berdasarkan fakta dan investigasi internal kami, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa restoran kami menyebabkan kondisi kesehatannya. Kami yakin bahwa proses hukum yang adil dan menyeluruh akan menyetujui kesimpulan ini," kata mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.